The 7 QC tools banyak dikenal luas dalam lingkup masyarakat mutu, hal ini tidak dapat dipungkiri karena memang alat-alat bantu ini berkembang penggunaannya di dalam proses kegiatan peningkatan mutu atau pemecahan masalah yang biasa dilakukan dalam konteks QC Circle atau Quality Improvement Team, dan lain sebagainya. Apakah The 7 QC Tools bisa bermanfaat pada disiplin ilmu lain ? Sesungguhnya keampuhan alat-alat bantu ini, tidak hanya terbatas dalam lingkup QMS (Quality Management System) saja. Karena, kalau saja para pakar yang menekuni disiplin ilmu lainnya, seperti misalnya : ahli politik, ahli ekonomi, ahli pemasaran dan lain sebagainya, berkenan untuk mempelajari secara massif penggunaan alat-alat bantu ini dan memahaminya secara baik, mereka dapat memanfaatkannya untuk melengkapi keilmuan dan kemampuan analisisnya.
Category Archives: Manajemen Kualitas
Total Quality Management
Pada dasarnya Total Quality Management berawal dari definisi kualitas itu sendiri. Menurut Fandy Tjiptono & Anastasia Diana (2003 ; 3) kualitas adalah:
“ kualtas terdiri dari kualitas dari segi design dan kesesuaian dimana diantara keduanya terdapat beberapa kesamaan elemen – elemen yang terdiri dari : Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. kualitas mencakup produk dan jasa, manusia, proses, dan lingkungan. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa yang akan datang)”
Quality Function Deployment (QFD)
Quality Function Deployment (QFD) adalah sebuah metodologi dalam proses perancangan dan pengembangan produk yang mampu mengintegrasikan voice of costumer ke dalam proses perancangannya.
KONSEP QFD
Quality Function Deployment (QFD) adalah metodologi dalam proses perancangan dan pengembangan produk atau layanan yang mampu mengintegrasikan ‘suara-suara konsumen’ ke dalam proses perancangannya. QFD sebenarnya adalah merupakan suatu jalan bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen terhadap produk atau jasa yang dihasilkannya. Berikut ini dikemukakan beberapa definisi Quality Function Deployment menurut para pakar:
Pareto Chart
Sejarah Prinsip Pareto
Seorang ekonom asal Itali bernama Vilfredo Pareto pada awal tahun 1900-an menciptakan sebuah formula matematika yang menjelaskan mengenai perbedaan distribusi kekayaan di negaranya, dimana 20% orang menguasai 80% kekayaan.
Selanjutnya, pada sekitar awal tahun 1940-an, Dr. Joseph M. Juran, yang juga melakukan observasi terhadap operasional bisnis, mengasosiasikan 80/20 Rule kepada Pareto, dan menyebutnya dengan Prinsip Pareto. Hanya saja, pemberian nama ini banyak dianggap kurang tepat, bahkan American Society of Quality mengajukan nama ini menjadi Prinsip Juran, karena aplikasinya yang universal dan menjadikannya salah satu konsep terpenting dalam manajemen.
RESU
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
• Orang akan belajar sebaik-baiknya bila mereka siap untuk belajar
• Orang belajar lebih mudah apabila apa yang merka pelajari dapat dikaitkan dengan sesuatu yang sudah mereka ketahui
• Orang belajar sebaik-baiknya dengan cara setahap demi sertahap
• Orang belajar dengan melakukannya (learning by doing)
• Semakin sering seseorang menggunakan apa yang ia pelajari, semakin baik ingatan dan pemahamannya
• Orang butuh umpan balik dengan segera dan terus-menerus untuk mengetahui apakah mereka telah belajar
