Ekologi Hutan
Filed under: Ekologi Industri, Ekologi Pekarangan, Tek. Pengelolaan Limbah
Pengertian Ekologi Hutan, Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oikos = Tempat Tinggal (rumah), Logos = Ilmu, telaah. Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.
Ekologi Industri di Kalundborg-Denmark
Filed under: Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah
Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.
Simbiosis industri merupakan suatu bentuk kerja sama diantara industri-industri yang berbeda. Bentuk kerja sama ini dapat meningkatkan keuntungan masing-masing industri dan pada akhirnya berdampak positif pada lingkungan. Dalam proses simbiosis ini limbah suatu industri diolah menjadi bahan baku industri lain. Proses simbiosis ini akan sangat efektif jika komponen-komponen industri tersebut tertata dalam suatu kawasan industri terpadu (eco-industrial parks).
Negara yang pertama menerapkan prinsip-prinsip ekosistem industri dalam suatu Kawasan Industri adalah di kawasan Kalundborg Denmark.
Model Pengembangan Ekologi Berbasis Pertanian Terpadu
Filed under: Agro TechnoPark, Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah
Pengaruh jangka panjang dari perkembangan dunia pertanian dan industri dalam sistem petanian moderen, ternyata menghasilkan dampak negatif yang besar terhadap ekosistim alam. Pencemaran oleh bahan-bahan kimia beracun akibat tingginya intensitas pemakaian pupuk, pestisida dan herbisida telah lama diketahui. Demikian pula dengan ketahanan (resistensi) hama yang semakin meningkat terhadap pestisida akibat penyemprotan yang semakin tinggi serta pencemaran air tanah maupun sungai oleh senyawa nitrat akibat peggunaan pupuk yang berlebihan. Pertanian moderen juga telah mengurangi keragaman spesies tanaman secara drastis akibat penerapan sistem monokultur secara besar-besaran. Ekosistem alam yang semula tersusun sangat kompleks, berubah menjadi ekosistem yang susunannya sangat sederhana akibat berkurangnya spesies tanaman tersebut. Hal ini bertentangan dengan konsep pertanian berkelanjutan, yang selain memperhatikan pemenuhan kebutuhan manusia yang selalu meningkat dan berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.
Ecological Agroecotourism
Filed under: Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah
Selain pada pengelolaan pertanian organik dan habitat melalui praktek-praktek tambahan, keberhasilan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan lindung akan tergantung pada seberapa baik pertanian individu diintegrasikan ke dalam lanskap yang lebih luas. Melalui perencanaan yang tepat pada tingkat lanskap, alami dan dikelola sesuai daerah dapat diintegrasikan ke dalam lanskap dalam rangka kegiatan untuk mendamaikan manusia dengan tujuan konservasi keanekaragaman hayati. Dalam rangka mengintegrasikan terbaik keanekaragaman tujuan dalam kawasan lindung, pengaturan tanah membutuhkan alat untuk perencanaan yang efektif dengan benar mengelola area multiguna untuk kepentingan semua kepentingan.
Membuat Real “Green City”
Filed under: Ekologi Industri, Ekologi Pekarangan, Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah
Berita tentang tren hijau muncul di kota-kota di seluruh dunia ini menjadi sesuatu yang biasa sampai pada titik bahwa visi dari sebuah “kota hijau” mulai memasuki pikiran rakyat, yang muncul dalam terjemahan-terjemahan mencolok atau artikel berita. Istilah menghasut pikiran dari 100% tenaga surya atau ratusan turbin angin pada bangunan atau hanya sekadar berlari dedaunan di setiap sudut. Aku menemukan contoh utama dalam artikel New York Times berbicara tentang rencana untuk sebuah kota Florida dijalankan sepenuhnya oleh PVs. Ketika kritikus lingkungan datang dan panggilan bicara seperti itu “fantasi”, mereka tidak boleh salah karena taktik teknologi yang tidak dasar bagi apa yang akan membuat kota-kota kita benar-benar berkelanjutan.
Penerapan Ekologi Industri di Indonesia
Filed under: Agro TechnoPark, Ekologi Industri, Lingkungan, Pertanian, Tek. Pengelolaan Limbah
Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.
Teknologi Pengolahan Sampah
Filed under: Kompos, Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah, Umum
Sumber gambar :http://iwandahnial.wordpress.com/2008/07/13/visit-indonesia-2008/
Sampah itu sumber uang. Tetapi caranya bagaimana? Tentu saja, tidak sulit melakukannya. Pada posting ini akan menjelaskan bagai sebuah daerah sebut saja Cilandak mengelola sampahnya dan bisa menghasilkan uang. Warga Cilandak sudah membuktikan hal itu, meskipun dengan teknologi yang sederhana. Sebut saja seorang warganya bernama Mardian (50), warga RT 03/RW 08 Kecamatan Cilandak Timur, Jakarta Selatan misalnya, telah membuktikan betapa bermanfaatnya sampah yang umumnya dianggap sebagai barang tak berharga itu. Mardian bersama warga lainnya tidak membuang sampah produksi dari rumah mereka masing-masing.
Pengolahan Limbah Cair Menjadi Air Bersih
Filed under: Lingkungan, Perkuliahan, Tek. Pengelolaan Limbah
Perkembangan perindustrian tekstil di kota besar sudah dimulai sejak tahun 70-an. Seiring dengan perkembangan zaman, industri tekstil semakin berkembang khususnya di perkotaan. Dalam menjalankan kegiatannya, industri tekstil banyak membutuhkan air bersih yang umumnya diambil dari tanah. Pengambilan air yang tidak terkontrol selama ini mengakibatkan berkurangnya persediaan air tanah yang dibutuhkan makhluk hidup.


Saya