Ekologi Industri

Posting ini disadur dari blog tetangga sebelah Pelangi Indonesia, dan isinya berkaitan dengan bidang kajian yang saya geluti. Terima Kasih untuk Pelangi Indonesia. Saat ini kita harus bisa menjawab paradigma “Bagaimana industri berjalan tetapi lingkungan tidak rusak?” Sulit memang dan konsep ini sangat teoritis. akan tetapi mari kita bertahap berusaha melakukan apa yang terbaik untuk bumi ini. Hanya Bumi ini satu-satunya tempat tinggal yang kita miliki, tapi juga tidak terlalu konservatif. Maksudnya kita ketat menjaga lingkungan tapi industri mati tidak juga seperti itu. Ekologi industri inilah sampai saat ini jawaban bijak. Ekologi Industri adalah bidang ilmu yang difokuskan pada dua tujuan yaitu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan. Pada konsep ekologi industri, sistem industri dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhir. Faktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal.
Continue reading …

Ekologi Pertanian

Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.

Continue reading …

Ekologi Hutan

Pengertian Ekologi Hutan, Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oikos = Tempat Tinggal (rumah), Logos = Ilmu, telaah. Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.

Continue reading …

Membuat Real “Green City”

Berita tentang tren hijau muncul di kota-kota di seluruh dunia ini menjadi sesuatu yang biasa sampai pada titik bahwa visi dari sebuah “kota hijau” mulai memasuki pikiran rakyat, yang muncul dalam terjemahan-terjemahan mencolok atau artikel berita. Istilah menghasut pikiran dari 100% tenaga surya atau ratusan turbin angin pada bangunan atau hanya sekadar berlari dedaunan di setiap sudut. Aku menemukan contoh utama dalam artikel New York Times berbicara tentang rencana untuk sebuah kota Florida dijalankan sepenuhnya oleh PVs. Ketika kritikus lingkungan datang dan panggilan bicara seperti itu “fantasi”, mereka tidak boleh salah karena taktik teknologi yang tidak dasar bagi apa yang akan membuat kota-kota kita benar-benar berkelanjutan.

Continue reading …

Pemanfaatan Ampas Singkong Menjadi Makanan Bernilai Gizi

Singkong

Singkong

Singkong atau tapioka merupakan bahan pangan yang banyak diproduksi di Indonesia. Indonesia termasuk sebagai negara penghasil ubi kayu terbesar ketiga (13.300.000 ton) setelah Brazil (25.554.000 ton), Thailand (13.500.000 ton) serta disusul negara-negara seperti Nigeria (11.000.000 ton), India (6.500.000 ton) dari total produksi dunia sebesar 122.134.000 ton per tahun.

Singkong merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin. Dari proses pengolahan singkong menjadi tepung tapioka, dihasilkan limbah sekitar 2/3 bagian atau sekitar 75% dari bahan mentahnya.

Continue reading …