Fidel Castro
Castro – TOKOH NYENTRIK,PENDIRI SOSIALISME KUBA
Kapal pesiar Granna meninggalkan dermaga di Meksiko pada November 1956. Kapal pesiar ini berisikaN 82 orang penumpang dan menuju Kuba, Negara tetangga Meksiko di Amerika tengah. Pada tanggal 2 Desember 1956, kapal pesiar Granna merapat di pantai utara provinsi Uriente, wilayah Kuba. Tujuan penumpang kapal ini adalah untuk menggulingkan pemerintahan resmi Negara Kuba di bawah pimpinan Presiden Jendral Fulgencio Batista. Serangan dadakan yang dipimpin oleh Fidel Castro itu dapat segera dipatahkan oleh pasukan Batista hingga pemberontak tersebut tinggal 12 orang yang berhasil meloloskan diri dan kemungkinan bergriliya di perbukita Sierra Maestra. Dua orang diantara pemimpin yang selamat adalah Fidel Castro dan Che Guevera. Kemenangan Batista segera diumumkan dengan salah seorang Batista. Ia mengumumkan bahwa pasukan telah dihabisi. Pengumuman ini memberi kesempatan bagi Castro untuk mencari dukungan kekuatan, dan ia dapat melakukannya dengan baik.
Dukungan semakin besar bagi Casrtro, pada tanggal 1 April 1958, Castro mengumumkan perang total melawan Batista. Perang griliya yang dilakukan nya membawa berbagai kemenagan, dan kemenangan ini memberi semangat bagi gerakan kaum sipildi Kuba. Akhirnya Batista kalah pada 19 Desember 1958, selanjutnya Batista mengungsi ke Dominika. 1959, Castro bersama pasukan nya memasuki Havana dengan langkah kemenangan, sementara Santiago, kota terbesar kedua di Kuba juga sudah dikuasai oleh kelompok pemberontak.
Sebuah kisah perjuangan yang sangat fantatis, seperti dongeng. Kemenangan ini hanya dapat disbandingkan dengan kisah AbdulAziz bin Suad yang memanjat dinding benteng Riyadh dan dengan cepat mendirikan dinasti suad yang saat ini berkuasa di Arab Saudi, dengan hanya dukungan 40 orang prajirit. Castro hanya didukung oleh 600 orang prajurit dapat menaklukan 30.000 orang pasukan batista yang terlatih dan memiliki senjata yang lebih lengkap.
Pemerintahan sementara Kuba segera terbentuk dan menetapkan tanggal 1 Januari sebagai Hari Revolusi Kuba. Castro memegang jabatan sebagai Pangliama Tertingi. Dr. Manuel Urrutia Leo memegang jabatan Presiden sementara. kabinet dipimpin oleh seorang professor hukum, PM Jose Miro Cardona. Para pejabat daerah diganti dan dua perwakilan legislatife disatukan. AS mengakui pemerintah sementara pada tanggsl 7 Januari 1959.
Awal pemerintahan dimulai dengan penangkapan, pengadilan, penghukuman dan penembakan para pendukung Batista. Akibat tindakan ini, Castro dikecam oleh dunia internasional. Menghadapi kecapan tersebut, Castro menjawab, “kenapa anda tidak mengecam Batista ketika masih berkuasa?” Lalu selanjutnya, “Pengadilan Revolusioner tidak akan berhenti sebelum kaum ‘bromocora’ habis!” Selanjutnya Castro menghidupkan kembali Partai Komunis yang dilarang semasa Batista berkuasa.
16 Februari 1959, Castro disumpah sebagai Perdana Menteri, menggantikan Cardona yang mengundurkan diri. Jabatan Panglima Tertinggi diberikan pada Raul, adik Castro yang juga ikut bergriliya. Tiga bulan setelah menjadi Perdana Menteri. Castro mendirikan National Instritute of Agrarian Reform dengan Castro sebagai ketuanya. Arah pemerintahan Castro semakin jelas. Selanjutnya Castro mendesak Urrutia mengundurkan diri dari jabatan Presiden. Kursi Presiden segera diisi oleh Osvaldo Dorticos, teman Castro. Segera dapat terlihat bahwa Castro merupakan pusat konsolidasi dan teman-temannya sebagai pendukung.
Nama lengkap Castro adalah Fidel Castro Ruz, putra dari Anggel Castro Y. Argiz. Castro SR. adalah imigran dari Spanyol yang dapat memiliki tanah seluas 23.000 are yang dijadikan sebagai lading tebu dan peternakan lembu di wilayah Biran, Provinsi Oriente. Di dusun inilah Castro lahir dari rahim Lina Ruz Gonzalez.
Istri pertama Anggel meninggal dunia dengan memberi dua orang anak, Lidia dan Pedro Emillio. Angel lalu menikahi juru masaknya, Lina Ruz Gonzalez dan memberi Anggel 7 orang anak. Pertama lahir Anggela, Agustina, Ramon (kelak menjabat pada program perbaikan pertanian, Fidel, Raul(sebagai deputi menteri dan PanglimaPerang), Ernna dan Juana (melarikan diri ke AS karena tidak setuju dengan ideology Fidel).
Tanggal kelahiran Castro ada dua versi. Pertama mengatakan pada tanggal 23 Agustus 1926, tetapi ada yang mengatakan tahun 1927. Dua belas tahun pertama pada masa mudanya dilakui di tanah pertanian ayahnya dengan membantu sebagai petani. Castro hampir tidak bersekolah jika ia tidak mendesak orang tuanya menyekolahkannya pada umur enam tahun. Ia sekolah di Colegio Dolores di Santiago de Cuba.sekolah Castro adalah sekolah di bawah Yayasan Yesuit.
Tahun 1942, Castro melanjutkan ke Colegio Belen, sekolah persiapan menuju ke Universitas Havana. Disini Castro mempelajari bahasa Spanyol, sejarah dan pertanian. Castro dapat meraih gelar sebagai atlet terbaik tahun 1944, dan 1945, ia terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas hukum Unuversitas Havana.
Di kampusnya, Castro terpilih sebagai Presiden Senat Mahasiswa yang militan. Pada saat ia masih mahasiswa, ia telah mengikuti aktivitas politik. Ketika ada gerakan pergulingan Presiden Jenerelisimo Rafael Trujjilo di Dominika, Castro meninggalkan kampusnya dan ikut terlibat dalam pemberontakan tersebut. Ia juga terlibat dalam Kongres Mahasiswa di Bogota, Colombia, dan selanjutnya terjadi kerusuhan yang tekenal dengan nama Bogotazo.
Tahun 1950, Castro berhasil menjadi Sarjana Hukum dan bersama dua temannya mereka membuka praktek sebagai penasehat hokum. Ia memfokuskan pada pembelaan orang-orang miskin. Castro juga terlibat sebagai anggota Partido Ortosoxo, yang juga dikenal dengan Partido del Oueblo Cubano, yang didirikan oleh Eduardo Chibas. Selanjutnya melalui partai itu, Castro dicalonkan sebagai anggota parlemen pada pemilu tahun 1952.
Polemik politik terjadi pada tahun itu juga di Kuba. Pada bulan Maret 1952, Jenderal Fulgencio Batista berhasil melakukan melakukan kudeta dan menggulingkan Presiden Carlos Prio Soccaras. Diktatorisme segera berlaku di Kuba. Melihat ini, Castro menjadi sangat kecewa.
Kekecewaan Castro mengantarknnya untuk membuat petisi ke Mahkamah Penjamin Konstitusi dengan menggugat kaum dictator telah melanggar UU 1940. tetapi Mahkamah menolak petisi Castro, malah manekankan bahwa revolusi merupakan sumber hukumnya. Gagal melakukan petisi, Castro lalu mengorganisir pemuda idealis untuk memberontak demi demokrasi, keadilan sosial dan untuk meneggakan konstitusi 1940.
Dengan senjata seadanya, Castro dan teman-temannya melakukan serangan pada 26 Juli 1953 ke Moncada Barrack di Santiago. Castro berharap bahwa serangan ini akan menyulut pemberontakan di Propinsi Oriente, tetapi harapannya tidak terjadi. Setengah dari pasukan Castro tewas, sedangkan Castro dan Raul ditawan. Serangan ini kemudian dikenal sebagai gerakan 26 Juli dan banyak yang simpati pada gerakan ini.
Fidel lalu diadili dan ia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara di Pulau Pines. Dalam pembelaannya di pengadilan, masyarakat Kuba dan beberapa wartawan asing menjadi terkesan pada pembelaannya. Di akhir pembelaannya ia mengatakan, “ La Historia meabsolvera ( Sejarah yang akan membebaskan aku ), “ Rasa percaya diri yang sangat baik, “ demikian komentar salah seorang wartawan, “sungguh berani”, lanjutnya kagum.
Proses pengadilan dilakukan di sebuah Rumah Sakit tentara yang tertutup di Hanava. Sebuah proses peradilan yang tidak sehat. Tetapi yang lebih mengejutkan adalah ketika Castro mengatakan, “Meskipun tuan-tuan yang berkuasa telah menghilangkan kejantanan kami, tetapi suatu saat, kami akan membuktikan bahwa kami lebih jantan dari pada tuan-tuan.” Memang ada informasi yang mengatakan bahwa Castro dan teman-temannya yang tertawan telah dikebiri oleh pasukan Batista, bahkan seorang pacar dari teman Castro telah mendapat kiriman buah zakar, tetapi sulit membuktikan informasi itu.
Berdasarkan amnesty 1955, Castro dibebaskan. Segera ia mengorganisir kegiatan anti Batista dengan tanpa kekerasan, dan ini dijawab dengan menutup jalur media massa bagi Castro yang dilakukan oleh Batista. Kesulitan bergerak di Kuba, Castro pergi ke Meksiko dan mengumpulkan teman-temannya. Di Mexico ini, Castro bertemu dengan Ernesto “Che” Gueara, dokter muda dari Argentina. Guevara kemudian menjadi tokoh kunci dalam revolusi Kuba.
Ternyata, bekas Presiden Prio Soccara memberikan bantuan keuangan pada Castro dan gerakannya. Uang inilah yang kemudian dibelikan kapal pesiar Granna, yang mengantarkan Castro kembali ke Kuba untuk pemberontakannya.
Begitu Castro mereguk kemenangannya, ia mengambil keputusan untuk tidak mau terbelit oleh masa lalunya. Jalur pendidikan tidak boleh dicampuri oleh Gereja Katolik. Mirta Dias Balart diceraikannya dan pertanian milik keluarganya dinasionalisasikan. Tindakannya atas tanah pertaniannya membuat ibunya marah sekali dan adiknya pergi ke AS. Mirta juga mengikuti adik iparnya menuju AS. Seluruh keluarganya mengutuk tindakan Castro.
Sebenarnya, tanpa melakukan tindakan kontroversial seperti itu, Castro telah memiliki syarat yang baik untuk memimpin Kuba. Ia adalah orang yang ramah, cerdik, pandai, makmur, kepribadian kukuh dan tubuh yang kuat. Setiap hari, Castro hanya tidur beberapa jam. Dibawah sitem yang bagaimanapun, Castro pasti dapat tampil di depan. Itu sudah dibuktikannya semasa Batista berkuasa.
Cirri-ciri yang tampak pada diri Castro inilah yang membuat Mitra rela pergi dari keluarganya untuk mengikutio Castro. Tetapi harapannya mulai lenyap ketika mereka mengadakan bulan madu di AS, Castro lebih suka mambaca Das Capital dari pada menikmati bulan madunya.
Setelah berkuasa, ide untuk mendirikan Kuba sebagai Negara sosialis semakin terlihat. Ia mengumumkan akan melaksanakan Pemilu ke Tiga tahun 1961, dan ia mengatakan bahwa revolusi tidak akan memberikan kesempatan bagi kaum tanah untuk berkuasa kembali. 2 Desenber 1961, ia menegaskan, “Program Marxistis-Leninitis akan diterapkan di Kuba dan disesuaikan dengan kondisi obyektif dari Kuba.” Lalu didirikan ORI, Organizaciones Revolusionarias Integradas di mana Castro sebagai Sekretaris Utama. Tidak lama kemudian, 2 Desember 1963, namanya diganti menjadi Partido Unido de la Revolucion Socialista (PURS), yang selanjutnya berubah lagi menjadi Partido Comunista de Cuba pada October 1965.
Castro adalah orang yang penuh dengan semangat dan tidak perduli dengan segala kerumitan. Pada masa bergrilya di hutan, mereka tidak selamanya memegang senjata. Pada saat-saat tertentu mereka akan melepas senapannya dan menggantinya dengan gitar dan mereka berpesta, bernyanyi, berdansa dengan para wanita grilyawan dan meminum rum, minuman kesukaan Castro. Di antara suasana pesta tersebut, Castro ikut aktif di dalamnya.
Beberapa kemajuan akan segera terlihat. Kebijakan untuk mengatasi petani yang tidak memiliki tanah, pengangguran, buta huruf dan pelayanan kesehatan segera dapat membuahkan hasil. Kuba merupakan Negara dunia ketiga yang memiliki rasio antara dokter dan jumlah penduduk yang paling tinggi. Castro bahkan yakin bahwa menjadi Negara paling baik dalam masalah pelayanan kesehatan pada 15-20 tahun mendatang. Ekonomi mulai membaik dengan pertumbuhan sebesar 5 % (menurut catatan 1983), sementara Negara-negara Amerika Latin lainnya menghadapi kesulitan. Kuba bahkan dapat memberikan bantuan tenaga ahli, tentara, senjata ke Negara dunia ketiga lainnya terutama Afrika. Walaupun Negara ini semakin makmur, rakyat tetap dibatasi dalam pembelian bahan pangan.
Salah satu kunci keberhasilan Castro adalah kemampuannya untuk meyakinkan rakyat Kuba. Ketika Castro gagal dengan kebijakan untuk menaikkan produksi gula pada tahun 1960, Castro mempublikasikan permintaan maaf secara umum. Bisa dipahami bila rakya Kuba juga tidak akan marah ketika mereka kalah di Grenada. Tidak ada kritik yang dilontarkan. Bukan karena kritik dilarang, tetapi karena mereka tidak akan lupa pada peristiwa teluk Babi pada 1962, pasukan Castro dapat mengalahkan pasukan AS yang dikoordinasikan CIA pada masa pemerintahan Presiden Kennedy. Bahkan, Castro dapat mendesak AS untuk membayar sebesar 35 juta $ sebagai pengganti tawanan perang, sebanyak 1113 orang tentara AS.
Charisma dari tokoh dengan “Brewoknya” yang lebat terutama terletak pada gaya dan kepandaiannya berbicara. Castro dapat melakukan pidato tanpa teks selama berjam-jam dengan amat mengikat. Castro mungkin setara dengan korator-korator dunia lainnya seperti Soekarno dan Naseer.
Yang khas yang dilakukan Castro ketika berpidato di PBB. Ia akan selalu memukul micnya setiap mengucapkan kata AS, “The United States, ….Plak…,” juga ada kalimat penutup yang selalu diucapkannya, yaitu : “Patri o Muerte Venceremos (Tanah Air atau mati, kita pasti menang).
Tindakan-tindakannya selalu diluar jalur protokoler. Suatu hari ia menelpon seorang wanita Kuba yang telah menjadi warga Perancis, katanya, “apa komentar anda tentang camembert (Keju model prancis yang baru dibuat di Kuba? “terlalu asin,” jawab gadis itu. Dua bulan setelah itu, kembali Castro menelpon wanita tersebut, katanya, ”Wah, anda salah”. Saya sudah mendatangkan Cammbert dari Prancis, ternyata lebih asin dibandingkan kepunyaan kita.”
Penampilan Castro sering “urakan”. Ia bisa melakukan inspeksi ke daerah pertanian dengan helicopter secara tiba-tiba, atau melompat dari mobilnya, bermain dengan anak-anak sekolah menengah di lapangan basket, dan kalau sudah begini ia akan selalu lupa waktu. Presiden Soekarno pernah jengkel pada Castro pada saat berkunjung ke Kuba karena Castro terlambat hampir 1 jam. Castro lalu mengejar Soekarno yang telah kembali ke Hotel. Mobil yang membawa Soekarno ada yang menghadang ketika menuju hotel, dan ketika sopir itu keluar, terlihat Castro datang untuk meminta maaf dan mengajak Soekarno kembali ke istana. Ia ternyata bermain di pertandingannya sampai lupa waktu.
Castro sendiri adalah orang yang selalu khawatir akan keselamatannya. Untuk pengawalan dirinya, ia membutuhkan banyak prajurit. Ia selalu berpindah tempat setiap malam sebagai tempat beristirahat untuk undangan pesta, ia selalu tidak memberitahukan, apakah ia datang atau tidak. Untuk sebuah pertemuan, ia selalu menyiapkan generator listrik cadangan dan pemerikasaan ruangan pertemuan secara teliti. Jika ditanya, “dari mana semua biaya keamanan itu?” nanti rekeningnya akan saya kirim ke Amerika Serikat,” jawabannya dengan tenang. Castro juga membawa negaranya untuk menjadi Negara dictator seperti pada masa Baptista. Valladares, 23 tahun bekerja pada Departemen Komunikasi Kuba. Ia lalu mengungkapkan ketergantungan Kuba terhadap Unisoviet. Tidak lama setelah itu, Valladeres ditangkap dengan tuduhan kontra revolusioner. Setelah di adili selama 2 jam ia menulis sajak tentang tahanan tersebut di atas kertas koran yang disobeknya. Puisi itu lalu dikirimnya keluar melalui pakaian kotornya dan setelah keluar penjara, puisi itu dikeluarkan dari Kuba. Kumpulan puisi itu lalu diterbitkan di Spanyol dengan judul “Dari kursi roda (1977), dan hatiku, tempat hidupku(1980). Valladeres juga menerbitkan sajaknya dalam bahasa Prancis, tahanan Castro (1979).
Ada juga kisah tentang bocah laki-laki. Roberto (12 tahun), yang ditahan karena ia melihat sebuah pistol di mobil seorang pejabat Departemen Kuba. Ia mengambil pistol tersebut lalu menembakkannya ke udara. Ia hanya bermaksud untuk bermain-main. Atas kejahatan tersebut, Roberto dihukum penjara. Beberapa hari di penjara Roberto telah menjadi korban pemerkosaan oleh beberapa napi dan terakhir diketahui bahwa Roberto telah menjadi langganan penyakit kelamin.
Castro ternyata tidak membawa perubahan yang cukup berarti bagi Kuba sejak penggulingan Baptista. Tetapi banyak orang berpendapat bahwa kegagalan Kuba bukan kesalahan Castro, hanya keberhasilan yang menjadi tanggung jawab Castro.
Comments
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


Saya