Pemahaman Perilaku Kelompok dalam sebuah Kajian Teoritis #2
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Pemahaman Perilaku Kelompok dalam sebuah Kajian Teoritis #1
Teori atau ilmu perilaku organisasi pada hakekatnya mendasarkan kajiannya pada ilmu perilaku itu sendiri (akar ilmu psikologi) yang dikembangkan dengan pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam organisasi. Dengan demikian kerangka dasar teori prilaku organisasi itu didukung oleh dua komponen pokok yakni individu-individu yang berprilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari prilaku tersebut.
The Science of Beauty
Filed under: Creativity, Lingkungan, Organisasi SDM, Psikologi Industri
Posting ini bersumber dari majalah Preference edisi XX, Sepetember 2000, dari rubrik profile (gambar dari The Jakarta Post). Sosok wanita paruh baya ini yaitu Dr. Retno Iswari Tranggono, mencapai kepuasan kerjanya saat bergerak di bidang kosmetika. Awalnya bermula dari rasa keprihatinannya terhadap kerusakan-kerusakan kulit akibat pemakaian kosmetika, hingga akhirnya ia memilih untuk berkonsentrasi di bidang teknologi kosmetika.
Segitiga Maslow
Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri).
Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
Fenomena Hawthorne Effect dalam Dunia Perfilman Indonesia
Hawthorne, secara historikal adalah nama sebuah pabrik dibawah naungan perusahaan raksasa Western Electric Co. yang kemudian dunia kenal sebagai sebuah teori sosial dimana awal mulanya dilakukan beberapa percobaan. Percobaan yang bertujuan untuk meneliti dampak lampu penerangan terhadap kinerja para pekerja pabrik.
Berbagai intensitas cahaya di atur sedemikian rupa secara berkala untuk melihat reaksi kerja para pegawai. namun hasil yang didapatkan sangat tidak terduga, peningkatan produktifitas tidak tepengaruh dari tingkat pencahayaan yang di uji coba. Hal itu malah menghasilkan asumsi baru yang menyimpulkan bahwa sebenarnya yang mempengaruhi produktifitas adalah dari pekerja perusahaan itu sendiri. Dimana pada pelaksanaan percobaan tersebut, terdapat pengawas yang selalu memperhatikan segala kegiatan pekerja selama percobaan berlangsung. Hal ini membukktikan bahwa adanya perhatian dari orang lain sangat berdampak pada kinerja seseorang atau suatu kelompok.
Pentingnya Penyesuaian Pemimpin Baru
Filed under: Organisasi SDM, Perkuliahan, Psikologi Industri
Organisasi, kata ini dapat ditempatkan dari mulai tingkat masyarakat seperti Karang Taruna, perusahaan–perusahaan besar, sampai ke jajaran pemerintahan. Tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap segi kehidupan kita membutuhkan suatu organisasi yang dapat mengatur jalannya kehidupan bermasyarakat kita. Sebuah organisasi terbentuk karena adanya kesamaan tujuan dan rencana – rencana yang dimiliki oleh sekelompok orang.
Kerja Keras Sang Investor Ulung
Bill Gross sang investor ulung pertama kali memulai karirnya sebagai pemain Blackjack di Las Vegas yang berpegang pada teori bahwa meminimalkan resiko akan mengantarkan pada tingkat pengembalian maksimal. Dengan bermain Blackjack, ia berpendapat bahwa judi telah mengantarkan pada satu hal: manajemen uang. “Vegas mengajarkan bahwa saya dapat mengalahkan system dengan kombinasi kerjakeras, ide serta kemampuan bertoleransi terhadap rutinitasyang bagi sebagian orang terbilang monoton”, katanya.
Kepemimpinan yang Dinamis dan Selaras
Hown Thorn Effect dalah sebuah teori yang mengungkapkan tentang kepuasan kerja. Seperti yang kita ketahui bahwa kepuasan kerja seseorang telah tercapai bila harapan dan kenyataan seseorang tersebut terjadi atau selaras. Misalnya seorang karyawan akan merasa puas jika mendapat uang lembur atao promosi jabatan, seorang pengamen jalanan yang mendapatkan uang 100.000 pemberian dari pendengarnya, dan lain-lain. sekalipun seorang pemimpin yang membawahi banyak karyawannya mereka tetap akan mempuanyai tujuan agar dia merasa puas.


Saya