Daur Ulang Limbah Oil Sludge
Limbah dari proses penyulingan minyak mentah dalam industri perminyakan sangatlah komplex. Limbah yang dihasilkan dari proses penyulingan minyak mentah dapat diklasifikasikan sebagai limbah gas, cair, dan padat. Kandungan gas yang terkandung dalam limbah tersebut seperti, volatile hydrokarbon, CO, Nox, dan Sox dapat mencemari lingkungan dan sangat berbahaya bagi lingkungan dan berbahaya bagi manusia.
Reuse Limbah Kertas Sebagai Bahan Baku Pembuat Kertas dan Bahan Kerajinan
Di dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan kertas untuk berbagai kegiatan. Melalui kertas dapat diungkapkan berbagai ide dan pemikiran, juga sebagai sarana untuk menuangkan informasi berupa tulisan dan gambar. Kertas juga dapat dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan Selama ini bahan baku pembuat kertas dibuat dari bagian dalam kulit pohon atau yang biasa disebut dengan liber, sampai muncul istilah library atau perpustakaan yang diambil dari kata tersebut. Percobaan pertama untuk pembuatan sebuah barang yang menyerupai kertas moderen seperti yang telah banyak dikenal selama ini, telah dibuat di Mesir pada jaman dahulu. Suatu tanaman air yang dikenal dengan nama papyrus telah menghasilkan bahan tersebut. Berasal dari kulit-kulit tipis atau kulit-kulit halus, kertas papyrus dibuat.
Sistem Moneter International
Filed under: Ekonomi, Moneter, Sistem Bisnis Internasional
Apabila kita berbicara mengenai masalah moneter maka masalah utama yang kita bahas adalah mengenai uang, yaitu mata uang siapa yang nilainya paling tinggi, kenapa demikian, dan seberapa lama nilainya relatif terhadap mata uang lain dan kekayaan cadangan untuk menjamin nilai mata uang tersebut (yakni emas) Sehingga dalam dunia internasional dikenal istilah hard currency, yang biasanya dimiliki oleh negara-negara maju dimana kecenderungan mata uang ini adalah apresiasi, dan soft currency, biasanya dimiliki oleh negara-negara berkembang atau miskin dimana kecenderungan mata uang ini adalah depresiasi.
Loan of Deposits Ratio Valas Membaik
Sistem Moneter Internasional mencakup berbagai permasalahan, mulai dari standar tukar emas, kebijaksanaan moneter, bursa valuta asing dan masih banyak lagi aspek yang dibahas di dalamnya. Dalam sistem moneter internasional ini ada bahasan mengenai valuta asing. Adapun bahasan yang akan dibicarakan dalam paper ini adalah tentang valuta asing, khususnya mengenai LDR Valas yang Membaik (diambil dalam Harian Kompas, Sabtu, 28 Februari 2009). LDR sndiri merupakan singkatan dari Loan of Deposits Ratio. Nilai ini merupakan nilai rasio kredit valas yang biasanya menjadi indikator likuiditas dari bank-bank yang ada. Nilai LDR atau likuiditas valuta asing ini diketahui dalam setahun terakhir ini meningkat tajam. Menurut keterangan dari Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia dalam Harian Kompas menyebutkan bahwa penyebab dari kenaikan nilai likuiditas valas ini adalah karena adanya dana valas yang masuk dan pindah dari bank lain. Penyebab lainnya adalah adanya konversi kredit dari valuta asing ke rupiah.
Guru Wajib Kaya…??
Selama ini Guru dan Dosen di Indonesia, boleh dibilang masih kurang menonjol dalam sebuah prestasi bisnis. Jarang sekali guru di Indonesia yang memiliki tingkat kehidupan yang layak. Banyak cerita bagaimana pengabdian guru di daerah terpencil mengeluarkan ongkos hidup yang sangat besar dan tidak sesuai dengan penghasilannya. Tidak sedikit Profesor di Indonesia yang notabene sebagai Gurubesar penghasilnnya di bawah standar hidup. Padahal jika dilihat kedua profesi itu sama-sama profesi yang memiliki resiko yang tinggi dalam menyimpangkan ilmu yang akan diajarkan. Ada sebuah tulisan menarik “Rektor UGM: UU dan Dosen Tak Bermanfaat“. Gambar di atas akan saya jadikan kasus, bagaimana seorang guru “Umar Puja Kesuma, S.Pd” melakukan sebuah manufer yang luar biasa, dan setidaknya bisa menjadikan inspirasi baru bagi para guru dan dosen. Pertanyaan yang mendasar adalah “Apakah Guru dan Doses itu Wajib Kaya..??? Apa kaitannya dengan artikel yang saya maksud??
Perkembangan, Strategi, dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Mesir
Perkembangan Ekonomi suatu negara dapat dilihat dari perubahan-perubahan di dalam stabilitas atau keseimbangannyan kapasitas perekonomian dalam jangka waktu yang lama. Ada beberapa karakteristik perkembangan ekonomi modern yang ditinjau dari interrelasi, yaitu:
- Tingginya tingkat pengeluaran perkapita dengan meningkatnya produktifitas tenaga kerja yang cepat
- Tingginya tingkat penghasilan perkapita yang dapat mengubah tingginya tingkat konsumsi perkapita
- Teknologi yang maju guna merubah structural skala produk dan karakteristik unit usaha ekonomi yang dicapai
Perkembangan ekonomi yang cepat memungkinkan penelitian dasar-dasar ilmiah yang pada gilirannya membawa penemuan-penemuan dan pembaharuan teknologi yang mendorong perkembangan ekonomi selanjutnya.
Telo (Ubi Jalar) Indonesia diminati Jepang dan Korea Harganya 20 SGD/bungkus
Sampai saat ini kepopuleran ubi jalar Ipomoea batatas atau huwi boled masih kalah dibanding beras dan jagung. Konsumsi ubi jalar di Indonesia hanya 9,6 kg/tahun. Padahal di dalam umbi telo terdapat beragam manfaat luar biasa. Seperti yang dirilis oleh Nutrition Action Health letter, USA, bahwa umbi jalar menempati rangking satu dari 58 jenis sayuran. Hal ini diperkuat oleh WHO, badan kesehatan PBB jika ubi jalar mempunyai kandungan vitamin A sebanyak 4 kali wortel, sehingga sangat baik untuk mencegah kebutaan dan penyakit mata lainnya. Sedangkan kandungan Beta Coretan dan antociamin-nya sangat bermanfaat bagi balita dan anak-anak untuk membantu pertumbuhan tulang, gigi, rambut dan kulit serta sebagai pencegah berbagai penyakit degenetatif seperti jantung koroner, stroke dan kanker. Bagi orang yang terkena diabetes, ubi jalar sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat karea kandungan gulanya yang rendah. Karena itu pantaslah jika ubi jalar diberi predikat Sweet Potatoes is The King of Vegetables, oleh Nutrition Action Health Leter, USA.
Strategi Bulog untuk Menekan Harga Gula di Pasaran
Filed under: Bisnis, Kelayakan Bisnis, Supply Chain Management
Krisis Ekonomi Dunia yang berkepanjangan bukan hanya berdampak pada negara maju seperti Amerika dan Eropa namun juga terhadap negara-negara berkembang salah satunya adalah Indonesia. Semua harga harga produk baik produk local maupun yang impor terkena imbasnya krisis ekonomi ini, sehingga harga yang melambung tinggi ini sulit untuk dijangkau oleh pembeli. Seperti halnya produk gula dalam negeri yang sebelumnya terjadi kenaikan harga karena Krisis ekonomi ini. Terjadinya kenaikan harga ini dikarenakan persediaan bahan baku gula yang menipis. Petani Tebu lokal mengalami masa sulit panen dalam beberapa bulan karena persediaan pupuk yang terbatas dan juga harganya pupuk yang melambung tinggi. Persediaan bahan baku gula yang terbatas ini secara otomatis mengakibatkan harga gula pun naik dan persedian gula pun terbatas, di lain pihak permintaan pembeli akan gula terus meningkat.


Saya