2009 tinggal beberapa hari lagi dan tiba 2010. Jadikanlah sebuah renungan bahwa umur kita semakin berkurang. Detik demi detik, menit demi menit, dan selanjutnya hari demi hari. Renungan kita, seberaa jauh kita bisa bermanfaat untuk orang lain, dan seberapa besar manfaat kita untuk diri kita sendiri. Beberapa hari bahkan sebelumnya saya merenungkan apa yang kita bisa perbuat untuk bangsa ini, semakin hari permasalahan sulit terpecahkan bahkan seperti bola salju walaupun Indonesia bukan negeri bersalju. Tapi polemik yang terjadi semakin sulit terpecahkan. Kasus yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat jadi lambat, seorang yang bukan apa-apa bisa mengobok-obok pejabat dan petinggi bangsa ini. Tapi lain halnya dengan Google… Saya melihat dan membaca dalam dua tahun terakhir google sudah bisa membuat dunia bergantung padanya dengan globalisasi yang dibuatnya. Intinya negara lain sudah berpikir masalah teknologi maju, tapi kita, generasi bangsa ini masih disuguhkan dengan cerita dan fenomena korupsi yang susah diberantas. Apa yang menjadi proyeksi globalisasi 2010 bahkan 2020? wallahualam… tapi google sudah mengarah pada kemajuan yang luar biasa..
Category Archives: Creativity
The Science of Beauty
Posting ini bersumber dari majalah Preference edisi XX, Sepetember 2000, dari rubrik profile (gambar dari The Jakarta Post). Sosok wanita paruh baya ini yaitu Dr. Retno Iswari Tranggono, mencapai kepuasan kerjanya saat bergerak di bidang kosmetika. Awalnya bermula dari rasa keprihatinannya terhadap kerusakan-kerusakan kulit akibat pemakaian kosmetika, hingga akhirnya ia memilih untuk berkonsentrasi di bidang teknologi kosmetika.
Mendorong Aktivitas Para Entrepreneur Berpotensi
Diangkat dari majalah INVESTOR, pada kolom INFOVESTA, edisi November dimana bahasan artikel ini bagaimana mengatasi masalah pengurangan pengangguran kerja, memajukan bagaimana para finalis entrepreneur untuk lebih bisa bersaing dengan para investor dari Negara lain, bagaimna supaya para finalis ini dapat diteladani oleh para pemimpin dan juga oleh para pengusaha-pengusaha muda.
Limbah Tahu Cair Menjadi Biogas
Tahu adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. Proses produksi tahu menhasilkan 2 jenis limbah, limbah padat dan limbah cairan. Pada umumnya, limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar.
Menentukan Minat dan Bakat
Posting menentukan Minat dan bakat ini bersumber dari koran Pikiran Rakyat 5 November 2008. Ketidaktahuan akan bakat dan minat calon mahasiswa ditimbulkan oleh sistem pendidikan Indonesia yang cenderung menekankan keseragaman, siswa tidak bebas menonjolkan keunikan atau perbedaan dirinya, dimana individu mempunyai perbedaan baik dari segi fisik seperti:
Little Boy Reciting Quran
Subhanallah, Anak kecil ini membaca Yasin dengan Tartil… Sudahkah kita membaca Qur’an dengan Tartil
Little Boy Reciting Quran (English Subtitles) – The funniest bloopers are right here
Sosok Seorang Perajin Miniatur Perahu Sriwijaya
![]()
Artikel ini diambil dari sebuah rubrik Sosok pada Harian Kompas edisi tanggal 03 November 2008. Sebuah usaha yang dimiliki oleh perajin ini merupakan usaha yang bergerak dalam bidang kerajinan yaitu membuat miniatur perahu Sriwijaya. Usahanya diberi nama Putra Sriwijaya Art yang bertempat di kompleks OPI Jakabaring, Palembang. Yang diceritakan dalam artikel ini adalah kisah seorang yang bernama lengkap Maruk Yulianto, S.T. atau sering dipanggil dengan nama Yayan. Yayan ini adalah sosok seorang sarjana lulusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya yang melakukan dan mengembangkan bisnis miniatur perahu Sriwijaya.
Pemanfaatan Limbah Kaleng Menjadi Antena Wireless LAN
Dewasa ini banyak sekali produk makanan yang menggunakan kaleng sebagai kemasanya. Namun selalu saja timbul masalah ketika makanan tersebut telah habis namun kemasanya justru tidak dapat digunakan lagi dan dibuang begitu saja atau ditimbun dalam tanah, padahal sampah nonorganik seperti kaleng kemasan sangat sulit terurai dan dapat merusak stabilitas dan struktur tanah. Oleh karena itu diperlukan penerapan prinsip recycle untuk menanggulangi masalah tersebut. Salah satunya dengan memanfaatan kaleng kemasan bekas menjadi antenna wireless LAN. Adapun tenik pembuatanya sebagai berikut.
Limbah Plastik
Seperti kita ketahui bahwa pemakaian plastik tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Karena begitu banyaknya konsumsi terhadap plastik maka sampah dari plastik pun menjadi komponen ketiga terbanyak setelah sampah organik dan kertas. Plastik tidak bisa diuraikan oleh panas matahari, curah hujan maupun mikroba. Untuk itulah banyak LSM yang bergerak dalam masalah lingkungan menjadikan plastik sebagai prioritas utama.
The Professor As President
Masih ingat dengan sosok yang bernama Prof. Bacharuddin Jusuf Habibie, atau Rudi Habibie atau dikenal dengan nama BJ. Habibie. Presiden ketiga Republik tercinta kita Indonesia. Seorang presiden juga seorang profesor yang menikmati hari tua dan masa pensiunnya tetap memikirkan kemajuan bangsa ini. Indonesia tercinta.
Pantas saja Mantan Presiden kita Soeharto kepincut dengan kepiawaian pak Habibie, hingga akhirnya beliau dipanggil dari Jerman untuk membangun bangsanya. Sebagai seoranga mantan presiden beliau masih tetap seorang Profesor yang terus berkarya dengan inovasi teknologi yang tetap digunakan oleh masyarakat. Kehandalan pikiran beliau sebagai seorang profesor yang tetap berkarya seakan menginspirasikan saya untuk selalu bisa berkreasi dan melakukan penelitian dengan tujuan bermanfaat untuk orang banyak, minimal untuk orang-orang disekeliling kita.
Tas Cantik Berbalut Kemasan Bekas
Seperti yang kita ketahui penduduk Indonesia semakin hari semakin bertambah, seiring dengan hal tersebut kebutuhan masyarakat pun semakin bertambah. mulai dari konsumsi makanan, hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti pembeliaan deterjen pencuci baju, pewangi pakaian , hingga pewangi lantai. Bila satu rumah tangga dalam satu hari menggunakan 1 sachet deterjen, pewangi pakaian hingga pewangi lantai yang bermerk “SO KLIN”, berapa banyak deterjen, pewangi pakaian, dan pewangi lantai yang digunakan oleh semua penduduk di Indonesia selama 1 hari?? dan berapa banyak pula bekas kemasan produk-produk tersebut?

