Mar
13
Perkembangan Ekonomi suatu negara dapat dilihat dari perubahan-perubahan di dalam stabilitas atau keseimbangannyan kapasitas perekonomian dalam jangka waktu yang lama. Ada beberapa karakteristik perkembangan ekonomi modern yang ditinjau dari interrelasi, yaitu:
- Tingginya tingkat pengeluaran perkapita dengan meningkatnya produktifitas tenaga kerja yang cepat
- Tingginya tingkat penghasilan perkapita yang dapat mengubah tingginya tingkat konsumsi perkapita
- Teknologi yang maju guna merubah structural skala produk dan karakteristik unit usaha ekonomi yang dicapai
Perkembangan ekonomi yang cepat memungkinkan penelitian dasar-dasar ilmiah yang pada gilirannya membawa penemuan-penemuan dan pembaharuan teknologi yang mendorong perkembangan ekonomi selanjutnya.
Ekonomi Pembangunan adalah salah salu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang pembangunan perekonomian masyarakat di negara berkembang.
Pembagunan ekonomi adalah proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat meningkatkan. Meningkatnya pendapatan perkapita merupakan cerminan dari timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tujuan pembangunan akonomi adalah menciptakan pertumbuhan GNP. Pertumbuhan GNP ditunjukkan dengan meningkatnya mutu pendidikan, menambahnya penghasilan pertanian, kurangnya angka kemiskinan, dan bertambahnya modal Negara.
Manfaat pembangunan ekonomi yaitu :
-
Meningkatnya GNP
-
Mengurangi pengangguran
-
Meningkatkan kemakmuran
-
Pengelolaan alam yang lebih baik
-
Modal yang terkumpul
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi yaitu :
-
Ukuran suatu Negara (geografis, penduduk dan pendapatan)
-
Sistem&struktur politik
-
Latar belakang histories
-
Hubungan internasional
-
Bantuan modal internasional
-
Pemerataan&pertumbuhan penduduk
-
Pendidikan
-
Teknologi
Strategi ekonomi merupakan berbagai usaha yang dilakukan demi tercapainya proses dan perubahan terus-menerus dalam memperbesar pendapatan perkapita. Strategi yang akan dilakukan sangat erat kaitannya dengan sistem perencanaan yang dibuat. Semakin perencanaan yang akan dilakukan dinamis maka strategisnya pun akan tertata rapih.
Perencanaan pembangunan sendiri adalah upaya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang terjadi yang bersifat akumulatif, atau sebagai peran arahan bagi proses pembangunan untuk berjalan menuju tujuan yang ingin dicapai sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembangunan.
Ciri perencanaan pembangunan :
-
Berisi upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi
-
Meningkatnya pendapatan perkapita
-
Merubah struktur ekonomi
-
Meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat
-
Pemerataan pembangunan
MESIR
Perkembangan, strategis dan perencanaan pembangunan ekonomi Negara Mesir yang diketahui adalah pada sumber daya alam yang baik dikelolanya. Tenyata hal ini terpengaruh dari latar belakang historisnya.
Berdasarkan sejarah yang ada jika diliht dari segi budaya, Mesir mempunyai peradaban yang tinggi sejak 3200 SM dari Pharaonic, Hellenistic, Romawi hingga Islam. Sehingga Mesir digelari Ummu Dunyu dan Ummu Hadhorat, karena masalalunya yang telah mencapai puncak paradaban ketika bangsa lain masih dalam kondisi keterbelakangan.
Sementara itu jika dilihat segi perekonomian dan politik mesir Di masa sebelum perang Dunia II Mesir merupakan kekuatan ekonomi tersendiri di kawasan Timur Tengah, berkat ekonomi agraris yang memiliki tenaga kerja yang berlimpah-limpah dan mulainya tumbuh industri sedang dan primer di kota-kota besarnya. Tetapi biaya peperangan birokrasi yang membengkak dan ledakan penduduk akhirnya membuat kekuatan ekonomi Mesir menyusut secara drastis dalam masa dua dasawarsa saja. Tenaga terlatih dan setengah terlatih yang dimilikinya sulit menemukan penyaluran dalam bentuk lapangan kerja yang sesuai dengan keahlian dan kebutuhan hidup mereka. Sedangkan pada waktu yang bersamaan muncul kekuatan ekonomi yang baru di jazirah Arabia, berkat semakin meningkatnya harga minyak bumi. Penyerapan kelebihan tenaga terlatih dan setengah-terlatih Mesir di negara-negara Saudi Arabia, Kuwait, Persatuan Emirat Arab, Bahrein, Oman dan Libya (sebelum terputusnya hubungan bilateral antara kedua negara) ternyata tidak mampu mengimbangi produksi tenaga terlatih dan setengah-terlatih yang terus meningkat tiap tahunnya, Sehingga selamanya masih ada tersisa sejumlah tenaga kerja terdidik yang tak tersalurkan dengan baik. Friksi antara mereka yang tersalur dan tidak tersalur keluar negeri lambat laun tumbuh menjadi kesenjangan identita antara kedua kelompok itu.
Di samping perubahan-perubahan ekonomi yang berlangsung secara cepat, masalah identitas itu semakin tajam juga oleh perubahan-perubahan cepat dalam kehidupan kultural yang terjadi selama tiga puluh tahun terakhir ini. Mesir dan Lebanon umpamanya, semenjak puluhan tahun yang lalu memegang supremasi di bidang kebudayaan di kalangan bangsa-bangsa Arab di abad modern ini. Kehidupan intelektual kawasan Timur Tengah hampir sepenuhnya ditentukan oleh kehidupan budaya kedua negara tersebut. Tetapi perubahan cepat dalam kehidupan politik memberikan bekas-bekasnya sendiri. Karena Lebanon tetap berpegang pada orientasi budaya serba kosmopolitan dengan pemberian tekanan pada pengembangan seni bebas (liberal arts), sedangkan pemerintahan sosialistis Mesir di masa Presiden Nasser mengutamakan indoktrinasi marxistis dengan akibat pengarahan sesisi atas kehidupan budaya, dengan sendirinya lalu terjadi kesenjangan dalam orientasi budaya kedua bangsa, yang menimbulkan akibat-akibat tidak kecil pula bagi kehidupan budaya di semua negara-negara Arab. Ternyata perkembangan tidak berhenti sekian saja, karena segera datang perubahan lain secara cepat pula, yaitu berubahnya orientasi budaya di bawah pemerintahan Sadat. Dengan demikian, terjadi proses pembalikan yang cukup ironis. Kekacauan kehidupan di Lebanon akhirnya membawa Mesir kepada kedudukan memimpin kehidupan budaya liberal, sebagai ganti kedudukan yang di pegang Lebanon selama ini. Sedangkan petro dollar yang mengalir ke Irak dan buah jerih payah mengirimkan mahasiswa-mahasiswanya ke Mesir dan Lebanon semenjak tahun-tahun empatpuluhan telah memberikan buahnya sendiri, yaitu munculnya sentrum baru kebudayaan Arab di lembah Mesopotamia, dengan orientasinya yang militan dan sosialistis.
Pemerintah Mesir juga memberikan perhatian yang besar bagi ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai, antara lain: sumber energi (listrik, gas, minyak), akses jalan, berbagai sarana transportasi (darat, laut, udara), dan teknologi telekomunikasi dan informasi. Sumber pendapatan negara pada saat ini masih tertumpu pada sumber daya alam terutama terpusat pada hasil-hasil pertanian, perkebunan dan ditambah pada pajak terusan. Suez serta parawisata. Pada dekade sembilan puluhan pemerintah yang berkuasa merubah haluan dari sistem ekomoni sosial kapitalis. Konsekwensi perubahan tersebut, laju pembangunan semakin pesat dan tingkat eros nasional pun meningkat. Saat ini Mesir mulai mengalihkan pandangannya untuk membangun sebuah negara industeri pemasok negara-negara Arab dan Afrika, terbukti dengan adanya pembangunan pabrik-pabrik raksasa seperti pabrik perakitan lokomatif terbesar di Arab. Belakangan ini presiden Mubarak telah merubah kebijaksanaan melalui pembangunan ekonomi secara total, dengan merangsang para investor asing untuk menanamkan modalnya di mesir melalui kerjasama ekonomi selatan – selatan. Mesir saat ini melirik ke asia khususnya tujuh macan Asia yang dianggap mampu menguasai pasaran dunia (sebelum krisis).
Dalam bidang penyediaan produk rumah tangga, pasar domestik Mesir dengan pertumbuhan ekonominya yang cukup stabil, telah meningkatkan demand pertumbuhan pasar produk-produk rumah tangga mencapai 4,2% per tahun. Dalam hal ini, terdapat peluang untuk meraih pasar produk rumah tangga ber-image khusus, seperti perawatan tubuh wanita tradisional, ataupun peralatan rumah tangga bercorak etnik, seiring dengan mulai berkembangnya jumlah kalangan menengah dan atas di Mesir. Namun demikian, masih cukup banyak masyarakat Mesir yang hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga kebanyakan masyarakat Mesir meskipun mengalami peningkatan daya beli, cenderung mengkonsumsi produk “massal murah meriah” seperti dari China.
Memang harus diakui bahwa pertumbuhan perkapita di Mesir lebih bergantung pada sumber daya alam. Namun sumber daya alam saja tidak cukup untuk pembangunan ekonomi. Masih dibutuhkan satu syarat yang lain yang utama yaitu prilaku manusia. Prilaku inilah yang dijadikan peran kestrategisan bangsa Mesir dalm pembangunan. Dalam hal ini Negara Mesir mampu menempa prilaku manusia tersebut kearah yang mendukung pembangunan yang besifat Islami yang berpotensi dan tidak mengalami kesulitan seperti yang dialami oleh Negara-negara sekuler. Adapun rumusan tujuan kebijakan pembangunan dan target yang lebih spesifik untuk tujuan pembangunan yaitu:
-
Pembanguna sumber daya insani merupakan tujuan pertama kali dari kebijakan pembangunan
-
Perluasan produksi yang bermanfaat
-
Perbaikan kualitas hidup dengan memberikan prioritas pada 3 hal yakni terciptanya lapangan kerja, sistem keamanan yang luas dan pembagian kekayaan dan pendapatan yang merata.
-
Pembanguana yang seimbang yakni harmonisasi antar daerah berbeda dalam satu Negara dan antar sector ekonomi
-
Teknologi baru yakni berkembangnya teknologi tepat guna yang sesuai kondisi dan aspirasi negara
-
Berkurangnya ketergantungan pada dunia luar dan dengan semakin menyatunya kerjasama yang solid dalam Negara.
PUSTAKA
Amalia Lia. Ekonomi Pembangunan. Edisi pertama. Graha Ilmu : Yogya 2007.
P. Todaro Michael. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Edisi pertama. Ghalia Indonesia : Jakarta 1983.
Widodo Tri, S. E., M. Ec. Perencanaan Pembangunan. Edisi pertama. UPP STIM YKPN : Yogya 2006.
Comments
Leave a Reply

Saya Boy Macklin, profesi saya sebagai staf pengajar Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung, peneliti, dan teknopreneur. Artikel didalam situs ini diijinkan untuk di copy, diperbanyak, dan dimodifikasi dengan tetap mencantumkan nara sumber dan alamat lengkap URL artikel. Kembangkan wawasan dan kemampuan kita dalam sebuah kreatifitas online.