Ekologi Industri Pertanian

Ekologi Industri Pertanian yang saling Berkesinambungan

Mengalihragamkan pertanian menjadi agroindustri yang menggabungkan usaha tani dengan industry pemasok bahan dan barang sarana produksi pertanian di satu pihak dan dengan industry pengolahan hasil pertanian di pihak lain, merupakan suatu langkah perlu untuk mewujudkan keterlanjutan pertanian dan menjadikannya penghasil pendapatan yang bermaslahat komparatif memadai.dalam suatu Negara industry maju pun pertanian tidak mungkin diabaikan. Amerika Serikat menjadi Negara adikuasa bukan hanya karena industrinya kuat, melainkan karena ditopang oleh pertanian yang tangguh. Kemampuannya yang besar menghasilkan Negara menjadi alat politik global yang ampuh bagi Negara tersebut. Sebagai bandingan, uni soviet yang mengabaikan pembangunan pertanian pertanian akhirnya memudar pamornya selakuu Negara adikuasa. Negara belanda, suatu Negara industry maju memperoleh sekitar 25% pendapatan ekspor dari bidang pertanian. Para petani di Jerman dan Perancis, dua Negara di dalam kelompok tujuh Negara industry terkemuka di dunia, mempunyai lobi politik kuat.

Pertanian merupakan satu – satunya industry besar yang berfungsi ekonomi dan sekaligus berfungsi social. Hanya pertanian yang dapat menjadi factor pembangunan pedesaan, karena hanya pertanian yang merupakan kegiatan ekonomi besar dan luas yang berpangkalan di pedesaaa. Dengan system agroindustri, yang mengkaitkan industry pembuat sarana produksi pertanian dan industry pengolah hasil pertanian dengan budidaya pertanian yang budidaya pertanian menjadi komponen pemandu, industri – industry tersebut dapat dibangun dengan konsep industry rakyat, atau disebut pula industry pedesaan. Industry rakyat mempunyai struktur geografi mirip dengan struktur geografi pertanian, yang terdiri atas sejumlah perusahaan kecil yang memancar di kawasan pedesaan. Karena struktur ini dan sifatnya yang padat karya, industry rakyat dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak daripada industry besar.

Dengan adanya industry rakyat yang lebih berkembang di pedesaan untuk mengolah hasil pertanian. Ini tentunya akan berdampak pada ekonomi pada kawasan tersebut. Karena pada dasarnya suatu keadaan tersebut ( petani, pengolah hasil pertanian, pekerja, ekonomi, pemerintah) merupakan suatu system, yang pada akhirnya saling berkesinambungan.

Konsep Ekosistem Ekologi

Suatu sistem ekologi yg terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Suatu sistem terdiri atas komponen yg bekerja secara teratur  sebagai suatu kesatuan. Jadi ekosistem : terbentuk oleh komp hidup dan tak hidup di suatu tempat yg berinteraksi membentuk suatu kesatuan tempat yg teratur. Keteraturan terjadi oleh adanya materi dan energi yang terkendali oleh arus informasi antara komponen dalam ekosistem.

Perseptif Ekologi Pertanian

Revolusi hijau yang dipandang sebagai sebuah perubahan menuju ke arah yang lebih baik ternyata membawa dampak seperti sebuah bom waktu. Capra (1999) menyatakan bahwa revolusi hijau tidak membantu para petani, tanah maupun jutaan penduduk dunia yang kelaparan. Revolusi hijau hanya membawa keuntungan bagi korporasi petrokimia. Revolusi hijau telah menggeser berbagai pengetahuan lokal yang ada pada petani kita dan menggantikannya dengan teknologi. WS Jackson dalam Capra (1999) mengungkapkan bahwa revolusi hijau merubah dasar pertanian kita dari semula tanah menjadi minyak.

Revolusi hijau berkembang karena pemahaman yang keliru pada konsep ekonomi. Efisiensi dan produktivitas menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan pada masyarakat industri. Konsep inipun menyebar tanpa pandang bulu hingga ke negara agraris. Teknologi, sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas juga diberlakukan pada bidang pertanian. Teknologi yang berkembang sering tidak ramah lingkungan dan budaya, sehingga lingkungan serta nilai budaya masyarakat lokal menjadi korbannya.

Berbagai konsep yang berkembang dalam ekologi pada akhirnya dapat mengerucut pada berbagai perspektif. Capra (2001) dan Ife (2002) berhasil memformulasikan beberapa prinsip ekologi yang dapat dijadikan sebagai perspektif berbagai kalangan. Ife mengemukakan empat prinsip ekologi, yaitu holistik, keberlanjutan, keanekaragaman dan keseimbangan. Sedangkan Capra mengemukakan lima prinsip ekologi, yaitu kesalingterhantungan, jejaring kerja, kerjasama, fleksibilitas dan keanekaragaman

Sachs (1984) menyatakan bahwa ekologi manusia mengaitkan ekologi dengan ekonomi. Dalam hal ini ekologi merangkum falsafah pengelolaan sumberdaya yang mengupayakan produktivitas lewat dukungan ekosistem. Ekologi memacu kecerdikan manusia untuk merubah unsur-unsur suatu lingkungan tertentu menjadi sumberdaya ekonomi tanpa menggoyahkan neraca ekologi alam.