The 7 QC tools banyak dikenal luas dalam lingkup masyarakat mutu, hal ini tidak dapat dipungkiri karena memang alat-alat bantu ini berkembang penggunaannya di dalam proses kegiatan peningkatan mutu atau pemecahan masalah yang biasa dilakukan dalam konteks QC Circle atau Quality Improvement Team, dan lain sebagainya. Apakah The 7 QC Tools bisa bermanfaat pada disiplin ilmu lain ? Sesungguhnya keampuhan alat-alat bantu ini, tidak hanya terbatas dalam lingkup QMS (Quality Management System) saja. Karena, kalau saja para pakar yang menekuni disiplin ilmu lainnya, seperti misalnya : ahli politik, ahli ekonomi, ahli pemasaran dan lain sebagainya, berkenan untuk mempelajari secara massif penggunaan alat-alat bantu ini dan memahaminya secara baik, mereka dapat memanfaatkannya untuk melengkapi keilmuan dan kemampuan analisisnya.
Category Archives: Seven Tools
Pareto Chart
Sejarah Prinsip Pareto
Seorang ekonom asal Itali bernama Vilfredo Pareto pada awal tahun 1900-an menciptakan sebuah formula matematika yang menjelaskan mengenai perbedaan distribusi kekayaan di negaranya, dimana 20% orang menguasai 80% kekayaan.
Selanjutnya, pada sekitar awal tahun 1940-an, Dr. Joseph M. Juran, yang juga melakukan observasi terhadap operasional bisnis, mengasosiasikan 80/20 Rule kepada Pareto, dan menyebutnya dengan Prinsip Pareto. Hanya saja, pemberian nama ini banyak dianggap kurang tepat, bahkan American Society of Quality mengajukan nama ini menjadi Prinsip Juran, karena aplikasinya yang universal dan menjadikannya salah satu konsep terpenting dalam manajemen.