Jan
20
Pengolahan Limbah Plastik Dengan Metode Daur Ulang (Recycle)
Filed Under Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah
Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.Jenis limbah pada dasarnya memiliki dua bentuk yang umum yaitu; padat dan cair, dengan tiga prinsip pengolahan dasar teknologi pengolahan limbah;
Limbah dihasilkan pada umumnya akibat dari sebuah proses produksi yang keluar dalam bentuk %scrapt atau bahan baku yang memang sudah bisa terpakai. Dalam sebuah hukum ekologi menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis. Artinya alam sendiri mengeluarkan limbah akan tetapi limbah tersebut selalu dan akan dimanfaatkan oleh makhluk yang lain. Prinsip ini dikenal dengan prinsip Ekosistem (ekologi sistem) dimana makhluk hidup yang ada di dalam sebuah rantai pasok makanan akan menerima limbah sebagai bahan baku yang baru.
Limbah Plastik
Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.
Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).
Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.
Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).
Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995).
Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.
Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks
Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).
———————————————————————————————–
Comments
26 Responses to “Pengolahan Limbah Plastik Dengan Metode Daur Ulang (Recycle)”
Leave a Reply


Lalu, banagaimana kalau hasil proses daur ulang itu sudah menjadi limbah lagi?? seandainya proses daur ulang dilakukanlagi, bukankah terjadi perubahan struktur ke-molekul-an??? Berarti membutuhkan suatu system pendaur ulangan yang baru lagi pak????
Hmmm….ini mungkin kunjungan saya yang pertama di sini.
Sangat luarbiasa artikel-artikelnya! Sepertinya perlu banyak berkunjung ke sini untuk memperluas wawasan dari penulis hebat Mas Boy Macklin.
Terimakasih kunjungannya ke BISNIS GURU. Semoga tidak kapok saja. Maklum masih taraf belajar nulis Mas!
KLIK BISNIS GURU : Your Partner Success
kan ada life cycle analysis… jadi harus dipikir samapai zero waste
trims berkunjung… kita bagi ilmu deh…
setuju dengan pak Umar. kita perlu banyak berkunjung disini. karena disini ilmunya sana kena sini kena (online/offline) he he he
mmm..tertarik mendaur ulang…
btw diman yah saya bisa tahu informasi dimana tempat mendaur ulang plastik..itung2 mndukung pelestarian alam dan sambil berbisnis..=P
oh iyya,,
kan limbah plastik dihasilkan oleh rumah tangga sangat banyak,
nah,gimana buat nyadarin mereka untuk peduli terhadap lingkungan.
soalnya,kan banyak orang yang buang sampah sembarangan
Nah itu dia yang jadi masalah… mengolah sampah itu seperti buah simalakama… banyak sekali lika-likunya, dan banyak orang yang berkepentingan… pernyataan mas aji ganteng “…gimana buat nyadarin mereka untuk peduli terhadap lingkungan…” itu yang susah. menyadarkan orang-orang agar peduli lingkungan memang menjadi tema utama dunia..
Ada sebuah posting menarik “Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO )”, posting silahkan klik dialamat ini http://david-panjaitan.blogspot.com/2009/02/severn-suzukis-speach.html Semoga mas Aji Ganteng bisa mengerti. Dan semua orang tergugah untuk peduli terhadap lingkungan, termasuk saya. Amin…
makasi banget atas artikel yang tlah anda buat dg pertama kalinya kunjungan saya. disini say mau bertanya soal bagaimana cara mendaur ulang limbah tersebut. dan apa sajakah diantara contoh dari hasil pendaurulangan tersebut
artikelnya bagus..saya menemukan artikel yang muatannya tentang pengelolaan limbah/daur ulang…kebetulan sedang saya cari-cari.
Saya minta masukkannya juga..bagaimana mengolah limbah pasar tradisional supaya produktif dan bernilai ekonomis….kirim ke sunaryosaripudin@gmail.com….please yaaa
dari SUNARYO
Maaf pada komentar saya yang pertama..jika anda klik kata “Sunaryo” akan muncul pemberitahuan bahwa situs saya mengandung unsur PORNO, JUDI, dll. …Ini karena saya salah memasukkan URL..harusnya BLOGSPOT malah blosspot.
artikelnya bagus..saya menemukan artikel yang muatannya tentang pengelolaan limbah/daur ulang…kebetulan sedang saya cari-cari.
Saya minta masukkannya juga..bagaimana mengolah limbah pasar tradisional supaya produktif dan bernilai ekonomis….kirim ke sunaryosaripudin@gmail.com….please yaaa
salam dari saya SUNARYO
http://www.sunaryosaripudin.blogspot.com
Mohon maaf..jika anda klik kata sunaryo maka muncul pemberitahuan bahwa blog saya mengandung unsur PORNO, JUDI, dll….setelah saya cek..ternyata Saya salah memasukkan kata yang seharusnya BLOGSPOT malah blosspot.
makasih….
Saya minta masukkannya juga..bagaimana mengolah limbah pasar tradisional supaya produktif dan bernilai ekonomis….kirim ke sunaryosaripudin@gmail.com….please yaaa
Sunaryo
http://www.sunaryosaripudin.blogspot.com
artikelnya bagus..saya menemukan artikel yang muatannya tentang pengelolaan limbah/daur ulang…kebetulan sedang saya cari-cari.
Saya minta masukkannya juga..bagaimana mengolah limbah pasar tradisional supaya produktif dan bernilai ekonomis….kirim ke sunaryosaripudin@gmail.com….please yaaa
MOHON MAAF…..
Jika anda klik kata “sunaryo” biasanya muncul pemberitahuan blog tersebut mengandung unsur PORNO, JUDI, dll…..ini hanya disebabkan seharusnya mengetik kata BLOGSPOT malah BLOSPOT….
http://www.kabarmu.blogspot.com
http://www.sunaryosaripudin.blogspot.com
saya sudah jawab by mail… tapi pada dasarnya limbah pasar tradisional lebih banyak jenis organik. jadi kalau mau dimanfaatkan lebih baik untuk komposting. tinggal atur kapasitas mesinnya… trims…
wow, sangat briliant sekali
saya mahasiswa teknik kimia
mau tanya, dalam mengolah limbah, pasti ada hambatn dari segi financial, knowladge dan sebagainya
kalau yang mengolah sampah adalah sekala masyarakat, bagaimana menaggulanginya, soalnya saya ingin sekali mengajak warga sekitar rumah untuk peduli, mengingat banyak sekali sampah plastik
mmm..
laluu bgaimana cra mendaur ulang plastik menjadi barang” yang berguna misalnya menjadi dompet,tas dll??
@ mba siti rahmani
terima kasih telah berkunjung. untuk mengolah sampah plastik tergantung kreativitas kita. apalagi untuk menjadi dompet, tas, dll. sangat bergantung dari ide.
tapi bahan baku bisa bersaing harganya…
nice article, kebetulan saya bekerja dibidang lingkungan.
saya tertarik dengan tema daur ulang sampah plastik, mungkin bapak bisa memberikan gambaran secara rinci tahap2 mendaur ulang sampah plastik ini serta apa saja yg dibutuhkan..
dmkian, thx
setelah pemisahan, pemotongan ,pencucian dan penghilangan zat-zat seperti besilalu apalagi yang akn dilakukan untuk mengelolah limbah plastik?..trimakasih..Gb
ada ga yang punya buku ato artikel pengolahan limbah plastik? judul bukunya apa n pengarangnya siapa? oh y, kantong plastik yang sering digunakan masyarakat yang warnanya item bisa di daur ulang ga?? gimana penguraiinya.. d tunggu banget bantuan informasinya..
makasih..
mas,saya tertarik dgn pengolahan limbah plastik.baru2 ini membuat karya tulis tentang limbah tak terurai.juga perilaku masyarakat yang tidak bijak dalam menggunakan plastik.bahwa yang salah bukan pada plastiknya tapi pada human behavior nya.
ada referensi nggak tentang limbah plastik ini masalahnya saya masih buta tentang ini.
Cayo Mas Boy! saya support banget kepeduliannya pada lingkungan dan bumi kita yang cuman satu ini. Demikian pula saya yang sangat prihatin melihat sampah yang dibuang ke kali begitu banyaknya. Coba kalau dibuang ke penampungan kan bisa diambil, disortir dan dimanfaatkan ya. Do’akan saya ya mas saya mau pelan-pelan memulai bisnis ini yang tidak hanya menghasilkan uang tetapi juga membebaskan bumi kita dari pencemaran dan kerusakan. At least di lingkungan kita masing-masing
sebetulnya jika berfikir kritis kita bisa memenfaatkan apapun yang ada di alam sekitar kita, maka dari itu kita harus lebih mempelajari tengtang alam kita ini. selain itu kita juga harus bisa mengolah apapun agar menjadi lebih berguna,,,,,,,,, jangan sampai kita meminta tolong kepada orang orang lain (warga negara asing)
@kang dadang,
Saya setuju… inginnya indonesia bisa mandiri, dengan segala kekuatan sumber daya alam… trims..
[...] Pengolahan Limbah Plastik Dengan [...]
saya mau menanyakan bagai mana ora pengolahannya?
Khususnya plastik bungkus!
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.