Pendekatan Bisnis & Pengolahan Limbah Peternakan Sapi Menjadi Produk yang Memiliki Nilai Guna

Perkembangan industri dan pola kehidupan masyarakat modern berhubungan langsung dengan peningkatan kebutuhan barang dan jasa, pemakaian sumber-sumber energi, dan sumber daya alam. Penggunaan sumber daya alam secara besar-besaran tanpa mengabaikan lingkungan mengakibatkan berbagai dampak negatif yang terasa dalam waktu yang relative cepat maupun dalam jangka panjang. Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu upaya dan pola pendekatan dalam pemanfaatan sumber daya alam yaitu suatu pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan kita sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Continue reading …

Pemanfaatan Limbah Eceng Gondok Sebagai Karya Kerajinan Tangan

Eceng GondokPerkembangan tumbuhan air enceng gondok di perairan sungai, danau, hingga ke perairan payau sangat pesat akhir-akhir ini. Sekilas tanaman enceng gondok tidak berguna. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, enceng gondok adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai dan dapat menyebabkan sungai menjadi tersumbat atau meluap karena enceng gondok terlalu banyak. Begitu pula bagi para masyakat disekitar pinggiran danau yang menganggap enceng gondok yang banyak didanau adalah penggau yang menghalangi aktivitas mereka di danau tersebut.

Continue reading …

Limbah Plastik

Plastic Recycling Process

Seperti kita ketahui bahwa pemakaian plastik tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Karena begitu banyaknya konsumsi terhadap plastik maka sampah dari plastik pun menjadi  komponen ketiga terbanyak setelah sampah organik dan kertas. Plastik tidak bisa diuraikan oleh panas matahari, curah hujan maupun mikroba. Untuk itulah banyak LSM yang bergerak dalam masalah lingkungan menjadikan plastik sebagai prioritas utama.

Continue reading …

Stop Merokok! Bukan Karena Asapnya, Tapi Proses Pembuatannya

Semua barang yang kita konsumsi memerlukan energi dalam proses pembuatannya. Dari yang termudah seperti memakan strawberry yang kita petik sendiri dan langsung kita makan sampai kertas yang kita pakai sehari-hari. Seperti tanaman lainnya, strawberry memerlukan waktu untuk tumbuh dan dalam perjalanannya memerlukan air, pupuk dan tenaga manusia juga. Kertas mungkin memiliki rantai yang lebih panjang, dari penanaman pohon, penebangan, lalu melalui semua proses yang ada di pabrik yang memerlukan banyak sekali energi, sampai transportasi ke tempat dimana kertas itu kita pakai, dan kita buang.

Continue reading …

HP gabungkan konsep Reuse dan recyle dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan

HP reuse

Produk HP yang digunakan kembali adalah sisa-sisa dari produk HP yang telah dibuang oleh masyarakat karena tidak terpakai padahal masih dapat terpakai bila dipilah-pilah kembali.Yang tidak terpakai akan dibuat benda lainnya yang dapat berfungsi lain. HP bukan hanya me-reuse produknya dan komponen-komponen didalamnya tapi juga me-recyle produknya ke dalam bentuk yang baru jika sudah benar-benar tidak dapat terpakai lagi.Suatu kombinasi yang sangat bagus sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Seperti yang dikutip dari sebagai berikut.

HP melakukan reused atas 65 juta pounds perangkat kerasnya guna diperbarui untuk dijual kembali atau untuk keperluan donasi – meningkatkan tingkat penggunaan kembali tahunan sebesar 30 persen. Sepanjang tahun 2007, HP berhasil melampaui targetnya dalam mendaur ulang 1 miliar pon perlengkapan teknologi dan mendukung tercapainya tujuan barunya untuk mendaur ulang 2 miliar pon produk-produknya di akhir tahun 2010.

Continue reading …

Pengolahan Limbah 4 – ReCYCLE, Cradle to Cradle NOT Cradle to Grave

Saatnya membangun sebuah konsep Recycle dengan prinsip produk yang sifatnya Cradle to Cradle. Pengelolaan limbah dengan cara mendaur ulang setiap item yang sudah memasuki masa decline (usang) diperlukan sebuah usaha yang sangat telaten dan terencana di awal perencanaan dan perancangan produk. Pada materi pengolahan limbah 3, pengolahan limbah dengan cara guna ulang adalah tindak lanjut dari reduce dimana untuk memperlambat sampah atau limbah langsung dibuang ke tanah dengan memanfaatkan kembali materi yang akan mencapai titik usang penggunaan. Oelhe karena itu perancangan produk yang awalnya hanya dirancang “Pakai-Gunakan-Buang” (cradle to Grave) dengan pola recyle diperhitungkan pula prinsip “Pakai-Gunakan-Pakai” (cradle to cradle). Artinya produk yang sudah habis masa pakainya diupayakan tidak langsung dibuang akan tetapi bisa digunakan kembali untuk menjadi produk baru.

Continue reading …

Pengolahan Limbah 3 – ReUSE Sebuah Cara Memperlambat Kerusakan Lingkungan

Excavator working on a contaminated land remediationPenglohan limbah setelah reduce adalah guna ulang atau dikenal dengan istilah Reuse. Reuse sebagai cara untuk mengurangi degradasi lingkungan, yang memiliki pengertian penggunaan kembali sebuah benda atau materi apapun baik dalam fungsi yang sama atau berubah menjadi fungsi baru. Pengolahan limbah ini tujuan yang paling utama adalah mencegah agar sebuah benda, produk, materi, dan limbah langsung dibuang atau disimpan kedalam tanah.

Untuk beberapa unsur organik, tidak memiliki masalah jika langsung berkenaan lansung dengan tanah dengan alasan bahan organik akan lebih cepat terurai. Permasalah utamanya, tidak sedikit produk yang diproduksi, pada masa usangnya sulit terdegradasi dalam tanah.

Continue reading …

Pengolahan Limbah 1 – 5W+H

Limbah memberikan arti teknis adalah sebagai barang yang dihasilkan oleh sebuah proses dan dapat dikategorikan sebagai bahan yang sudah tidak terpakai. Jika mengambil definisi dari wikipedia, maka;

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.

Jenis limbah pada dasarnya memiliki dua bentuk yang umum yaitu; padat dan cair, dengan tiga prinsip pengolahan dasar teknologi pengolahan limbah;

Continue reading …