Hot, Flat, and Crowded
Ini bukan sebuah resume atau sinopsis dari sebuah buku, akan tetapi sebuah pembelajaran baru bagaimana kita bisa menyikapi kondisi lingkungan kita saat ini dengan bijak. Thomas L. Friedman penulis bestseller The World Is Flat telah membantu jutaan pembaca untuk melihat globalisasi dengan cara yang baru. Sekarang Friedman membawa pandangan baru kepada destabilisasi krisis perubahan iklim dan meningkatnya kompetisi untuk energi-baik yang dapat meracuni dunia kita jika kita tidak bertindak cepat dan kolektif. Argumen-Nya berbicara kepada kita semua yang peduli tentang keadaan Amerika di masa depan global.
Globalisasi Dunia 2010
2009 tinggal beberapa hari lagi dan tiba 2010. Jadikanlah sebuah renungan bahwa umur kita semakin berkurang. Detik demi detik, menit demi menit, dan selanjutnya hari demi hari. Renungan kita, seberaa jauh kita bisa bermanfaat untuk orang lain, dan seberapa besar manfaat kita untuk diri kita sendiri. Beberapa hari bahkan sebelumnya saya merenungkan apa yang kita bisa perbuat untuk bangsa ini, semakin hari permasalahan sulit terpecahkan bahkan seperti bola salju walaupun Indonesia bukan negeri bersalju. Tapi polemik yang terjadi semakin sulit terpecahkan. Kasus yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat jadi lambat, seorang yang bukan apa-apa bisa mengobok-obok pejabat dan petinggi bangsa ini. Tapi lain halnya dengan Google… Saya melihat dan membaca dalam dua tahun terakhir google sudah bisa membuat dunia bergantung padanya dengan globalisasi yang dibuatnya. Intinya negara lain sudah berpikir masalah teknologi maju, tapi kita, generasi bangsa ini masih disuguhkan dengan cerita dan fenomena korupsi yang susah diberantas. Apa yang menjadi proyeksi globalisasi 2010 bahkan 2020? wallahualam… tapi google sudah mengarah pada kemajuan yang luar biasa..
The Science of Beauty
Filed under: Creativity, Lingkungan, Organisasi SDM, Psikologi Industri
Posting ini bersumber dari majalah Preference edisi XX, Sepetember 2000, dari rubrik profile (gambar dari The Jakarta Post). Sosok wanita paruh baya ini yaitu Dr. Retno Iswari Tranggono, mencapai kepuasan kerjanya saat bergerak di bidang kosmetika. Awalnya bermula dari rasa keprihatinannya terhadap kerusakan-kerusakan kulit akibat pemakaian kosmetika, hingga akhirnya ia memilih untuk berkonsentrasi di bidang teknologi kosmetika.
Dari Ide Menjadi Kesuksesan
Filed under: Creativity, Kuliner, Menulis, Motivasi, Psikologi Industri
Membuka suatu usaha waralaba merupakan suatu usaha yang cukup menjanjikan, apalagi jika didasari ide-ide brilian pengusaha tersebut. Hal inilah yang mendasari seorang Hendy Setiono, untuk membuka suatu usaha waralaba, yaitu Kebab Turki Baba Rafi (KTBR), sebuah makanan popular di kawasan Timur Tengah dan Turki dan belum ada di Indonesia.
Raih Peluang Usaha Melalui Kreativitas
Filed under: Bisnis, Creativity, Ekonomi, Psikologi Industri
Peluang seseorang untuk memperoleh peluang usaha atau pekerjaan dapat terbuka lebar selain dari lapangan pekerjaan yang ada. Peluang usaha seseorang dapat diraih dengan sendirinya tergantung dari seberapa besar usaha orang itu dapat menciptakan sesuatu yang baru (lain daripada yang lain). Kejadian ini dialami oleh 2 orang pengusaha sukses, yaitu Akhmad Kurnia Rivai dan Dwi Anita Wijaya. Akhmad Kurnia Rivai adalah pengusaha aksesori rumah tangga, sedangkan Dwi Anita Wijaya adalah pengusaha meubel. Mereka adalah para pengusaha sukses yang pantang menyerah untuk menciptakan sesuatu yang baru demi meraih kepuasaan dari pekerjaannya.
Bisnis Nasi Udukpun Bisa Besar
Filed under: Bisnis, Budaya, Creativity, Ekonomi, Kelayakan Bisnis
Nasi uduk merupakan makanan popular khas Jakarta. Nama yang diperkenalkan kepada pelanggannya adalah “Nasi Uduk Cahaya Asli”. Bisnis nasi uduk ini didirikan oleh Jamine Ravasia, Erna Wita, Elizabeth Hendrica, dan Dr. Jusriel Kamil. Usaha ini merupakan usaha patungan dari keluarga yang masih merupakan keluarga dekat. Usaha nasi uduk ini berdiri pada awal September 1993 di jalan Gondangdia Lama, Jakarta Pusat.
Starbucks Coffee
Filed under: Bisnis, Budaya, Creativity, Ekonomi, Manajemen, Marketing, Menulis, Penelitian, Sistem Bisnis Internasional
Starbucks Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Starbucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan biji kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film.
Mendorong Aktivitas Para Entrepreneur Berpotensi
Filed under: Bisnis, Creativity, Organisasi SDM, Psikologi Industri
Diangkat dari majalah INVESTOR, pada kolom INFOVESTA, edisi November dimana bahasan artikel ini bagaimana mengatasi masalah pengurangan pengangguran kerja, memajukan bagaimana para finalis entrepreneur untuk lebih bisa bersaing dengan para investor dari Negara lain, bagaimna supaya para finalis ini dapat diteladani oleh para pemimpin dan juga oleh para pengusaha-pengusaha muda.


Saya