Tulisan ini dibuat berdasarkan artikel yang diperoleh dari harian Tempo pada tanggal 9 Oktober 2008 dengan judul “Subronto Laras, Punggawa Otomotif yang Nasionalis”. Subronto Laras dan Suzuki adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Citra tersebut melekat dimulai dengan kemunculan Suzuki pertama kali di Manado, Sulawesi Utara. Dengan insting bisnis yang tajam dan kelihaiannya melihat pasar, Subronto memasarkan mobil niaga Suzuki ST-20 di kota tersebut. Tak lama kemudian penjualan mobil pikap tersebut menuai hasil yang memuaskan dikarenakan kondisi pada saat itu yang sedang panen raya cengkeh sehingga masyarakat melirik Suzuki sebagai mobil yang dapat diandalkan sebagai sarana transportasi. Dengan keberhasilan beliau memasarkan Suzuki di Manado, Suzuki mulai dikenal tidak hanya di Sulawesi bahkan sampai ke Pulau Jawa. Kemudian dengan kesuksesan yang beliau sumbangkan bagi Suzuki, Suzuki pun mulai dikenal bukan saja karena motor hasil produksinya namun juga mobilnya. Hal ini terus berlanjut sampai sekarang.
Keberhasilan Suzuki di Manado juga menandakan bahwa Suzuki telah berhasil sebagai perusahaan yang terbentuk dari kerjasama orang-orangnya yang solid untuk memajukan Suzuki sebagai perusahaan otomotif ternama di Indonesia. Tak hanya itu kepemimpinan Subronto Laras juga menghantarkan Suzuki meluncurkan mobil Suzuki APV yang pada saat itu merupakan mobil “nasional” yang dijual dengan harga yang terjangkau.
Sebagai seorang pemimpin, Subronto tidak hanya dikagumi oleh bawahannya. Kekaguman juga dirasakan oleh pimpinan perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan Suzuki. Hal ini terlihat dengan komentar Wisnu Guntoro, Direktur dan Pemimpin Redaksi SmartDrive.co.id, yang menyebut Subronto Laras sebagai seorang industriawan yang memikirkan mobil dengan harga terjangkau masyarakat luas.
Kepemimpinan beliau juga dirasakan seperti seorang bapak yang mengayomi anaknya oleh para bawahannya yang telah ikut mendukung beliau di dalam memajukan Suzuki. Tidak sampai di situ saja, kepemimpinan beliau sebagai kepala dari keluarga besar Suzuki yang telah berlangsung selama 33 tahun juga tidak berakhir meskipun beliau telah pensiun dari jabatan operasionalnya. Beliau berkata bahwa beliau akan tetap mencurahkan perhatiannya pada Suzuki.
Dari kegigihan beliau memajukan Suzuki, terlihat bahwa kepemimpinan beliau mampu memotivasi para anak buahnya sehingga mau bersama-sama berjuang. Dengan kemajuan yang diperoleh Suzuki juga tercermin komunikasi yang dijalin oleh Beliau dengan berbagai pihak sehingga Suzuki dapat dikenal di berbagai kalangan.
Pagi Kang Boy,
1. Dengan melihat peluang pasar merupakan langkah awal untuk mendapatkan yang kita inginkan.
2. Kang Boy adalah orang yang mulia.
secara tidak sadar, ternyata banyak orang-orang yang telah di promosikan di blog ini.
misal : Subronto Laras sebagai seorang industriawan
karena, dengan seperti itu nilai jual yang dipromosikan akan semakin meningkat.
mudah2an mendapatkan balasan yang lebih dari ALLAH SWT.
semoga sehat selalu ya
=================================
salam keberhasilan to Kang boy