Posting ini bersumber dari majalah Preference edisi XX, Sepetember 2000, dari rubrik profile (gambar dari The Jakarta Post). Sosok wanita paruh baya ini yaitu Dr. Retno Iswari Tranggono, mencapai kepuasan kerjanya saat bergerak di bidang kosmetika. Awalnya bermula dari rasa keprihatinannya terhadap kerusakan-kerusakan kulit akibat pemakaian kosmetika, hingga akhirnya ia memilih untuk berkonsentrasi di bidang teknologi kosmetika.
Pada tahun 1970-an, sebagai seorang dosen dan dokter kulit di Fakultas Kedaktirean Universitas Indonesia/RSCM, banyak menerima keluhan dari masyarakat mengenai ketidak cocokan pemakaian kosmetika. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mencari solusi terbaik dalam bidang perawatan kecantikan. Kemudian ia melakukan serangkaian penelitian, dari hasil penelitiannya, ia meracik sendiri produk kosmetika yang diberikan kepada pasien-pasiennya. Lama kelamaan rekan-rekan seprofesinya minta dibuatkan produk kosmetik racikannya. Hasil ramuan produk kosmetika yang semula diracik di garasi rumahnya itu kemudian banyak diminati para wanita. Penelitiannya terus dilakukan untuk menghasilkan untuk menghasilkan kosmetika yang aman dan bertanggung jawab, dan hasilnya memberikan kepuasan tersendiri bagi wanita paruh baya ini. Produk racikannya ini diberi nama Ristra, yang merupakan kependekan dari namanya sendiri. Kantor pusat Ristra berada di Jl. Radio Dalam 48. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya tersebut, pabriknya yang berada di Citereup, Bogor, memiliki kantor cabank di berbagai kota di Indonesia dan karyawannya lebih dari 900 orang. Produk Ristra yang dikembangkan jumlahnya lebih dari 200 jenis, dan memiliki Ristra House, yaitu pusat layanan kecantikan dan kesehatan yang dibawah pengawasan para dokter. Sekarang telah Ristra House selain di Jakarta, terdapat juga di Bandung, Semarang, dan Surabaya. Kiprahnya di bidang kecantikan tak terbatas, berbekal pengalamannya dan memahami benar ilmu kosmetika, ia terus berkarya dan memberikan pemahaman yang benar mengenai perawatan kecantikan dan kesehatan kulit. Dari hasil ketekunannya bergerak di bidang kosmetika, hingga akhirnya saat ini berbagai jabatan penting telah disandangnya, antaralain sebagai Deputy Presiden Director PT. Ristra Indolab, Ketua HIKI (Himpunan Ilmuwan Kosmetik Indonesia), Co-founder dari The International Society Of Dermatologic Surgery, Anggota dari International Society of cosmetic dermatology, dan sebagai dosen luar biasa FMIPA-UI.
Jika dilihat dari sudut pandang kepuasan dan hasil kerja, Two Factor Theory kelompok satisfier. Dimana faktor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja antara lain achievement, recognition, work it self. Sosok wanita ini mendapat kepuasan kerja karena kosmetika hasil racikannya sendiri kini telah berkembng pesat dan diminati masyarakat, hingga membuka pusat layanan kecantikan dan kesehatan yang telah mempunyai beberapa cabang. Karena ketekunannya itu ia pun telah menyandang beberapa jabatan penting. Semua itu merupakan hasil dari kepuasan kerjanya selama ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepusan kerja disini antara lain;
Faktor psikologi, yang berhubungan dengan sikap terhadap pekerjaan, bakat dan keterampilannya dalam bekerja.
Faktor sosial, faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial
Faktor fisik, factor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja, yang meliputi jenis pekerjaan.
Faktor financial, meliputi jaminan sosial, gaji, dll.
Kepuasan tersendiri bagi sosok Retno Iswari Tranggono sebagai seorang wanita, ia mampu menciptakan kosmetika racikan sendiri yang aman dan direspon oleh masyarakat.