Online Buku » Ekologi Industri, Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah

Pemaanfaatan Limbah Kulit Singkong Sebagai Pupuk (Bioteknologi) dan Obat Cacing

Singkong merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm,tergantung dari jenis singkong yang ditenam.Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin. Nah,kalau daun dan isinya begitu bermanfaat dan sangat bernutrisi tinggi untuk kita bagaimanakah dengan kulitnya? Apakah kulit singkong hanya sebagai limbah/sampah dari singkong? Hal ini sering kali disepelekan oleh sebagian besar orang,namun ternyata selain dianggap sebagai limbah dari tanaman singkong,kulit singkong memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yang dapat digunakan sebagai sumber bagi ternak. Selengkapnya dibahas dalam poin-poin berikut ;

DESKRIPSI
Berdasarkan bentuknya sampah digolongkan menjadi sampah organik,anorganik,dan sampah berbahaya. Maka kulit singkong ini tergolong dalam sampah Organik karena sampah ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Selama ini 70% dari jumlah volume total sampah di Indonesia merupakan jenis sampah organik.Oleh karena pengolahan dari sampah yang dapat terdegradasi ini sangat membantu dan meminimalisasi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Selama ini pengolahan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sampah bersifat terpusat. Misalnya saja,seluruh sampah dari kota Jakarta harus dibuang di tempat pembuangan akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. Dapat dibayangkan berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi,sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah organik dan anorganik. Padahal,dengan mengelola sampah besar ditingkat lingkungan terkecil seperti RT atau RW, dengan membuatnya menjadi kompos maka paling tidak volume sampah dapat dikurangi. Apalagi kulit singkong sering dianggap remeh dan menjadi limbah rumah tangga padahal ada banyak menfaat yang didapat dari kulit singkong.

DAMPAK
Walaupun sampah organik/limbah kulit singkong banyak memiliki manfaat dan dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, dan bioenergi bukan berarti limbah ini tidak memiliki dampak negative. Dampak negative yang dapat timbul adalah jika kita membakar sampah asal-asalan karena dapat mengganggu kesehatan. Masalah lain dari sampah organik/limbah kulit singkong adalah kelembapannya.Sampah basah mengakibatkan partikel-partikel yang tidak terbakar berterbangan juga berakibat terjadi reaksi yang menghasilkan hidrokarbon berbahaya.Partikel-partikel yang tak terbakar akan terlihat sebagai awan dalam asap.

CARA PENGOLAHAN

1.Pupuk (bioteknologi)

Sisa kulit singkong dicacah kecil-kecil, diletakkan di dalam kotak kayu yang diberi air gula merah, disiram diatasnya, lalu tunggu beberapa hari tanpa terkena sinar matahari. Setelah beberapa hari (±2 minggu), disaring dengan adukan pasir,dan yang halus itulah yang dijadikan pupuk.
2.Obat cacing

Diperlukan 60 gr kulit batang singkong dan 30 gr daun ketepeng cina direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan diminum airnya menjelang tidur.Lakukan teratur setiap hari hingga sembuh.

3 thoughts on “Pemaanfaatan Limbah Kulit Singkong Sebagai Pupuk (Bioteknologi) dan Obat Cacing

  1. Singkong memang enak digoreng, daunnya juga enak dibuat lalapan masakan padang, eh ternyata kulit singkong bisa dimanfaatkan sbg pupuk, bagus infonya, semoga kita semua bisa melestarikan alam nan indah ini.

  2. wah pa boy ilmunya banyak, pak klo boleh tau pupuk yang terbuat dalam kulit singkong itu bisa digunakan untuk tanaman apa saja pak?nuhun pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>