Sukses Menulis Tanpa Berharap Imbalan
Untuk Jaman sekarang ini, memang sulit sekali menemukan tulisan-tulisan dengan konten yang bisa memberikan sebuah inspirasi untuk orang banyak. Entah sistem pendidikan dasar kita yang sudah berubah atau pola guru dan dosen di Indonesia yang kurang memberikan pencerahan terhadap pentingnya sebuah tulisan. Saya ingat sekali saat saya masih duduk di sekolah dasar. Setiap pelajaran Bahasa Indonesia, selalu ada materi mengarang. Materi ini di pelopori oleh seorang Guru Besar Bahasa Indonesia Universitas Padjadjaran yaitu Prof. Dr. JS. Badudu. Setiap buku Bahasa Indonesia karangan beliau selalu saja ada materi Mengarang, mengarang, dan mengarang. Saya selalu menerima itu dari guru sekolah dasar saya. Hingga pada akhrinya saya dulu merasa bosan dengan materi tersebut. Tetapi materi tersebut adalah sebuah cara yang sederhana untuk bisa memberikan sebuah penghasilan tambahan, bahkan bisa di bilang pasive income untuk saya.
Mengapa bisa dibilang pasive Income dengan menulis saja? pengalaman saya dengan bisnis online yang saya jalankan, modal utama saya hanya menulis tidak lebih. Puluhan jam duduk diidepan komputer hanya menulis saja. Mengetik dan menyusun sebuah script atau menggabungan beberapa tulisan. Semua kegiatan itu tidak sulit. Berpikir dan Menulis tidak bayar bukan? Tulisan saya bisa di bilang tidaklah spesial bahkan bisa dibilang masih jauh dari masalah kepopulerannya. Akan tetapi ada sesuatu dibalik ini semua yaitu, saya bisa melatih kemampuan menulis saya atau paling tidak gaya bahasa penulisan saya bisa terlatih.
Produk Online biasanya tidak lepas dari tulis menulis, hanya perbedaannya adalah “Apa yang ditulisnya” Banyak orang terkadang patah arang sebelum melakukan kegiatan menulis. Seribu alasan yang dilontarkan padahal intinya hanya satu “saya tidak bisa menulis”. Pendapat saya jika anda masih berpikir seperti ini sangat disayangkan. Mengapa demikian? Karena diluar sana mungkin banyak yang memerlukan pengetahuan anda, hanya saja kita belum mau untuk memberikan wawasan tersebut untuk orang lain. Dibalik sebuah penulisan ada manfaat yang tersembunyi dibelakangnya:
- Menulis sudah pasti memberikan sebuah pendapatan diluar pekerjaan anda saat ini.
- Melatih dan Menambah kemampuan berpikir anda.
- Melatih untuk bisa mengeluarkan Ide-ide cemerlang.
- Berbagi ilmu (bukan berbagi suami)
- Practise atau gengsi, setiap orang yang mau menuliskan karyanya biasanya akan terangkat status sosialnya.
- Bisa menjadi seorang yang terkenal. Gajah Mati meninggalkan GADING, Macam Mati Meninggalkan BELANG, Manusia Mati meninggalkan ILMU. Ilmu yang dituangkan dalam tulisan dalam buku.
- Menyalurkan bakat atau keinginan terpendam.
Sekarang yang menjadi masalah bagaimana bisa menulis dan apa yang bisa dilakukan? jawabannya hanya satu:
Biasakan Menulis Tanpa berharap Imbalan
Mengapa dengan membiasakan diri menulis tanpa harus berharap imbalan? Sedangkan dengan menulis seharunya bisa menghasilakan uang. Betul, dengan menulis kita bisa menghasilkan uang, akan tetapi perjalan kita untuk bisa menulis biasanya memerlukan waktu yang agak lama. Mengapa para penulis pemula tidak yakin apa yang dituliskannya?
- Kurang Percaya Diri, apakah tulisan saya ini bagus dan bisa diterima oleh pembacanya.
- Tidak membiasakan menulis dengan ide sederhana. Biasanya saat awal menulis inginnya sempurna dan langsung ingin banyak di baca orang. Padahal tidak selalu begitu.
- Terlalu berharap memiliki penghasilan tinggi tanpa mengukur kemampuan kita menulis. Akibatnya menulis adalah sebuah beban.
Anda bisa mencobanya dan memperbaiki semua, dengan cara Membiasakan Diri kita Menulis Tanpa harus
mengharapkan sebuah imbalan dahulu. Cara ini sangat efektif, dengan tidak berharap imbalan kita akan fokus dan sangat lepas dalam menulis sebuah karya tulis anda. Mulai juga dari ide yang sederhana. Contoh yang sekarang menjadi terkanal adalah buku “Laskar Pelangi” Karya Andrea Hinata. Jika anda sudah pernah membaca buku ini, sebenarnya sederhana. Dari konten Andrea Hinata hanya menyalurkan sebuah kehidupan yang sering terjadi pada dunia pendidikan Indonesia. Dia mengangkat bagaimana kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (pada bangku SD dan SMP). Seandainya Saya seorang Presiden, saya malu membaca buku ini. Begitu buruknya Pendidikan Dasar di Indonesia hingga ada yang mengalami kejadian seperti ini. Saya tidak akan membahas isi dari buku ini tetapi, dari sebuah ide yang sederhana bisa menjadi sebuah buku bestseller bahkan sudah diangkat menjadi sebuah film. Sebuah karya yang bisa menyentuh hati dan bisa membakar semangat solideritas bangsa, juga sebagai kritikus ulung untuk para pejabat dan anggota dewan yang terhormat. Jika saja uang korupsi mereka bisa dialihkan untuk membangun pendidikan di Indonesia ini, saya yakin sekali Indonesia bisa menjadi negara yang maju dengan cepat.
Okey hanya satu rumus, insyallah kemampuan menulis bisa terlatih. Sering-sering menulis hal yang sederhana, masalah penghasilan biasanya akan mengikuti.
Comments
One Comment on Sukses Menulis Tanpa Berharap Imbalan
-
Arief Maulana on
Sun, 19th Oct 2008 05:52
Artikelnya bagus sekali mas.
Mungkin salah satu realisasi menulis tanpa imbalan adalah dengan menjadi seorang Blogger yang senantiasa berbagi…
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


Saya