Manusia tidak pernah lepas dengan kebutuhan akan pangan. Setiap orang pasti butuh makan untuk bertahan hidup. Faktanya, hampir sebagian besar olahan makanan yang nikmat bagi lidah adalah makanan yang digoreng terlebih dahulu. Maka sudah bukan hal yang baru jika minyak goreng kebutuhan utama dalam rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan masuknya minyak goreng sebagai salah satu sembako atau Sembilan Bahan Pokok di Indonesia.
Pemanfaatan Chitosan Kulit Udang untuk Penanganan Limbah Cair Industri Tekstil
Sampai saat ini industri tekstil masih merupakan tulang punggung ekspor nasional. Walaupun nilai ekspor tekstil setelah krisis moneter sempat mengalami penurunan, tetapi memasuki tahun 2000 sedikit demi sedikit terjadi peningkatan, baik dalam bentuk kain maupun bentuk jadi seperti garment. Namun bangkitnya industri tekstil ini juga membawa dampak negatif terhadap kualitas lingkungan karena sangat disadari bahwa setiap proses produksi suatu industri pasti akan menghasilkan limbah.
Industri tekstil, dimana pada prosesnya membutuhkan jumlah air yang cukup banyak sebagai media pelarut bahan pewarna dan zat kimia lainnya, di samping untuk mencuci produk akhir tekstil. Dari proses ini, tidak dapat dihindari akan dihasilkan limbah cair yang cukup banyak yang mengandung bahan pencemar.
Kawasan Industri Cicalengka, Bandung Cemarkan Limbah B3
Bandung. Kawasan industri di Cicalengka, Bandung perlu diwaspadai. Sebab, perusahaan-perusahaan di kawasan itu telah mengakibatkan pencemaran lingkungan.
Kawasan Cicalengka Bandung menerima limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dari kawasan industri itu. Dampak pencemaran ini luar biasa. Sekitar 400 hektar area pesawahan tidak dapat ditanami lagi akibat limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) ini. Sungai-sungai juga telah tercemar beberapa logam berat dan menyebabkan ikan-ikan mati. Air tanah di kawasan industri Cicalengka juga diduga sudah tercemar logam berat, Merkuri dan Krom. “Ada empat desa yang cukup rawan terkena dampak langsung. Yaitu Desa Linggar, Babakan Jawa, Bojong Loa, dan Jelegong. Areanya sekitar 400 Ha,” ungkap Ketua Tim Kecil Penanganan Limbah Kawasan Industri Cicalengka, Yazid Salman, di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Jl. Diponegoro, Bandung, Senin (30/5/2005). Menurut dia, akibat pencemaran tersebut, produksi pertanian di desa-desa tersebut melorot hingga 80%. Bahkan para petani juga enggan mengonsumsi hasil taninya sendiri.
Pemanfaatan Limbah Blotong Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Blotong merupakan salah satu limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula.Blotong atau filter cake adalah endapan dari nira kotor pada proses pemurnian nira yang di saring di rotary vacuum filter. Limbah ini keluar dari proses dalam bentuk padat mengandung air dan masih ber temperatur cukup tinggi (panas) dan berbentuk seperti tanah. Blotong merupakan salah satu limbah pabrik gula yang mengganggu masyarakat sekitar pabrik gula karena blotong memiliki bau busuk. Blotong sering dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Semakin seringnya kampanye mengenai energi alternatif yang didengungkan maka pemanfaatan blotong sebagai bahan bakar alternatifpun mulai dilirik. Continue reading …
Limbah Padat Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Teknik Penangananya
Pabrik pengolahan minyak kelapa sawit memberikan kontribusi limbah yang beragam yaitu dari limbah cair, gas dan padat. Salah satu limbah padat hasil pengolahan tandan buah segar kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit adalah berupa tandang kosong kelapa sawit. Limbah padat tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah yang dihasilkan setelah proses tandan buah segar yang telah di strerilisasi masuk kedalam tahapan tresher sehingga brondolan terlepas dari tandannya, setelah itu brondolan diproses lebih lanjut untuk dijadikan minyak sawit dan inti sawit sedangkan tandan kosong kelapa sawit di buang menjadi limbah padat pengolahan minyak kelapa sawit.
Mengelola Sampah tidak Hanya Sekedar Peduli tapi Harus Menghasilkan
Banyak hal yang menjadi wacana mengenai bagaimana mengelola sampah serta teknologinya sedangkan permasalahan sampah yang terus tidak kunjung selesai, maka dari itu, mungkin sebenarnya masalah sebenarnya adalah “untuk apa saya mengelola sampah dan apa keuntungan untuk saya?”
Banyak sekali peraturan yang mengarahkan pada penyelesaian masalah sampah mulai dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/PRT/M/2006 yang menyebutkan bahwa harus ada perubahan paradigma pengelolaan sampah dari model kumpul-angkut-buang menjadi pengelolaan berbasis pengurangan volume sampah melalui program 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
Menurut Kementrian Lingkungan Hidup, tahun 2010 volume sampah mencapai 200 ribu ton per hari dan terus meningkat hingga diprediksi pada tahun 2020 mencapai 1 juta ton per hari. Pertanyaannya adalah mengapa kedua hal ini semakin berkebalikan saja antara peraturan dan fakta di lapangan?
Mari kita lihat salah satu contoh kasus berikut ini.
Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Pupuk Kompos dan Pakan Ternak
A. Jenis-Jenis Sampah Organik Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, Sampah organik sendiri dibagi menjadi : 1. Sampah organik basah. Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran. 2. Sampah organik kering. Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.
Pemanfaatan Lumpur IPAL sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pupuk Organik
Dalam perindustrian di Indonesia saat ini, salah satunya yang memiliki peranan penting adalah industri pulp dan kertas. Hal ini disebabkan oleh karena kebutuhan masyarakat akan kertas selalu meningkat. Hal ini membuat industri pulp dan kertas mempunyai prospek yang baik serta menjadi gencar dalam menghasilkan produksi kertas. Kertas yang dihasilkan berasal dari serat atau bubur kayu yang diolah sehingga menjadi lembaran kertas yang sering kita pakai.
Tumpukan Sampah
“Warga Kota Tasikmalaya mengeluhkan lambatnya petugas kebersihan mengangkut tumpukan sampah setelah Lebaran. Hingga H+4 Lebaran, tumpukan sampah masih terlihat di beberapa trotoar dan tempat penampungan sampah sementara di Kota Tasikmalaya. Sementara itu, di Kabupaten Cianjur, produksi sampah pascalibur Lebaran meningkat hingga 40% dibandingkan dengan hari biasa. Hal ini dapat dilihat dari tonase sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Sembung, Cilaku. Pada hari biasa volume sampah mencapai 400 kubik/hari dan pascalibur Lebaran jumlahnya mencapai 600 hingga 700 kubik/hari. Kebanyakan sampah yang diangkut adalah sampah rumah tangga. ” Continue reading …
Limbah Lindi Hitam dari Proses Pembuatan Kertas
Industri pulp dan kertas merupakan industri yang banyak menghasilkan output baik itu hasil produksi berupa kertas maupun output sisa atau sampah berupa limbah. Hal ini dikarenakan kebutuhan atau permintaan masyarakat akan kertas sangat tinggi. Hal ini membuat industri pulp dan kertas menghasilkan banyak produksi yang mengakibatkan jumlah limbah semakin bertambah.
Limbah kotoran kuda menjadi kertas ramah lingkungan
Penanganan limbah yang baik dapat mengurangi berbagai pencemaran, salah satunya adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah peternakan. Limbah peternakan salah satu limbah yang jumlahnya cukup banyak dan sering diabaikan masyarakat. Perlunya pengolahan limbah peternakan tersebut mendorong terciptanya teknologi tepat guna untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, pengembangan industri di suatu daerah sudah saatnya dilakukan usaha untuk memanfaatkan limbahnya mengingat sebagian besar senyawa dari alam bersifat biodegradable artinya dapat diuraikan secara biologis.Selain menjijikan kotoran kuda dapat menimbulkan tetanus apabila terkena luka. Tetapi tiga siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat melakukan kreasi dengan memanfaatkan limbah kotoran menjadi kertas, karena kotoran kuda memiliki serat yang tinggi. Mereka membuktikan di amerika kertas bisa dibuat dari kotoran byson, di Thailand dari kotoran gajah dan di Indonesia mereka menciptakan dari kotoran kuda.