Jan
11
Ekologi Industri Pada Pengolahan Air Laut
Filed Under Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Untuk sebagian orang mungin topik ini terdengar kurang menarik atau bahkan tidak populer sama sekali. Namun untuk sebagian orang, khususnya yang tinggal di daerah pantai yang letaknya terpencil, ini merupakan bahasan sehari-hari, mengenai bagaimana mendapatkan air yang layak konsumsi setiap hari tanpa harus mendatangkan galon-galon air mineral dari kota besar. Sebelum membahasnya, kita harus mengetahui pengertian ekologi industri. Ekologi industri merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Definisi yang lain yaitu ekologi industri merupakan suatu pendekatan manajemen lingkungan dimana suatu sistem industri tidak dilihat secara terpisah dengan system sekelilingnya tetapi merupakan bagian utuh yang saling mendukung dalam rangka mengoptimalkan siklus material ketika suatu bahan baku diproses menjadi produk. Dasar utama ekologi industri yaitu metabolism industri yang merupakan keseluruhan aliran material dan energi yang ada dalam system industri. Tujuan utama ekologi industri adalah untuk mengorganisasi sistem industri (termasuk semua aspek kegiatan manusia di dalamnya) sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan (sustainable development).
Jan
9
Sistem Ekologi Indusri Sebagai Upaya Pelaksanaan Kawasan Industri Bersih
Filed Under Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Perkembangan industri dan pola kehidupan masyarakat modern berhubungan langsung dengan peningkatan kebutuhan barang dan jasa, pemakaian sumber-sumber energi, dan sumber daya alam. Penggunaan sumber daya alam secara besar-besaran tanpa mengabaikan lingkungan mengakibatkan berbagai dampak negatif yang terasa dalam waktu yang relatif cepat maupun dalam jangka panjang. Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu upaya dan pola pendekatan dalam pemanfaatan sumber daya alam yaitu suatu pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan kita sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pada era global dan pasar bebas sekarang ini, industri dihadapkan pada persaingan yang ketat, sehingga keunggulan komparatif yang menjadi andalan pada masa lalu sudah tak mampu untuk menghadapi tantangan pasar bebas. Peningkatan efisiensi merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing terhadap produk-produk sejenis dari Negara tetangga maupun negara lain yang masuk ke Indonesia dan juga dalam melakukan produk ekspor ekspor.
Jan
8
Ekologi Industri Pengembangan Kelapa Sawit
Filed Under Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami mengingkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan tingginya permintaan atas Crude Palm Oil (CPO) sebagai sumber minyak nabati dan penyediaan untuk biofuel. Pengembangan perkebunan kelapa sawit memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak ekologi perkebunan kelapa sawit adalah meningkatkan level CO2 (karbon diokasida) di atmoster, hilangnya keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan hujan tropis, serta plsama nutfah, hilangnya sejumlah sumber air, sehingga memicu kekeringan, peningkatan suhu, dan gas rumah kaca yang mendorong terjadinya bencana alam, berkurangnya kawasan resapan air, sehingga pada musim hujan akan mengakibatkan banjir karena lahan tidak mempunyai kemampuan menyerap dan menahan air, kehancuran habitat flora dan fauna yang mengakibatkan konflik antar satwa, maupun konflik satwa dengan manusia.
Jan
3
Ekologi Industri di Indonesia
Filed Under Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Berdasarkan Kajian Penerapan Ekologi Industri yang telah dilakukan oleh Deni Swantomo, Maria Christina P., dan Kartini Megasari, strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu: mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan. Dengan menerapkan konsep ekologi industri, kawasan industri dapat mengembangkan sistem pertukaran limbah yang dapat bermanfaat bagi industri tersebut. Indonesia sebagai negara agraris dapat mengembangkan ekologi industri berbasis agroindustri. Hasil dari kajian yang mereka lakukan yaitu berupa keuntungan yang dapat diperoleh yaitu penurunan jumlah konsumsi energi fosil, sumber daya alam, dan mengurangi dampak lingkungan. Selain itu biaya produksi juga dapat dikurangi.
Jan
2
Kawasan Ekologi Industri Berbasis Industri Pengolahan Tebu
Filed Under Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Hasil tebu di proses di industri gula ,dan menghasilkan produk gula dan pruduk samping tetes tebu selulosa.tetes tebu digunakan sebagai bahan baku industri penyulingan etanol sedangkan serat selulosa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kertas,pada industri kertas dihasilkan produk kertas dan limbah lumpur yang telah diolah dapat menjadi bahan baku industri pupuk organik. industri penyulingan etanol dapat menghasikan produk etanol dan efluen yang dapat dijadikan bahan baku industri biogas .industri biogas dapat menghasilkan energi yang dapat memasok kawasan tersebut.lembah yang dihasilkan telah sangat berkurang kuantitasnya dan sifat toksisitasnya .limbah tersebut diolah secara terpadu sehingga dihasilkan limbah yang ramah lingkungan .Air limbahnya yang telah diolah dapat juga dikembalikan sebagai air proses industri.
Dec
31
Ekologi Hutan
Filed Under Ekologi Industri, Ekologi Pekarangan, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Pengertian Ekologi Hutan, Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oikos = Tempat Tinggal (rumah), Logos = Ilmu, telaah. Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.
Dec
30
Ekologi Industri di Kalundborg-Denmark
Filed Under Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Pengembangan ekologi industri merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.
Simbiosis industri merupakan suatu bentuk kerja sama diantara industri-industri yang berbeda. Bentuk kerja sama ini dapat meningkatkan keuntungan masing-masing industri dan pada akhirnya berdampak positif pada lingkungan. Dalam proses simbiosis ini limbah suatu industri diolah menjadi bahan baku industri lain. Proses simbiosis ini akan sangat efektif jika komponen-komponen industri tersebut tertata dalam suatu kawasan industri terpadu (eco-industrial parks).
Negara yang pertama menerapkan prinsip-prinsip ekosistem industri dalam suatu Kawasan Industri adalah di kawasan Kalundborg Denmark.
Dec
24
Model Pengembangan Ekologi Berbasis Pertanian Terpadu
Filed Under Agro TechnoPark, Ekologi Industri, Tek. Pengelolaan Limbah | Leave a Comment
Pengaruh jangka panjang dari perkembangan dunia pertanian dan industri dalam sistem petanian moderen, ternyata menghasilkan dampak negatif yang besar terhadap ekosistim alam. Pencemaran oleh bahan-bahan kimia beracun akibat tingginya intensitas pemakaian pupuk, pestisida dan herbisida telah lama diketahui. Demikian pula dengan ketahanan (resistensi) hama yang semakin meningkat terhadap pestisida akibat penyemprotan yang semakin tinggi serta pencemaran air tanah maupun sungai oleh senyawa nitrat akibat peggunaan pupuk yang berlebihan. Pertanian moderen juga telah mengurangi keragaman spesies tanaman secara drastis akibat penerapan sistem monokultur secara besar-besaran. Ekosistem alam yang semula tersusun sangat kompleks, berubah menjadi ekosistem yang susunannya sangat sederhana akibat berkurangnya spesies tanaman tersebut. Hal ini bertentangan dengan konsep pertanian berkelanjutan, yang selain memperhatikan pemenuhan kebutuhan manusia yang selalu meningkat dan berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.
Dec
23
Selain pada pengelolaan pertanian organik dan habitat melalui praktek-praktek tambahan, keberhasilan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan lindung akan tergantung pada seberapa baik pertanian individu diintegrasikan ke dalam lanskap yang lebih luas. Melalui perencanaan yang tepat pada tingkat lanskap, alami dan dikelola sesuai daerah dapat diintegrasikan ke dalam lanskap dalam rangka kegiatan untuk mendamaikan manusia dengan tujuan konservasi keanekaragaman hayati. Dalam rangka mengintegrasikan terbaik keanekaragaman tujuan dalam kawasan lindung, pengaturan tanah membutuhkan alat untuk perencanaan yang efektif dengan benar mengelola area multiguna untuk kepentingan semua kepentingan.
Dec
22
Ekologi industri merupakan suatu kajian yang masih baru menggunakan pendekatan sistem dalam studi-studinya untuk mengitegrasikan antara sistem industri dan alam serta mencari cara-cara untuk mendesain ulang sistem tersebut. Ekologi industri merupakan salah satu konsep untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan.
Tujuan utama ekologi industri adalah untuk memajukan dan melaksanakan konsep-konsep pembangunan berkelanjutan, baik itu secara global, regional, ataupun tingkat lokal, dengan mecoba menemukan antara kebutuhan generasi sekarang dengan generasi yang akan datang. Ada 3 prinsip kunci pembangunan yang berkelanjutan yang menjadi tujuan ekologi industri, yaitu:
Dec
21
Membuat Real “Green City”
Filed Under Ekologi Industri, Ekologi Pekarangan, Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah | 2 Comments
Berita tentang tren hijau muncul di kota-kota di seluruh dunia ini menjadi sesuatu yang biasa sampai pada titik bahwa visi dari sebuah “kota hijau” mulai memasuki pikiran rakyat, yang muncul dalam terjemahan-terjemahan mencolok atau artikel berita. Istilah menghasut pikiran dari 100% tenaga surya atau ratusan turbin angin pada bangunan atau hanya sekadar berlari dedaunan di setiap sudut. Aku menemukan contoh utama dalam artikel New York Times berbicara tentang rencana untuk sebuah kota Florida dijalankan sepenuhnya oleh PVs. Ketika kritikus lingkungan datang dan panggilan bicara seperti itu “fantasi”, mereka tidak boleh salah karena taktik teknologi yang tidak dasar bagi apa yang akan membuat kota-kota kita benar-benar berkelanjutan.
Saya Boy Macklin, profesi saya sebagai staf pengajar Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung, peneliti, dan teknopreneur. Artikel didalam situs ini diijinkan untuk di copy, diperbanyak, dan dimodifikasi dengan tetap mencantumkan nara sumber dan alamat lengkap URL artikel. Kembangkan wawasan dan kemampuan kita dalam sebuah kreatifitas online.