Penerapan Ekologi Industri Berbasis Industri

April 18, 2011 by · Leave a Comment
Filed under: Ekologi Industri 

Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.

Read more

Ekologi Industri Pabrik besi baja Nikopol di Ukraina

March 25, 2011 by · 1 Comment
Filed under: Ekologi Industri 

Pabrik besi baja Nikopol di Ukraina adalah komplek produksi electrometallurgical yang besar yang mencakup peleburan, sinter dan operasi manufaktur elektroda, ditambah produksi listrik, transportasi dan pendukung operasi lokakarya (Zubanov dan Velichko, 1988).Komplek tersebut menghasilkan ampas bijih sekitar 1,5 juta ton per tahun, yang telah hanya dibuang ke tumpukan ampas yang sebelumnya meliputi tanah pertanian subur. Ini adalah wakil dari fasilitas metalurgi mengandung besi lain di seluruh Uni Soviet, di mana total lebih dari 75 juta ton per tahun ampas bijih diproduksi selama pembuatan besi dan baja. Sebuah proyek yang berjudul ‘Sampah’ (Otkhody) telah dilaksanakan di kompleks selama tahun 1980-an, dengan menyatakan tujuan secara efisien menggunakan limbah dari produksi, dan mengurangi masalah polusi udara.

Read more

Eco-Industrial-Park di Daerah Brebes Jawa Tengah

March 16, 2011 by · Leave a Comment
Filed under: Ekologi Industri, Lingkungan 

Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan. Pada kajian ini membahas penerapan ekologi industri di daerah Brebes Jawa Tengah. Brebes merupakan suatu  daerah yang sangat potensial untuk pengembangan industri bioetanol. Daerah Brebes masih mempunyai lahan kosong yang masih luas dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian tebu. Tanaman tebu ini merupakan bahan utama pada industri gula. Dengan jumlah produksi tanaman tebu yang meningkat setiap tahunnya sehingga memungkinkan industri gula di daerah brebes meningkat.

Read more

Ekologi Industri pada Peternakan Sapi

January 18, 2011 by · Leave a Comment
Filed under: Ekologi Industri 

Pada bulan desember 2008, pemerintah provinsi NTB mencanangkan program unggulan Bumi Sejuta Sapi, yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi NTB untuk pengembangan sapi. Program NTB Bumi Sejuta Sapi (NTB BSS) disetujui sebagai program unggulan nasional dalam rangka mendukung program swasembada daging nasional dan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Departemen Pertanian.

Read more

Ekologi Industri Pertanian

December 18, 2010 by · Leave a Comment
Filed under: Ekologi Industri 

Ekologi Industri Pertanian yang saling Berkesinambungan

Mengalihragamkan pertanian menjadi agroindustri yang menggabungkan usaha tani dengan industry pemasok bahan dan barang sarana produksi pertanian di satu pihak dan dengan industry pengolahan hasil pertanian di pihak lain, merupakan suatu langkah perlu untuk mewujudkan keterlanjutan pertanian dan menjadikannya penghasil pendapatan yang bermaslahat komparatif memadai.dalam suatu Negara industry maju pun pertanian tidak mungkin diabaikan. Amerika Serikat menjadi Negara adikuasa bukan hanya karena industrinya kuat, melainkan karena ditopang oleh pertanian yang tangguh. Kemampuannya yang besar menghasilkan Negara menjadi alat politik global yang ampuh bagi Negara tersebut. Sebagai bandingan, uni soviet yang mengabaikan pembangunan pertanian pertanian akhirnya memudar pamornya selakuu Negara adikuasa. Negara belanda, suatu Negara industry maju memperoleh sekitar 25% pendapatan ekspor dari bidang pertanian. Para petani di Jerman dan Perancis, dua Negara di dalam kelompok tujuh Negara industry terkemuka di dunia, mempunyai lobi politik kuat.

Pertanian merupakan satu – satunya industry besar yang berfungsi ekonomi dan sekaligus berfungsi social. Hanya pertanian yang dapat menjadi factor pembangunan pedesaan, karena hanya pertanian yang merupakan kegiatan ekonomi besar dan luas yang berpangkalan di pedesaaa. Dengan system agroindustri, yang mengkaitkan industry pembuat sarana produksi pertanian dan industry pengolah hasil pertanian dengan budidaya pertanian yang budidaya pertanian menjadi komponen pemandu, industri – industry tersebut dapat dibangun dengan konsep industry rakyat, atau disebut pula industry pedesaan. Industry rakyat mempunyai struktur geografi mirip dengan struktur geografi pertanian, yang terdiri atas sejumlah perusahaan kecil yang memancar di kawasan pedesaan. Karena struktur ini dan sifatnya yang padat karya, industry rakyat dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak daripada industry besar.

Dengan adanya industry rakyat yang lebih berkembang di pedesaan untuk mengolah hasil pertanian. Ini tentunya akan berdampak pada ekonomi pada kawasan tersebut. Karena pada dasarnya suatu keadaan tersebut ( petani, pengolah hasil pertanian, pekerja, ekonomi, pemerintah) merupakan suatu system, yang pada akhirnya saling berkesinambungan.

Konsep Ekosistem Ekologi

Suatu sistem ekologi yg terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Suatu sistem terdiri atas komponen yg bekerja secara teratur  sebagai suatu kesatuan. Jadi ekosistem : terbentuk oleh komp hidup dan tak hidup di suatu tempat yg berinteraksi membentuk suatu kesatuan tempat yg teratur. Keteraturan terjadi oleh adanya materi dan energi yang terkendali oleh arus informasi antara komponen dalam ekosistem.

Perseptif Ekologi Pertanian

Revolusi hijau yang dipandang sebagai sebuah perubahan menuju ke arah yang lebih baik ternyata membawa dampak seperti sebuah bom waktu. Capra (1999) menyatakan bahwa revolusi hijau tidak membantu para petani, tanah maupun jutaan penduduk dunia yang kelaparan. Revolusi hijau hanya membawa keuntungan bagi korporasi petrokimia. Revolusi hijau telah menggeser berbagai pengetahuan lokal yang ada pada petani kita dan menggantikannya dengan teknologi. WS Jackson dalam Capra (1999) mengungkapkan bahwa revolusi hijau merubah dasar pertanian kita dari semula tanah menjadi minyak.

Revolusi hijau berkembang karena pemahaman yang keliru pada konsep ekonomi. Efisiensi dan produktivitas menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan pada masyarakat industri. Konsep inipun menyebar tanpa pandang bulu hingga ke negara agraris. Teknologi, sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas juga diberlakukan pada bidang pertanian. Teknologi yang berkembang sering tidak ramah lingkungan dan budaya, sehingga lingkungan serta nilai budaya masyarakat lokal menjadi korbannya.

Berbagai konsep yang berkembang dalam ekologi pada akhirnya dapat mengerucut pada berbagai perspektif. Capra (2001) dan Ife (2002) berhasil memformulasikan beberapa prinsip ekologi yang dapat dijadikan sebagai perspektif berbagai kalangan. Ife mengemukakan empat prinsip ekologi, yaitu holistik, keberlanjutan, keanekaragaman dan keseimbangan. Sedangkan Capra mengemukakan lima prinsip ekologi, yaitu kesalingterhantungan, jejaring kerja, kerjasama, fleksibilitas dan keanekaragaman

Sachs (1984) menyatakan bahwa ekologi manusia mengaitkan ekologi dengan ekonomi. Dalam hal ini ekologi merangkum falsafah pengelolaan sumberdaya yang mengupayakan produktivitas lewat dukungan ekosistem. Ekologi memacu kecerdikan manusia untuk merubah unsur-unsur suatu lingkungan tertentu menjadi sumberdaya ekonomi tanpa menggoyahkan neraca ekologi alam.

Ekologi Industri Pada Pengolahan Air Laut

January 11, 2010 by · 1 Comment
Filed under: Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah 

Untuk sebagian orang mungin topik ini terdengar kurang menarik atau bahkan tidak populer sama sekali. Namun untuk sebagian orang, khususnya yang tinggal di daerah pantai yang letaknya terpencil, ini merupakan bahasan sehari-hari, mengenai bagaimana mendapatkan air yang layak konsumsi setiap hari tanpa harus mendatangkan galon-galon air mineral dari kota besar. Sebelum membahasnya, kita harus mengetahui pengertian ekologi industri. Ekologi industri merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Definisi yang lain yaitu ekologi industri merupakan suatu pendekatan manajemen lingkungan dimana suatu sistem industri tidak dilihat secara terpisah dengan system sekelilingnya tetapi merupakan bagian utuh yang saling mendukung dalam rangka mengoptimalkan siklus material ketika suatu bahan baku diproses menjadi produk. Dasar utama ekologi industri yaitu metabolism industri yang merupakan keseluruhan aliran material dan energi yang ada dalam system industri. Tujuan utama ekologi industri adalah untuk mengorganisasi sistem industri (termasuk semua aspek kegiatan manusia di dalamnya) sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan (sustainable development).

Read more

Sistem Ekologi Indusri Sebagai Upaya Pelaksanaan Kawasan Industri Bersih

Perkembangan industri dan pola kehidupan masyarakat modern berhubungan langsung dengan peningkatan kebutuhan barang dan jasa, pemakaian sumber-sumber energi, dan sumber daya alam. Penggunaan sumber daya alam secara besar-besaran tanpa mengabaikan lingkungan mengakibatkan berbagai dampak negatif yang terasa dalam waktu yang relatif cepat maupun dalam jangka panjang. Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu upaya dan pola pendekatan dalam pemanfaatan sumber daya alam yaitu suatu pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan kita sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pada era global dan pasar bebas sekarang ini, industri dihadapkan pada persaingan yang ketat, sehingga keunggulan komparatif yang menjadi andalan pada masa lalu sudah tak mampu untuk menghadapi tantangan pasar bebas. Peningkatan efisiensi merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing terhadap produk-produk sejenis dari Negara tetangga maupun negara lain yang masuk ke Indonesia dan juga dalam melakukan produk ekspor ekspor.

Read more

Ekologi Industri Pengembangan Kelapa Sawit

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami mengingkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan tingginya permintaan atas Crude Palm Oil (CPO) sebagai sumber minyak nabati dan penyediaan untuk biofuel. Pengembangan perkebunan kelapa sawit memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak ekologi perkebunan kelapa sawit adalah meningkatkan level CO2 (karbon diokasida) di atmoster, hilangnya keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan hujan tropis, serta plsama nutfah, hilangnya sejumlah sumber air, sehingga memicu kekeringan, peningkatan suhu, dan gas rumah kaca yang mendorong terjadinya bencana alam, berkurangnya kawasan resapan air, sehingga pada musim hujan akan mengakibatkan banjir karena lahan tidak mempunyai kemampuan menyerap dan menahan air, kehancuran habitat flora dan fauna yang mengakibatkan konflik antar satwa, maupun konflik satwa dengan manusia.

Read more

« Previous PageNext Page »