Seberapa Dalam Perlambatan?

December 16, 2009 by · 2 Comments
Filed under: Moneter, Sistem Bisnis Internasional 

Sejak akhir Perang Dunia II pada tahun 1945, dolar di Amerika Serikat telah menjadi mata uang sentral dalam transaksi-transaksi dunia. Pada awalnya dolar AS begitu dominan, namun pada tahun 2002 muncul keraguan tentang berlanjutnya kekuatan dolar. Kelemahan utama dolar AS adalah defisit rekening yang menonjol dan di perkirakan dapat mencapai AS $465 miliar pada tahun 2002. Neraca Pembayaran sebuah Negara merupakan indicator yang sangat penting mengenai apa yang bias terjadi terhadap perekonomian Negara, apabila neraca pembayaran berada dalam defisit, inflasi sering kali menjadi sebab tindakan pasar, seperti melakukan deflasi perekonomian atau mendevaluasi mata uang, atau tindakan non pasar seperti pengendalian mata uang. Tidak ada satu negara pun yang terbebas dari dampak resesi ekonomi dunia dan pengetatan kredit di pasar global. Setiap negara kini hanya berupaya menahan pelambatan yang lebih dalam. Bagaimana dengan perekonomian Indonesia? Tiap-tiap negara mencoba menahan perlambatan sekaligus mempercepat pemulihan dengan berlomba-lomba mengucurkan stimulus fiskal dan moneter berupaya menurunkan suku bunga acuan sejak krisis ekonomi mulai tercium.

Read more

Sistem Moneter International

Apabila kita berbicara mengenai masalah moneter maka masalah utama yang kita bahas adalah mengenai uang, yaitu mata uang siapa yang nilainya paling tinggi, kenapa demikian, dan seberapa lama nilainya relatif terhadap mata uang lain dan kekayaan cadangan untuk menjamin nilai mata uang tersebut (yakni emas) Sehingga dalam dunia internasional dikenal istilah hard currency, yang biasanya dimiliki oleh negara-negara maju dimana kecenderungan mata uang ini adalah apresiasi, dan soft currency, biasanya dimiliki oleh negara-negara berkembang atau miskin dimana kecenderungan mata uang ini adalah depresiasi.

Read more