Jika Aku Menteri Pendidikan Indonesia
Hahaha… Geli sekali dengan judul posting ini.. Saya bukan menteri hanya Dosen biasa, akan tetapi saya ada harapan yang besar untuk pendidikan di Indonesia. Gambar disamping saya kutip dari tulisan saudara Aef Fathudin di dalam blognya Klikkm.net. Memang sangat sederhana tetapi syarat dengan sindiran wajah pendidikan di Indonesia. Semoga bagi anda yang membaca posting ini, mendukung untuk perubahan pendidikan di Indonesia. Jabatan menteri saat ini seperti kue tart, yang di bagi-bagi oleh partai politik. Akibatnya pemegang jabatan menteri tidak sesuai dengan bidang. Jabatan itu bagaikan jabatan ucapan terima kasih dari partai pemenang pemilu kepada partai pendukungnya. Apalah itu namanya, koalisi, atau apa saja namanya… Sedangkan Pendidikan di Indonesia Tetap saja seperti NEGERI AUTO PILOT… Siapapun Mentrinya dan siapapun Presidennya, Tetap saja masih ada Sekolah yang BOCOR…
Mungkin beberapa diantara kita masih ingat sosok nama Nugroho Notosusanto. Salah satu menteri di jaman Orde Baru Pemerintahan Soeharto. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1985). Saat beliau menjabat menteri saya masih duduk di Sekolah Dasar, dan saya selalu ingat sekali buku yang saya miliki masih bisa digunakan oleh adik saya. Sekarang sudah sangat berbeda. Buku yang sudah digunakan oleh kakaknya belum tentu bisa digunakan oleh adiknya. Pada akhirnya murid harus membeli buku baru. Intinya bukan masalah beli buku atau menggunkan buku bekas. Tetapi terilihat sekali kurikulum untuk sekolah itu gampang sekali berubah-rubah. Tidak ada sekali menceriminkan kemudahan dalam mengakses kurikulum yang sama. Unjungnya hanya satu, masalah UUD (ujung-ujungnya duit). Semua orang butuh Duit, tapi dalam pendidikan tidak semua di “DUIT” kan. Ada beberapa faktor yang sangat mendasar dan sangat memperihatinkan;
- D

ijaman Reformasi, dikala Dewan perwakilan Rakyat sibuk dengan bagi-bagi kue tart, sibuk buat “WC UMUM” di gedung MPR DPR. Masih ada Gedung Sekolah yang BOCOR bahkan AMBRUK Atapnya. Boro-boro mau belajar tenang, Gedung Sekolah saja tidak ada.
- Dijaman Reformasi, Dikala KPK mengusut para Koruptor bahkan ada selebritis sebagai anggota Dewan yang terlibat tetapi masi ada Guru yang hidupnya di bawah garis standar hidup. Gajinya sangat minim, miris sekali masih ada Guru di Negeri ini yang harus menarik Ojeg (itu masih sangat mulia daripada jual LKS) hanya sekedar menambah penghasilan. Walapun sudah ada sertifikasi untuk Guru dan Dosen.
Saat ini masih Anak Sekolah yang harus memiliki keahlian OutBound kesekolah. Menyebrang kali seperti INDIANA JONES. Lalu setelah berjalan hanya untuk sekolah saja, dibebani lagi dengan biaya-biaya lain-lain.. Sungguh mahaal sekali sekolah di negeri ini.
Itu hanya beberapa fakta wajah pendidikan di negeri kita tercinta. Tidak bisa di generalisir juga kondisi tersebut. Masih ada sekolah-sekolah yang kondisinya sangat layak bahkan Gurunya pun makmur. Akan tetapi kondisi ini tidak merata. Sekolah yang baik hanya di Kota-kota besar saja, sekolah di daerah terpencil tidak. Artinya mendapatkan pendidikan di Indonesia tidak Merata. Lalu Apa yang Kita perbuat???? Memang Panjang Ceritanya. Mungkin Ada beberapa langkah yang harus kita perhatikan.
- Awasi Dana BOS dari pemerintah. Bantuan KPK sangat dibutuhkan disini untuk mengawasi para Kepala Dinas di Pemerintahan Kota atau Kabupaten.
- Tingkatkan kesejahteraan Guru, Jika bisa lebih besar dari gaji Hakim atau Jaksa. Jangan hanya anggota dewan yang naik Gajinya.
- Benahi Infrastruktur wilayah, terutama bagi daerah yang jauh dari keramaian kota. Minimal untuk akses sekolah dan rumah sakit.
- Hapus jawaban KLASIK, “TIDAK ADA ANGGARAN”. Selama untuk kepentingan mulia anak bangsa ini, “LANJUTKAN”. Jangan sampai ada sekolah “LASKAR PELANGI” lagi di negeri ini.
Posting ini hanya sekedar mengingatkan saja, bukan sebuah kritikan atau sebuah protes. Harapannya Pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Tetapi hanya tergerak dari nurani saya melihat pendidikan di Indonesia. Saya sangat prihatin, Semoga sayapun bisa memegang Amanah dengan apa yang saya lakoni selama ini. amin..
Comments
One Comment on Jika Aku Menteri Pendidikan Indonesia
-
erilalitadewanti on
Thu, 9th Feb 2012 18:26
setuju sekali …
bukan hanya gedung dpr yg baru, tapi gedung sekolah jg perlu yg baru
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


Saya