Pemanfaatan Limbah Eceng Gondok Sebagai Karya Kerajinan Tangan

November 26, 2008 by
Filed under: Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah 

Eceng GondokPerkembangan tumbuhan air enceng gondok di perairan sungai, danau, hingga ke perairan payau sangat pesat akhir-akhir ini. Sekilas tanaman enceng gondok tidak berguna. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, enceng gondok adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai dan dapat menyebabkan sungai menjadi tersumbat atau meluap karena enceng gondok terlalu banyak. Begitu pula bagi para masyakat disekitar pinggiran danau yang menganggap enceng gondok yang banyak didanau adalah penggau yang menghalangi aktivitas mereka di danau tersebut.

Dahulu eceng gondok hanya dipandang sebagai gulma atau tanaman yang merugikan ekosistem. Bahkan, di beberapa danau yang digunakan sebagai pembangkit listrik, eceng gondok berulang kali merepotkan sistem kerja pembangkit listrik tenaga air.

Tidak banyak yang tahu kalau tanaman enceng gondok yang selama ini dikenal sebagai tanaman parasit, ternyata bisa dimanfaatkan. Masyarakat yang tinggal bersama dengan enceng gondok beranggapan bahwa enceng gondok tersebut adalah sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan mengganggu. Dalam hal ini masyarakat yang demikian tidak salah. Mereka kurang pengetahuan dan kurang informasi serta yang lebih spesifik kurang kreativitas. Untuk itu perlu adanya semacam pemberitahuan atau sosialisasi kreatifitas terhadap masyarakat, khususnya kreativitas dalam pemanfaatan enceng gondok.

Eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan beberapa kerjinan tangan. Beberapa UKM telah mengembangkan usaha dalam memproduksi beberapa jenis kerajinan tangan dengan menggunakan eceng gondok sebagai bahan dasarnya. Contohnya adalah Loundry Box, Tikar, Bantal Duduk, dan kursi kombinasi anyaman

Eceng Gondok (Eichhorniae Crassipes). Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

Pangkal tangkai daun yang menggelembung mempunyai serat, maka jika dikeringkan akan menjadi serat yang cukup kuat. Serat inilah yang kemudian digunakan untuk berbagai bentuk kerajianan tangan.



Berikut adalah langkah-langkah dalam pembuatan karya kerajinan tangan dengan bahan eceng gondok :

  • Pengumpulan eceng gondok

  • Pemisahan pangkal tangkai

  • Pengeringan pangkal tangkai

  • Penguliran

  • Pembentukan/penganyaman jadi karya seni (Tas, hiasan dinding, dompet, kursi dll)

Comments

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!