Masyarakat Industri Yang Produktif
Posting ini berdasarkan dari koran Tribun Jabar, sabtu 18 oktober 2008 dengan judul “Perlunya Kolaborasi Universitas-Industri“. Ketahanan perekonomian negara kita sangat rapuh karena tidak banyak produk buatan negeri ini yang dapat diekspor ke luar negeri dan menjadi sumber devisa negara kita. Kita belum mampu mengolah sumber daya alam yang ada di negeri ini secara maksimal menjadi produk yang dapat diekspor. Lemahnya industri pengolahan produk pertanian atau pascapanen kita menyebabkan produk-produk pertanian kita tidak mampu menembus pasaran dunia. Kita perlu belajar banyak dalam membudidayakan, mengolah, mengemas, mengalengkan, dan memasarkan produk-produk hasil pertanian ke luar negeri. Tumbuhnya budaya industri hasil pertanian juga perlu didukung oleh hasil-hasil penelitian dan pengembangan bidang pertanian sehingga dapat memiliki nilai tambah secara bernilai tinggi.
Membangun industri yang berbasiskan pengetahuan (knowledge based) dengan inovasi membutuhkan kerjasama. Selain itu, jenis industri yang dikembangkan pun seharusnya mempertimbangkan keunggulan komparatif negara kita dan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Dari sini diharapkan bahwa dengan adanya kerja sama dan keahlian profesi dapat memberikan peningkatan knowledge based economy masyarakat dan negara melalui kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak industri dan dampaknya juga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat melalui industri skala kecil dan menengah.
Dalam meningkatkan industri yang ada di negara kita ini maka kita perlu mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil kerja dan kepuasan kerja serta cara/prosedur agar hasil kerja dan kepuasan kerja maksimum. Melakukan penyelidikan-penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan personnel management sangatlah penting. Kenapa demikian? Karena dengan penyelidikan tersebut, kita dapat lebih mudah untuk melakukan suatu pekerjaan dalam hal kerja sama. Kerja sama merupakan hal penting dalam meningkatkan produktifitas.
Setiap orang memiliki kognitif dan konaktif yang berbeda namun hal tersebut dapat ditingkatkan dan dikembangkan lagi dengan meningkatkan keahlian dan kreatifitasnya. Keahlian dan kreatifitas tersebut melingkupi banyak hal seperti intelegensi, bakat, minat, kepribadian, motivasi, dan edukasi. Pada pekerjaan tertentu sifat-sifat kepribadian seseorang sangat berhubungan dengan kesuksesan dalam bekerja. Pengukuran kepribadian dalam bimbingan jabatan karyawan juga berguna bagi maksud-maksud tertentu.
Untuk mendukung industri yang lebih produktif lagi, kita juga dapat melakukan pendekatan dengan cara merubah stimulus di negara kita ini. Dengan stimulus yang tepat dan benar maka akan dapat mendukung proses kerja dari tenaga kerja tersebut. Dan masyarakat juga akan lebih banyak termotivasi untuk bekerja. Motivasi kerja merupakan pendorong semangat kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seoarang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasi kerjanya. Untuk mendukung pekerjaan juga sebaiknya diperlukan adanya kebutuhan untuk mencapai sukses, berhubungan erat dengan pekerjaan, dan mengarahkan tingkah laku pada usaha untuk mencapai prestasi tertentu. Oleh sebab itu masyarakat industri yang produktif perlu mendapatkan pendidikan atau keterampilan yang lebih dan memadai dalam hal stimulus dan masalah teknis serta struktural sehingga negara kita dapat menghasilkan begitu banyak produk untuk diekspor
Comments
3 Comments on Masyarakat Industri Yang Produktif
-
jpurnomo on
Sun, 18th Jan 2009 11:45
-
Boy Macklin on
Sun, 18th Jan 2009 22:23
-
kita egeen on
Fri, 21st Oct 2011 08:54
Memang tak dapat dipungkiri bahwasanya Produktifitas Kerja bangsa kita termasuk rendah, dikawasan Asean saja kita sudah mulai tertinggal dgn Vietnam.. itulah mengapa Investor enggan berinvestasi di sini.
UU Ketenagakerjaan saja sampai sekarang masih pending, membuat Investor dan Buruh menjadi tak tentu arah… pemerintah seharusnya aktif menjembatani agar kedua belah pihak sama2 diuntungkan.
Jika Infrastruktur Ketenagakerjaan cepat dibenahi diharapkan akan meningkatkan mutu product itu sendiri..
Artikel yang menarik mas, sampe lupa saya udah komen terlalu panjang…hehehe
Salam
GARDU BISNIS
gpp mas pur… trims koment yg panjang.. semoga artikel ini bisa merubah pandangan pihak yg berwenang… ketenagakerjaan di indonesia masih tidak layak. baik skil tenaga kerjanya ataupun gaji yg diterima.. untuk perusahaan yang mapan memang bagus… tp tidak sedikit perusahaan kecil berperilaku seperti jaman kolonial belanda.
trims mas pur…
gile aje lo
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


Saya