Definisi Limbah dan Teknik-Teknik Penanganannya

Limbah

Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Limbah mengandung bahan pencemar yang bersifat racun dan bahaya. Limbah ini dikenal dengan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Bahan ini dirumuskan sebagai bahan dalam jumlah relatif sedikit tapi mempunyai potensi mencemarkan/merusakkan lingkungan hidup dan sumber daya.

Beberapa kriteria berbahaya dan beracun telah ditetapkan antara lain mudah terbakar, mudah meledak, korosif, oksidator dan reduktor, iritasi bukan radioaktif, mutagenik, patogenik, mudah membusuk dan lain-lain.

Dalam jumlah tertentu dengan kadar tertentu, kehadirannya dapat merusakkan kesehatan bahkan mematikan manusia atau kehidupan lainnya sehingga perlu ditetapkan batas-batas yang diperkenankan dalam lingkungan pada waktu tertentu.

Adanya batasan kadar dan jumlah bahan beracun dan berbahaya pada suatu ruang dan waktu tertentu dikenal dengan istilah nilai ambang batas, yang artinya dalam jumlah demikian masih dapat ditoleransi oleh lingkungan sehingga tidak membahayakan lingkungan ataupun pemakai.

Continue reading …

Pemanfaatan Limbah Anorganik

Limbah atau sampah merupakan bahan buangan sebagai dampak dari eksploitasi lingkungan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut golongannya sampah terbagi empat kelompok, yaitu:

Human secreta, yaitu bahan buangan yang dikeluarkan dari dalam tubuh manusia dan hewan, seperti keringat, feses ( kotoran zat padat ), dan urine ( kotoran zat cair ).

Sawage, yaitu air limbah cair yang dibuang oleh industri atau rumah tangga, seperti detergen.

Refuse, yaitu bahan sisa proses industri atau hasil sampingan kegiatan rumah tangga, misalnya plastik, logam, botol, kayu bangunan, sisa sayuran, nasi bekas, daun tanaman atau barang-barang buangan.

Industri waste, merupakan bahan buangan dari sisa-sisa proses industri seperti zat pewarna, pelarut, limbah injeksi, dan lain-lain.

Continue reading …

Teknologi Pengolahan Sampah

Pernah mendengar PLTSa? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah? Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalan utamanya. Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang diperdebatkan. Continue reading …

Limbah Minyak Goreng, Limbah Multifungsi

Manusia tidak pernah lepas dengan kebutuhan akan pangan. Setiap orang pasti butuh makan untuk bertahan hidup. Faktanya, hampir sebagian besar olahan makanan yang nikmat bagi lidah adalah makanan yang digoreng terlebih dahulu. Maka sudah bukan hal yang  baru jika minyak goreng kebutuhan utama dalam rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan masuknya minyak goreng sebagai salah satu sembako atau Sembilan Bahan Pokok di Indonesia.

Continue reading …

Pemanfaatan Chitosan Kulit Udang untuk Penanganan Limbah Cair Industri Tekstil

Sampai saat ini industri tekstil masih merupakan tulang punggung ekspor nasional. Walaupun nilai ekspor tekstil setelah krisis moneter sempat mengalami penurunan, tetapi memasuki tahun 2000 sedikit demi sedikit terjadi peningkatan, baik dalam bentuk kain maupun bentuk jadi seperti garment. Namun bangkitnya industri tekstil ini juga membawa dampak negatif terhadap kualitas lingkungan karena sangat disadari bahwa setiap proses produksi suatu industri pasti akan menghasilkan limbah.

Industri tekstil, dimana pada prosesnya membutuhkan jumlah air yang cukup banyak sebagai media pelarut bahan pewarna dan zat kimia lainnya, di samping untuk mencuci produk akhir tekstil. Dari proses ini, tidak dapat dihindari akan dihasilkan limbah cair yang cukup banyak yang mengandung bahan pencemar.

Continue reading …

Kawasan Industri Cicalengka, Bandung Cemarkan Limbah B3

Bandung. Kawasan industri di Cicalengka, Bandung perlu diwaspadai. Sebab, perusahaan-perusahaan di kawasan itu telah mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Kawasan Cicalengka Bandung menerima limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dari kawasan industri itu. Dampak pencemaran ini luar biasa. Sekitar 400 hektar area pesawahan tidak dapat ditanami lagi akibat limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) ini. Sungai-sungai juga telah tercemar beberapa logam berat dan menyebabkan ikan-ikan mati. Air tanah di kawasan industri Cicalengka juga diduga sudah tercemar logam berat, Merkuri dan Krom. “Ada empat desa yang cukup rawan terkena dampak langsung. Yaitu Desa Linggar, Babakan Jawa, Bojong Loa, dan Jelegong. Areanya sekitar 400 Ha,” ungkap Ketua Tim Kecil Penanganan Limbah Kawasan Industri Cicalengka, Yazid Salman, di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Jl. Diponegoro, Bandung, Senin (30/5/2005). Menurut dia, akibat pencemaran tersebut, produksi pertanian di desa-desa tersebut melorot hingga 80%. Bahkan para petani juga enggan mengonsumsi hasil taninya sendiri.

Continue reading …

Pemanfaatan Limbah Blotong Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Blotong merupakan salah satu limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula.Blotong atau filter cake adalah endapan dari nira kotor pada proses pemurnian nira yang di saring di rotary vacuum filter. Limbah ini keluar dari proses dalam bentuk padat mengandung air dan masih ber temperatur cukup tinggi  (panas) dan  berbentuk seperti tanah.  Blotong merupakan salah satu limbah pabrik gula yang mengganggu masyarakat sekitar pabrik gula karena blotong memiliki bau busuk. Blotong sering dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Semakin seringnya kampanye mengenai energi alternatif yang didengungkan maka pemanfaatan blotong sebagai bahan bakar alternatifpun mulai dilirik. Continue reading …

Limbah Padat Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Teknik Penangananya

Pabrik pengolahan minyak kelapa sawit memberikan kontribusi limbah yang beragam yaitu dari limbah cair, gas dan padat. Salah satu limbah padat hasil pengolahan tandan buah segar kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit adalah berupa tandang kosong kelapa sawit. Limbah padat tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah yang dihasilkan setelah proses tandan buah segar yang telah di strerilisasi masuk kedalam tahapan tresher sehingga brondolan terlepas dari tandannya, setelah itu brondolan diproses lebih lanjut untuk dijadikan minyak sawit dan inti sawit sedangkan tandan kosong kelapa sawit di buang menjadi limbah padat pengolahan minyak kelapa sawit.

Continue reading …

Mengelola Sampah tidak Hanya Sekedar Peduli tapi Harus Menghasilkan

Banyak hal yang menjadi wacana mengenai bagaimana mengelola sampah serta teknologinya sedangkan permasalahan sampah yang terus tidak kunjung selesai, maka dari itu, mungkin sebenarnya masalah sebenarnya adalah “untuk apa saya mengelola sampah dan apa keuntungan untuk saya?”

Banyak sekali peraturan yang mengarahkan pada penyelesaian masalah sampah mulai dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 21/PRT/M/2006 yang menyebutkan bahwa harus ada perubahan paradigma pengelolaan sampah dari model kumpul-angkut-buang menjadi pengelolaan berbasis pengurangan volume sampah melalui program 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
Menurut Kementrian Lingkungan Hidup, tahun 2010 volume sampah mencapai 200 ribu ton per hari dan terus meningkat hingga diprediksi pada tahun 2020 mencapai 1 juta ton per hari. Pertanyaannya adalah mengapa kedua hal ini semakin berkebalikan saja antara peraturan dan fakta di lapangan?
Mari kita lihat salah satu contoh kasus berikut ini.

Continue reading …

Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Pupuk Kompos dan Pakan Ternak

A. Jenis-Jenis Sampah Organik Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, Sampah organik sendiri dibagi menjadi : 1. Sampah organik basah. Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran. 2. Sampah organik kering. Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.

Continue reading …