Bahan Olahan dari Limbah Panen Strawberry yang Rusak
berdasarkan literatur yang didapat dari menonton acara backpacker pada hari minggu di trans7 didapat bahwa dari selama musim panen didapat sekitar 20% hasil panen strawberry rusak atau busuk. JIka panen sebanyak 500 Kg per minggunya dengan harga jual dari strawberry per Kg-ny sebesar Rp 2000,00 maka kerugian akibat gagal panen sebesar Rp 200.000,00 perminggunya. Selain kerugian yang cukup besar,sampah strawberry tiap minggunya akan tertumpuk sekitar 100 Kg dipojokan atau ditempat sampah ladang strawberry.
Pada acara backpacker dikatakan bahwa strawberry yang gagal panen dalam hal ini yang busuk akan segera dibuat bahan olehan yang cukup sederhana tapi menarik yaitu berupa makanan cemilan yang seperti agar dan diberi taburan gula. Pengolahannya cukup sederhana hanya dengan membuang bagian straberry yang busuk lalu mencucinya dan memblender strawberry tersebut dengan menambahkan cairan agar-agar yang sudah dicairkan dan menambahkan gula secukupnya. Setelah diblender maka jus tersebut dipanaskan hingga mengental dan didinginkan.Karena tempat ladang strawberry didataran tinggi seperti di ciwidey maka agar-agar akan membeku sendirinya akibat suhu lingkungan yang rendah. Hasil dari pengolahan ini sangatlah bernilai jual yang tinggi dan dapat dijual perkantongnya dengan berat kurang lebih 100 Gram seharga Rp.2.500,00. Lalu sisa bagian yang busuk dapat digunakan campuran pupuk organik. Dengan demikian sampah dari panen strawberry berupa strawberry yang busuk dapat dikurangi (reduce) lalu digunakan lagi sebagai bahan baku pembuatan agar-agar strawberry yang nikmat (reuse) sehingga dapat mendaur ulang sampah tersebut (recycle).
Dari segi biaya dapat menguntungkan sebab untuk sekitar 100 gram strawberry yang rusak akan ditambahkan satu sachet agar-agar instan polos dengan harga Rp.1.500,00 dan biaya listrik untuk memblender per 100 gramnya sekitar Rp.100,00 dan biaya bahan bakar untuk memasak hingga mengental sekitar Rp.500,00 untuk pemanasan selama kurang lebih 5 menit dengan bahan bakar minyak tanah. sehingga pengeluaran total sebesar Rp 2.100,00. dan keuntungan dari 100 gram agar-agar strawberry sebesar Rp.400,00 dan jika seminggu dikumpulkan Rp. 400.000,00, lebih besar dari kerugian jika membuangnya sebagai limbah. Karena ini merupakan home industri maka biaya tak langsung berupa upah pegawai dapat diabaikan.
Dari segi eko-efisiensi juga sangat disarankan karena sampah kan diputar kembali menjadi produk baru yaitu agar-agar strawberry dan bagian strawberry yang busuk juga akan dipakai untuk campuran pupuk organik sehingga saat musim panen strawberry tidak menimbulkan sampah atau limbah jika dilihat dari produk panennya. selain itu dari bagian yang busuk tersebut dapat membuat energi yang dapat diperbaharui yaitu gas etilen dari bagian yang busuk. Walau persentesainya kecil tapi jika dicampurkan dngan sampah organik lainnya dapat menciptakan gas etilen yang dapat diproduksi seebagai gas alami yang dapat dijadikan pengganti elpiji nantinya. Tapi hal tersebut perlu ditinjau ulang karen instalasi yang cukup tinggi dan mahal, sehingga perlu diadakan pelatihan dan kerjasama dengan pihak yang berpengalaman dibidang itu.
Comments
2 Comments on Bahan Olahan dari Limbah Panen Strawberry yang Rusak
-
Sayur on
Mon, 19th Oct 2009 15:48
-
wiwid s on
Wed, 2nd May 2012 21:33
Wah udah sangat menarik buahnya, ternyata bisa juga olahan bagus untuk strawbery yang bernilai tinggi
wahhh mantap. xlo boleh tau dmn alamatnya mas??
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


Saya