Materi 2 – Psikologi Industri, PI dan Perkembangan Ilmu Manajemen

August 8, 2008 by
Filed under: Psikologi Industri 

The Psychology of People Working Together

Psikologi Industri dan  Perkembangan Ilmu Manajemen

Sub pembahasan kali ini ada tiga point penting yang perlu dijadikan sebuah acuan.

  1. Perkembangan Penelitian Pendekatan Perilaku
  2. Pembagian Tingkah Laku dan Kegiatan Individu
  3. Perbedaan Individu

“People working together” inilah tujuan utama dalam sebuah manajemen organisasi. Gambar disamping kanan sebuah ilustrasi sederhana tetapi memiliki makna yang banyak. Bisa dibayangkan dalam sebuah tim astronot saat menjalankan misinya ke angkasa, tidak memiliki kerja sama tim yang baik. Apa yang akan terjadi? semua itu dilakukan dengan sebuah komitmen yang jelas yaitu “working together”

Dalam materi ini, teori yang berhubungan dekat yaitu dengan teori “psikologi komunikasi” teori ini biasanya dipelajari di Fakultas Ilmu Komunikasi.

Perkembangan Penelitian Pendekatan Perilaku

George Elton Mayo

Kajian George Elton Mayo (December 26, 1880 – September 7, 1949);

Bergesernya perhatian penelitian dari masalah teknis; struktural kemasalah sosial & kemanusiaan.
Perasaan, sikap manusia dan kerja sama merupakan hal penting dalam meningkatkan produktivitas.
Awal pandangan gerakan human relation yang berevolusi pada organizational behaviour.

ABRAHAM MASLOWSebuah Kajian dari Abraham Maslow (1908-1970), perkembangan ini berdasarkan penelitian pendekatan perilaku dengan dasar kajian:

Pertama, Deficit Principle (kebutuhan untuk suatu pemenuhan) – memenuhi kebutuhan dasar dimana orang akan lebih dahulu memenuhi kebutuhan utamanya. Pengertian ini bisa dihubungkan dengan teori maslow yang terkenal. Pada materi selanjutnya akan dibahas lebih detail tentang teori Maslow.

Kedua, Progression Principle (kebutuhan setelah kebutuhan sebelumnya terpenuhi) – biasanya individu akan menuntuk sesuatu lebih jika kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Akan tetapi kebutuhan ini tergantung pada tingkat kepentingan sesuai dengan skala prioritas. Contoh: Jika seseorang dapat membeli makanan hari dan untuk selanjutnya, kira-kira apa yang akan dipenuhi selanjutnya? Rumah, Kendaraan, Handphone, atau pasangan hidup? semua tergantung pada tingkat prioritasnya.

Selain itu KAM memberikan sumbangsih pemikiran tentang pendekatan prilaku individu, diantaranya:

  • Pemenuhan kebutuhan manusia akan meningkatkan produktivitas.
  • Pemenuhan kebutuhan manusia sambil memenuhi kebutuhan organisasi.

Kajian lain pada pendekatan ini yaitu kajian dari Douglas McGregor (1906 – 1964), yang dikenal dengan teori X dan Y.

Motivation Theory X - Y ( McGregor )

Asumsi Kajiannya adalah:

  • Teori X, Pekerja secara alamiah tidak suka bekerja cenderung lebih suka dipimpin, cenderung tidak bertanggung jawab.
  • Teori Y, Pekerja secara alamiah suka bekerja, mau menerima tanggung jawab, memiliki imajinasi-kecerdasan-kreatifitas dan mandiri.

Dari teori ini, memiliki arti pemikiran:

Manajer Tipe XManajer Tipe X: Sangat ketat dan berorientasi kontrol bawahan menjadi pasif, malas dan tidak kreatif.

Manajer Tipe Y: memberi kesempatan berpartisipasi pada bawahan, bebas berimajinasi, bebas dan bertanggung jawab.

Sumbangsih lain yaitu dari Chris Argyris (16 July 1923- ):

Pemikiran tersebut memiliki empat pikiran yang utama dalam mencari solusi dalam mengatasi prilaku pekerja.

  1. Chris Argyris (1923-)Tanggung Jawab pekerjaan diperluas.
  2. Keragaman tugas diperbesar.
  3. Mengembangkan gaya pengawasan yang partisipatif.
  4. Ketidakcocokan kematangan kepribadian dengan praktek manajemen akan menimbulkan masalah.

Pembagian Tingkah Laku dan Kegiatan Individu

  1. Motoris, Gerakan fisik atau jasmani, misalnya; berdiri, duduk, makan, dan sebagainya.
  2. Kognitif, Daya Nalar atau Olah pikir, misalnya; pemahaman atau analisis.
  3. Konatif, Niat atau Motifasi, misalnya; semangat dan dorongan.
  4. Afektif, Perwujudan Perasaan, misalnya: senang, sayang, marah, kesal, dan sebagainya.

Perbedaan Individu

Faktor yang merupakan sumber perbedaan individu di dalam bekerja meliputi Faktor Fisik dan Faktor Psikis.

Perbedaan Individu dalam segi fisik:

  1. Bentuk Tubuh dan Komposisinya. Contoh, Sekretaris biasanya tampil menarik dan cantik.
  2. Taraf Kesehatan Fisik. Contohnya, Calon Tentara biasanya memiliki tinggkat kesehatan yang lebih baik dan terjaga dengan olahraga militernya.
  3. Kemapuan Panca Indra. Contohnya,  Pemusik atau musikus, Juru Masak atau Koki biasanya memiliki indra yang lebih baik dan lebih sensitif.

Perbedaan individu dalam segi psikis.

  1. Intelegensi, Kemampuan untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan sebaik-baiknya terhadap lingkungan.
  2. Bakat, kemampuan dasar seseorang yang menentukan sejauhmana kesuksesan individu untuk memperoleh keahlian atau pengetahuan tertentu, apabila individu tersebut diberi pelatihan tertentu.
  3. Minat, adalah sikap yang membuat orang senang akan obyek, situasi atau ide-ide tertentu
  4. Kepribadian, sifat dasar seseorang berdasarkan latar belakang individunya.
  5. Motivasi, faktor yang meyebabkan seseorang berbuat sesuatu.
  6. Edukasi, pendidikan formil di sekolah-sekolah atau kursus-kursus

Comments

25 Comments on Materi 2 – Psikologi Industri, PI dan Perkembangan Ilmu Manajemen

  1. stefanus christian on Mon, 15th Sep 2008 14:24
  2. menurut saya, untuk saat ini kebanyakan dari sifat psikis orang tergantung dengan beberapa faktor. Salah satu nya dan yang terutama adalah faktor ekonomi. Oleh karena itu saya sangat beruntung bisa menggali wawasan dari mata kuliah psikologi industri, sehingga kelak saya dapat berperilaku sebagai seorang industrialis yang mumpuni dalam hal cara berpikir, mengubah mind set saya, dan segala sesuatu nya agar menjadi orang yang terbaik dalam persaingan industri dalam menjangkau suatu sistem perekonomian yang terbaik untuk saya dan orang-orang terdekat saya dan setidak nya dapat membantu dalam progress orang lain yang bekerja sama dengan saya.
    Oleh sebab itu, kita dapat menilai cara kerja orang lain, intelegensi orang lain, maupun sikap orang lain dalam menyelesaikan masalah perekonomian nya, itulah fungsi dari ilmu psikologi industri ini buat saya.

  3. cepi dea iskandar on Mon, 15th Sep 2008 20:36
  4. Menurut saya, psikologi industri dapat di pandang dari sudut pandang yang berbeda, oleh karena itu saya menyimpulkan bahwa ilmu psikologi industri sangat berpengaruh besar terhadap mentalitas kejiwaan seseorang yang bekerja di suatu industri.

    Psikologi industri mempunyai pengaruh besar terhadap kejiwaan,perasaan,dan emosi seseorang akan ketertarikan terhadap dunia perindustrian.Akan tetapi tidak semua orang bisa memahami ilmu tersebut,dan menerapkannya di dalam dunia perindustrian.

    Mudah-mudahan dengan saya belajar ilmu psikologi industri ini, saya dapat memahami sedikitnya tentang dunia kerja yang di pengaruhi oleh sikap (atitude),cara mengambil keputusan,serta cara berinteraksi dengan orang di lingkungan industri.sehingga bila mana saya bekerja di suatu industri saya dapat bekerja lebih baik.

    Cepi Dea Iskandar – 0507016

  5. Ade Muliawan on Wed, 17th Sep 2008 10:00
  6. Psikologi Industri

    Psikologi industri merupakan salah satu elemen penting dari teknik industri. Dengan psikologi industri, kita dapat memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu. Jadi kita dapat mengetahui lebih jauh karakter setiap individu yang terlibat dalam suatu pekerjaan dengan kita, apakah pekerjaan individu tersebut sesuai dengan proses dan tujuan pekerjaan tersebut. Sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam pekerjaannya.

    Sedangkan psikologi organisasi lebih ke arah mempengaruhi dan berinteraksi dengan angota-anggotanya. Tidak hanya kepada satu individu, tapi ke semua individu yang menjadi anggota kelompoknya.

    Psikologi industri berkaitan dengan beberapa faktor, antara lain:
    1. Faktor yang mempengaruhi hasil kerja.
    Karena tingkat emosional individu mempengaruhi
    kinerja di lapangan.
    2. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja.
    Setiap individu mempunyai rasa puas akan
    penyelesaian pekerjaan yang berbeda.
    3. Cara atau prosedur agar hasil kerja dan kepuasan
    kerja maksimum.
    Setiap individu mempunyai cara yang berbeda-beda
    dalam mencapai hasil kerja yang maksimum.

    Menurut saya sifat dari psikologi industri lebih personal, karena kita harus mampu mengevaluasi, mengembangkan, memprediksi baik dalam emosional maupun kinerja dalam pekerjaan. Mengingat karakter setiap individu berbeda, jadi lebih ke arah personal.

    Jadi psikologi industri merupakan bagian penting dari teknik industri yang bersifat personal management.

    Terima Kasih.

    Ade Muliawan (0507005)

  7. Juan Orlin on Wed, 17th Sep 2008 10:09
  8. Menurut saya, psikologi industri merupakan ilmu kejiwaan untuk mempelajari tingkah laku, watak atau sifat seseorang untuk memahami kepribadian atau karakter seseorang di dalam dunia industri atau dunia kerja.
    Dengan adanya psikologi industri, kita dapat berinteraksi dengan manusia lain di dalam dunia kerja atau sektor industri dengan baik, karena sebelum kita mengenal seseorang tersebut lebih jauh, kita sudah mengenal sedikit karakter seseorang tersebut dari kulit luarnya, yaitu dari tingkah lakunya, penampilannya, bagaimana sifat orang tersebut.
    Dari situlah kita bisa memberikan gambaran sepintas tentang karakter seseorang tersebut.
    Di dalam dunia kerja atau sektor industri, psikologi industri ini sangat penting sekali untuk menentukan posisi atau kedudukan seseorang tersebut di dalam suatu perusahaan.
    Dengan adanya mata kuliah ini, mudah – mudahan saya dapat mempelajari ilmu psikologi industri ini dengan baik karena ilmu ini sangat penting bagi saya untuk berinteraksi dengan orang lain di dalam dunia kerja.
    Karena di dalam dunia kerja pasti ada persaingan yang tidak sehat yang saling menjatuhkan satu sama lain, meskipun orang tersebut teman yang baru kita kenal.

    Sekian komentar dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan..
    Terima kasih..

  9. Wulan Kartika Alam on Wed, 17th Sep 2008 10:47
  10. Dear
    The Most FlamBOYan Lecture
    at place

    Saat pertama kali saya mendengar mata kuliah dengan nama Psikologi Industri yang terlintas di fikiran saya adalah sebuah pertanyaan..
    “PSIKOLOGI??DI TEKNIK??”
    amazing enough,basiclly saya sangat tertarik dengan “psikologi” dan esensi yang mengikutinya.Bagi saya ini hal baru,di jurusan teknik industri lebih kaya lagi dengan mempelajari ini.

  11. Wulan Kartika Alam on Wed, 17th Sep 2008 11:06
  12. Dear
    The Most FlamBOYan Lecture
    at place

    Saat pertama kali saya mendengar mata kuliah dengan nama Psikologi Industri,yang terlintas di fikiran saya ada sebuah pertanyaan..
    “PSIKOLOGI??DI TEKNIK??”

    amazing enough..basiclly saya sangat tertarik dengan psikologi khususnya dan esensi2 yang mengikutinya.Bagi saya ini hal baru,di jurusan teknik industri lebih kaya lagi dengan mempelajari bidang keilmuan ini.

    dari materi yang telah saya baca,saya dapat memahami perlunya mempelajari psikologi industri ini.Akhirnya saya jadi tahu apa saja perbedaan psikis seperti intelegensi,bakat,minat,kepribadian,motivasi,edukasi. Secara praktis menambah wawasan saya yang mudah2an bisa secara maksimal dapat di implementasikan di dunia industri sesuai dengan konsentrasi akademis saya.

    saya percaya kinerja seseorang yang baik ditunjang juga oleh psikis yang baik dan motivasi untuk mengubah kelemahan jadi kelebihan.
    thx

  13. Dahliya doank on Fri, 19th Sep 2008 19:31
  14. Ass-
    Punten,Pak Comment sy di tambahin daRi Versi Laen :
    Perkembangan industri dari mulai tahap awal ditemukannya mesin uap memberikan memberikan suatu Revolusi didalam kehidupan manusia sehingga hidup lebih praktis,dan lebih baik
    Psikologi industri sangat berperan penting dalam pengembangan dalam kemajuan industri,dan wajib sekali untuk kita pahami karena berhubungan dengan kondisi social.
    Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) merupakan bidang khusus yang memfokuskan perhatian pada penerapan-penerapan ilmu Psikologi bagi masalah-masalah individu dalam perusahaan yang secara khusus menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan perilaku organisasi.
    Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan.
    Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.
    Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.
    Bagaimana Psikologi berperan dalam perusahaan, menurut John Miner dalam bukunya Industrial-Organizational Psychology (1992), dapat dirumuskan dalam 4 bagian:
    • terlibat dalam proses input :melakukan rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan.
    • Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada produktivitas: melakukan pelatihan dan pengembangan, menciptakan manajemen keamanan kerja dan teknik-teknik pengawasan kinerja, meningkatkan motivasi dan moral kerja karyawan, menentukan sikap-sikap kerja yang baik dan mendorong munculnya kreativitas karyawan..
    • Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada pemeliharaan: melakukan hubungan industrial (pengusaha-buruh-pemerintah), memastikan komunikasi internal perusahaan berlangsung dengan baik, ikut terlibat secara aktif dalam penentuan gaji pegawai dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya, pelayanan berupa bimbingan, konseling dan therapi bagi karyawan-karyawan yang mengalami masalah-masalah psikologis
    • Terlibat dalam proses output: melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahaan, mengevaluasi jabatan dan kinerja karyawan.
    Dengan melihat peran tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa Psikologi berperan dalam semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi. Peran tersebut diatas juga sekaligus menepis anggapan yang mengatakan bahwa para Bagaimana para Psikolog memaksimalkan perannya dalam perusahaan merupakan tantangan bagi para profesional di bidang Psikologi untuk bersaing dengan para lulusan dari bidang-bidang ilmu lain

  15. Dahliya doank on Fri, 19th Sep 2008 19:39
  16. Ass-
    penemuan mesin uap yang ditemukan di inggris merupakan salah satu wujud perkembangan revolusi industri yang membuat kemajuan yang berpengaruh pada bidang-bidang lain
    Psikologi industri sangat berperan penting dalam pengembangan dalam kemajuan industri,dan wajib sekali untuk kita pahami karena berhubungan dengan kondisi social.
    Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) merupakan bidang khusus yang memfokuskan perhatian pada penerapan-penerapan ilmu Psikologi bagi masalah-masalah individu dalam perusahaan yang secara khusus menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan perilaku organisasi.
    Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan.
    Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.
    Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.
    Dengan melihat peran tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa Psikologi berperan dalam semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi. Peran tersebut diatas juga sekaligus menepis anggapan yang mengatakan bahwa para Bagaimana para Psikolog memaksimalkan perannya dalam perusahaan merupakan tantangan bagi para profesional di bidang Psikologi untuk bersaing dengan para lulusan dari bidang-bidang ilmu lain

  17. Dahliya doank on Fri, 19th Sep 2008 19:40
  18. Ass-
    Ditemukan mesin uap membuat kemajuan dalam bidang industri yang berpengaruh pada bidang lain
    Psikologi industri sangat berperan penting dalam pengembangan dalam kemajuan industri,dan wajib sekali untuk kita pahami karena berhubungan dengan kondisi social.
    Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) merupakan bidang khusus yang memfokuskan perhatian pada penerapan-penerapan ilmu Psikologi bagi masalah-masalah individu dalam perusahaan yang secara khusus menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan perilaku organisasi.
    Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan.
    Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.
    Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.
    Dengan melihat peran tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa Psikologi berperan dalam semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi. Peran tersebut diatas juga sekaligus menepis anggapan yang mengatakan bahwa para Bagaimana para Psikolog memaksimalkan perannya dalam perusahaan merupakan tantangan bagi para profesional di bidang Psikologi untuk bersaing dengan para lulusan dari bidang-bidang ilmu lain

  19. Dahliya doank on Fri, 19th Sep 2008 19:42
  20. Ass
    Ditemukan mesin uap membuat kemajuan dalam bidang industri yang berpengaruh pada bidang lain
    Psikologi industri sangat berperan penting dalam pengembangan dalam kemajuan industri,dan wajib sekali untuk kita pahami karena berhubungan dengan kondisi social.
    Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) merupakan bidang khusus yang memfokuskan perhatian pada penerapan-penerapan ilmu Psikologi bagi masalah-masalah individu dalam perusahaan yang secara khusus menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan perilaku organisasi.
    Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan.
    Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.
    Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.
    Dengan melihat peran tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa Psikologi berperan dalam semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi. Peran tersebut diatas juga sekaligus menepis anggapan yang mengatakan bahwa para Bagaimana para Psikolog memaksimalkan perannya dalam perusahaan merupakan tantangan bagi para profesional di bidang Psikologi untuk bersaing dengan para lulusan dari bidang-bidang ilmu lain

  21. Dahliya doank on Fri, 19th Sep 2008 19:43
  22. Ass-
    Ditemukan mesin uap membuat kemajuan dalam bidang industri yang berpengaruh pada bidang lain
    Psikologi industri sangat berperan penting dalam pengembangan dalam kemajuan industri,dan wajib sekali untuk kita pahami karena berhubungan dengan kondisi social.
    Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) merupakan bidang khusus yang memfokuskan perhatian pada penerapan-penerapan ilmu Psikologi bagi masalah-masalah individu dalam perusahaan yang secara khusus menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan perilaku organisasi.
    Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan.
    Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.
    Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.
    Dengan melihat peran tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa Psikologi berperan dalam semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi. Peran tersebut diatas juga sekaligus menepis anggapan yang mengatakan bahwa para Bagaimana para Psikolog memaksimalkan perannya dalam perusahaan merupakan tantangan bagi para profesional di bidang Psikologi untuk bersaing dengan para lulusan dari bidang-bidang ilmu lain

  23. agustrian on Tue, 23rd Sep 2008 20:29
  24. memang benar adanya, teamwork is no one!!
    kalo ada orang yang berpendapat “aku lebih enak kerja sendiri”…sok rasain aja pergi ke bulan sendiri kaya analogi diatas, pasti kebayang susahnya…

    psikologi industri emang penting pisan buat anak TI, soale anak2 TI itu memang diciptakan untuk jadi seorang bos..so mesti tau seluk-beluk mengatur/memanage/mengorganize, dll

    walaupun pada dunia nyata itu lebih komplex adanya dan cenderung sulit untuk mengaplikasikan berbagai teori yang ada, tapi kita telah dibekali patron dasar yang membuat kita punya berbagai alternatif untuk mencari berbagai solusi..ya minimal kamu punya intelligence lah, soale adaptasi itu penting banged!
    buat apa hidup di dunia klo g bisa adaptasi, kamu cuma jd loser yang nambahin berat badan bumi, peace!!!

    one think, kayaknya teori ato manager tipe x paling yahud….bebas berimajinasi men! buat teteh di atas, gokil!!!! ngepost panjangnya 2 meter…peace lg!!!

  25. agustrian lg on Tue, 23rd Sep 2008 20:53
  26. jadi panasaran, sumpah!!!

    itu teh komen ato resume…ato curhat y!!
    curhat mah di buku diary aj..
    eh sy puny buku diary kosong g k pake tp gambarnya starwars…
    “KAMU MAU”?

    hahahaha, just kidding okey!!!
    tp hidup “total kreativitas”!!!!
    peace….

  27. Arfi Febiansyah - 0505006 on Wed, 24th Sep 2008 12:57
  28. Setiap individu yang ada di dunia tidak akan mempunyai perilaku yang sama satu sama lain. jika ada yang sama pun tidak akan persis sama. pada hakikatnya manusia adalah mkhluk sosial yang selalu butuh dengan bantuan orang lain. tidak ada satupun manusia yang tidak butuh dengan bantuan orang lain. oleh karenanya, People working together memang tujuan utama dalam sebuah manajemen organisasi agar tujuan yang dituju bisa tercapai.

    Dalam bekerja sama dengan individu yang lain, tentunya banayk sekali hamabatan yang menghalang, misalnya dalam pengambilan keputusan secara bersama pasti ada beberapa orang yang tidak sefaham atau tidak setujuan karena mungkin pemikirannya berbeda dengan kita. maka dari itu dalam bekerja sama kita harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengedapankan kepentingan bersama.

    Seperti yang telah diutarakan oleh para ahli, bahwa tingkah laku seseorang itu sangat berbeda dan beragam maka Ketidakcocokan kematangan kepribadian dengan praktek manajemen akan menimbulkan masalah.

  29. Santy Puspasary on Wed, 24th Sep 2008 14:10
  30. Ada beberapa kajian teori tentang pendekatan prilaku antara lain :
    1. Abraham Maslow
    Merupakan pelopor aliran psikologi humanistik. Teori yang sangat terkenal tentang Hierarchy of needs. Kebutuhan – kebutuhan tersebut memiliki tingkatan, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis)sampai yang paling tinggi(Aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah
    - Kebutuhan untuk aktualisasi diri
    - Kebutuhan untuk dihargai
    - Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
    - Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
    - Kebutuhan fisiologis/dasar

    2. Elton Mayo
    Mengungkapkan tentang prilakku manusia dalam situasi kerja. Dalam eksperimennya bahwa untuk meningkatkan produktivitas kerja maka hal sangat berpengaruh adalah sikap perhatian seorang manajer dan atasan terhadap kesejahteraan karyawannya.

    3. Douglas McGregor
    Manajer/pemimpin organisasi perusahaan memiliki 2 jenis pandangan terhadap karyawannya yaitu konsep teori x dan y.
    - Teori X menyatakan bahwa pada dasarnya manusia memiliki sifat malas, tidak suka bekerja, kurang bertanggung jawab
    - Teori Y bahwa manusi memiliki pengendalian, memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi serta memahami akan tenggung jawabnya.

  31. Sanita on Wed, 24th Sep 2008 14:28
  32. Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.
    Kebutuhan ini akan menimbulkan simbiosis mutualisme dimana orang yang saling membutuhkan bergabung dan menarik manfaat dari penggabungan tersebut..
    Bekerja bersama atau working toghether, sangat dibutuhkan dalam mengatur atau me-manage sebuah organisasi.
    Pengaturan ini banyak memiliki kendala, karena pihak – pihak yang diatur memiliki karakteristik yang berbeda dari pribadi yang satu ke pribadi yang lain..
    Maka, pengaturan ini dapat dilaksanakan dengan baik jika respon yang diberikan oleh pihak yang diatur juga menyambut dengan baik..
    Respon dari pihak yang diatur dapat sangat berbeda tergantung dari bagaimana keadaan tiap individu. Individu dapat menyambut dengan baik sebuat peraturan biladi dalam dirinya atau pun hidup nya sudah ada keteraturan..
    Keteraturan dalam banyak hal, baik finanasial maupun emosi dan sosialnya..
    Dari para individu yang harus di-manage terdapat dua tipe, yaitu tipe X yang lebih cenderung suka dipimpin dan bersikap pasif. Dan, Tipe Y yang lebih cenderung proaktif dan dinamis..
    Perbedaan tipe dan sifat yang ada juga membuat kita harus dengan hati-hati men-treat orang tersebut..

  33. Darmawan Hadiputra on Wed, 24th Sep 2008 16:05
  34. Psikologi industri adalah ilmu yang terkait dengan penelitian pendekatan prilaku manusia. Ilmu ini juga mempelajari berbagai tingkah laku individu dan bagaimana efek dari lingkungan terhadap kerja individu tersebut. Selain itu ternyata psikologi industri juga secara tidak langsung terkait dengan ilmu manajemen organisasi. “People working together”, pernyataan ini adalah tujuan utama dalam sebuah manajemen organisasi. Dari pernyataan tersebut, psikologi terlibat di dalam hal bagaimana menyatukan tujuan dari berbagai orang yang berbeda karakter dan pandangan untuk bekerja sama mencapai satu tujuan.

    Di dalam perkembangan ilmu psikologi industri banyak kajian-kajian yang membahas bagaimana perilaku manusia di dalam sebuah organisasi. Salah satu kajian tersebut adalah kajian Elton Mayo yang dikenal dari penelitiannya yang dikenal dengan Hawthorne Studies. Kajian tersebut menunjukkan pentingnya sebuah kelompok di dalam perilaku kerja seorang individu. Dari kajian ini diketahui bahwa kepuasan kerja diperoleh dari pergaulan informal yang didapat di dalam sebuah kelompok kerja. Ternyata perasaan seseorang dapat mempengaruhi output kerja orang tersebut.

    Kajian lain yang membahas masalah yang sama adalah kajian Abraham Maslow, Abraham memberi kajian Hierarchy of needs sebagai berikut:
    1. Kebutuhan psikologis, kajian ini menjelaskan bagaimana manusia membutuhkan oxigen, air, protein, garam dan lain-lain.
    2. Kebutuhan akan rasa aman, ketika kebutuhan psikologis telah terpenuhi kebutuhan ini akan timbul. Manusia akan cenderung mencari kondisi yang aman.
    3. Kebutuhan akan cinta dan kasih sayang, kebutuhan ini membuat manusia menginginkan teman, pacar, anak dan perhatian dari individu atau komunitas.
    4. Kebutuhan akan penghargaan, kebutuhan akan penghargaan ini terbagi 2, yang rendah dan tinggi. Penghargaan rendah adalah penghargaan yang diperoleh dari orang lain sedangkan yang tinggi adalah penghargaan terhadap diri sendiri seperti rasa nyaman, kemandirian, dan kebebasan.

    Kajian yang lain adalah Theory X dan Y yang dikemukan oleh McGregor. Pada teori X, diasumsikan seorang pegawai yang malas dan menghindari pekerjaan jika mereka bisa. Karena itu pegawai tersebut perlu diawasi dan dikendalikan oleh sistem yang berlaku. Sedangkan pada teori Y, diasumsikan seorang pegawai yang ambisius, kreatif, dan antusias terhadap tanggung jawab yang lebih besar serta kekuasaan. Pegawai tipe ini menyukai pekerjaan mereka baik secara fisik maupun mental.
    Kajian lainnya yang cukup menarik adalah kajian dari Chris Argyris, kajian tersebut membahas bagaimana dampak dari struktur organisasi formal, sistem kontrol, dan manajemen pada seorang individu dan bagaimana mereka merespon dan beradaptasi pada hal-hal tersebut. Chris juga membahas pembagian tingkah laku dan kegiatan individu dari motoris, kognitif, konatif, afektif. Dan banyak lagi kajian Chris lain yang mempelajari perbedaan individu.

  35. Leonardus Arisandy T on Wed, 24th Sep 2008 16:15
  36. Psikologi industri, ini adalah ilmu yang membahas mengenai bagaimana prilaku manusia dan terkait dengan manajemen organisasi . Seperti yang terlihat pada tujuan manajemen organisasi (people working together), psikologi juga berperan penting untuk membantu sebuah organisasi untuk mencapai tujuannya dengan mengenal tingkat perilaku dan kemampuan orang yang bekerja di dalamnya.
    Berikut ini adalah orang-orang yang melakukan penelitian mengenai perilaku-perilaku manusia dalam berorganisasi :

    1. George Elton Mayo (December 26, 1880 – September 7, 1949)
    George Elton Mayo mengatakan bahwa lingkungan kerja yang baik tidak terlalu mempengaruhi kinerja suatu individu. Suatu individu akan lebih produktif apabila dilibatkan pada sebuah kelompok kerja.

    2. Abraham Maslow (1908-1970)
    Abraham Maslow menyimpulkan tentang hierarki-hierarki kebutuhan, di antaranya adalah kebutuhan psikologi, kebutuhan keamanan, kebutuhan akan cinta dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan (tinggi dan rendah)

    3. Dauglas McGregor (1906-1964)
    Dauglas McGregor mengkaji teori-teori tingkah laku pegawai dalam suatu organisasi dibagi menjadi 2, yaitu pegawai teori X dan pegawai teori Y. Pegawai yang termasuk kategori X, mempunyai karakter pemalas, ingin selalu disuruh, tidak mempunyai motivasi untuk maju dan kurang bertanggung jawab. Sedangkan pegawai yang termasuk dalam kategori teori Y adalah pegawai yang mempunyai tujuan dari setiap pekerjaan yang dilakukannya, mempunyai rasa ingin menjadi lebih dari yang sekarang(mempunyai semangat maju), bertanggung jawab.

    4. Chris Argyris (16 July 1923)
    Chris Argyris melakukan penelitian tentang bagaimana kelakuan seseorang jika dalam keadaan terdesak . Kelakuan-kelakuan seseorang tersebut akan mengakibatkan konsekuensi yang harus diambil dan telah ditentukan oleh lingkungan sekitar.

    Pada materi 2 ini juga dijelaskan tentang pembagian tingkah laku dan kediatan individu, perbedaan individu dalam segi fisik dan segi psikis.

  37. ina on Wed, 24th Sep 2008 17:26
  38. Pada Psikologi industri kita dituntut untuk lebih mengembangkan diri untuk berorganisasi dan bagaimana cara kita dalam berprilakunya, dalam organisasi disini kita diasah untuk bagaimana bekerja sama dengan orang lain, mungkin organisasi ini bisa dianggap penting oleh manusia disebabkan karena manusia dalam bekerja tidak bisa secara sendiri-sendiri melainkan satu manusia dengan manusia yang lainnya saling ketergantungan misalnya dalam hal menanam padi untuk menghasilkan beras mungkin mustahil apabila kita menanam padinya setiap orang sendiri sendiri, mungkin itulah yang menjadi latar belakang dari pentingnya berorganisasi. Seperti dijelaskan dalam kajian elton mayo dalam perkembangan penelitian pendekatan perilaku tentang bagaimana sewaktu berorganisasi kita dapat meningkatkan produktivitas.

    Teori lain tentang perkembangan penelitian individu adalah sebagai berikut:

    Kajian dari abraham maslow
    dalam teori abraham ada dua yang menjadi kajiannya yaitu tentang kebutuhan mengenai suatu pemenuha dan kebutuhan setelah kebutuhan belum industri

    Kajian dari Douglas mcgregor
    dalanm teori douglas ini dikenal dengan teori x dan y, dimana teori x cenderung dalam perilakunya tidak bertanggung jawab dan cenderung tidak suka dipinpin, sedangkan mengenai teori y perilakunya kebalikan dari teori x yaitu orangnya suka bekerja keras ulet dan sebagainya.

    Kesimpulan diatas adalah tentang perilaku kita terdapat berbagai keragaman serta ada banyak kajiannya yang bisa ditelusuri

  39. Ammi Fitria Dewi on Wed, 24th Sep 2008 21:16
  40. Dalam cara mengukur produktivitas seorang pekerja, banyak cara dan pandangan yang berbeda. Pada bidang kajian psikologi industri, ada beberapa cara pandang dan pendapat yang berbeda dari para ahli.

    1. Douglas McGregor
    McGregor mempunyai pemikiran bahwa pekerja dimotivasi melalui pengendalian juga integrasi dan pengendalian diri yang dikenal dengan teori X dan Y.
    Teori X lebih mengkaji para pekerja yang secara alamiah tidak suka bekerja, cenderung lebih suka dipimpin dan tidak bertanggung jawab. Sedangkan tipe Y lebuh mengkaji kepada pekerja yang suka bekerja, mau bertanggung jawab, memiliki imajinasi, kecerdasan, kreatifitas dan juga mandiri. Dengan adanya pemikiran dari McGregor digarapkan manajer dapat memimpin lebih baik lagi dan menginvestigasi lagi tentang keadaan teori ini, mencobanya, mengujinya pada para pekerja dan juga mengembangkan strategi manajemen pada kenyataannya.Teori X dan Y ini dapat digunakan untuk mengetahui sifat-sifat dan perilaku dari individu.

    2. George Elton Mayo
    Bergesernya penelitian dari masalah teknis, struktural ke masalah sosial dan kemanusiaan membuat Mayo mempunyai pemikiran lain. Penelitian Hawthorne yang dilakukannya menunjukkan betapa pentingnya tum kerja dalam mempengaruhi perilaku individu saat bekerja. Mayo menyatakan bahwa kondisi fisik atau insentif uang hanya memberikan sedikit motivasi pada pekerja. Terkadang perhatian dari atasannya yang dapat membuat manusia terutama pekerja termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi sehingga produktivitas pun meningkat. Individu sebagai makhluk sosial tidak hanya membutuhkan kebutuhan materi atau kebutuhan fisik maupun jasmani,tetapi juga membutuhkan perhatian dan rasa akan dihargai.

    3. Chris Argyris
    Argyris mempunyai pemikiran dalam mencari solusi dalam menatasi perilaku kerja. Adapun empat pemikirannya meliputi : tanggung jawab pekerjaan diperluas, mengembangkan gaya pengawasan yang partisipatif, keragaman tugas diperbesar dan kematangan kepribadian yang tidak cocok dengan praktek manajemen akan menimbulkan masalah. Selain itu, yang dapat dilakukan lagi adalah pembagian tingkah laku dan kegiatan individu, meliputi beberapa aspek, yaitu : motoris, kognitif, koratif dan afektif. Adapun yang dapatmembedakan individu dalam bekerja adalah faktor fisik (bentuk tubuh dan komposisinya, taraf kesehatan fisik, kemampuan panca indera) dan faktor psikis (intelegensi, bakat, minat, kepribadian, motivasi, edukasi).

    4. Abraham Harold Maslow
    Teori yang dimiliki oleh Maslow adalah ide terkenal yang dibuatnya yaitu kebutuhan hirarki. Yang pertama adalah deficit principle (kebutuhan untuk suatu pemenuhan), memenuhi kebutuhan dasar dimana orang akan lebih dahulu memenuhi keubtuhan utamanya. Dimulai dari kebutuhan psikologi, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa dicintai dan pribadi dan juga kebutuhan akan dihargai. Yang kedua, progression principle (kebutuhan setelah kebutuhan sebelumnya terpenuhi), kebutuhan ini tergantung pada tingkat kepentingan sesuai dengan skala prioritas. Maslow juga memberikan pemikiran tentang pendekatan perilaku individu, diantaranya : pemenuhan kebutuhan manusia akan meningkatkan produktivitas; pemenuhan kebutuhan manusia sambil memenuhi kebutuhan organisasi. Adapun kebutuhan yang dapat mempengaruhi individu saat bekerja, seperti misalnya kebenaran, keindahan, kemudahan, kesempurnaan dan masih banyak lagi. Maslow berharap dengan usahanya pada teori ini dapat meningkatkan kualitas yang lebih baik lagi pada perubahan potensi manusia.

    Semua teori dan pemikiran dari para ahli dapat membantu dalam hal meningkatkan produktivitas dan juga menciptakan manusia dan individu-individu yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

  41. Taufik Rachman on Wed, 24th Sep 2008 21:33
  42. manusia merupakan mahluk sosial yang memiliki banyak karakter dan pemikiran yang sangat unik dan setiap manusia memiliki ke istimewaan masing-masing.sikap manusia dapat juga dilihat dari tingkah lakunya cara bicara dsb.

    manusia haruslah bersosialisai agar dalam kehidupan sehari-hari tidak berdiri sendiri melainkan harus saling bekerja sama dengan yang lainnya.

    manusia juga tidak dapat puas akan dirinya sakarang melaikan jika manusia belum terpenuhi dengan apa yang dia mau maka dia akan terus mencari-cari terus sampai kebutuhan yang di inginkan terpenuhi itu lah yang menjadi dasar mengapa manusia selalu menginginkan yang lebih dari apa yang belum dimiliki.

  43. Nelson Martins on Wed, 24th Sep 2008 23:18
  44. Di dalam organisasi terdapat orang-orang yang bekerja dan berusaha untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut, meskipun tugas dan tanggung jawab yang dijalani oleh setiap orang, devisi maupun sub bagian dalam organisasi tersebut namun mereka memiliki satu visi dan misi terhadap orhanisasi tersebut. Dengan kata lain secara tidak langsung orang orang tersebut bekerja sama (corporate)

    dalam kehidupan sehari-haripun, manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia perlu berinteraksi dengan yang lainnya dalam kelangsungan hidup. Perbedaan pemikiran atau pendapat kontroversi sudah pasti terjadi dalam sebuah kelompok, karena setiap orang pasti punya pemikiran yang berbeda-beda dan akan berusaha mempertahannkan pemikirannya yang menurutnya benar. Namun dalam sebuah teamwork yang baik maka perlu dikesampingkan hal-hal tersebut serta sifat egois masing-masing agar team itu lebih utuh dan solid.

    Dalam mengatur sebuah kelompok team work yang didalamnya terdapat orang atau pekerja, makan manager perlu mempunyai kemampuan agar team yang dipimpinnya itu bisa saling beradaptasi satu dengan yang lainnya. Seorang sarjana Teknik Industri sudah pasti harus bisa mengatur team work atau orang-orang dalam organisasi dengan baik dan efisien agar tujuan organisasi itu dapat tercapai

  45. Dian Bellina on Wed, 24th Sep 2008 23:41
  46. Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan.

    Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.

    Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.

    Bagaimana Psikologi berperan dalam perusahaan, menurut John Miner dalam bukunya Industrial-Organizational Psychology (1992), dapat dirumuskan dalam 4 bagian:

    *

    Terlibat dalam proses input : melakukan rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan.
    *

    Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada produktivitas: melakukan pelatihan dan pengembangan, menciptakan manajemen keamanan kerja dan teknik-teknik pengawasan kinerja, meningkatkan motivasi dan moral kerja karyawan, menentukan sikap-sikap kerja yang baik dan mendorong munculnya kreativitas karyawan..
    *

    Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada pemeliharaan: melakukan hubungan industrial (pengusaha-buruh-pemerintah), memastikan komunikasi internal perusahaan berlangsung dengan baik, ikut terlibat secara aktif dalam penentuan gaji pegawai dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya, pelayanan berupa bimbingan, konseling dan therapi bagi karyawan-karyawan yang mengalami masalah-masalah psikologis
    *

    Terlibat dalam proses output: melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahaan, mengevaluasi jabatan dan kinerja karyawan.

    mungkin seperti itu pa…

  47. Dian Bellina on Thu, 25th Sep 2008 00:08
  48. Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan.

    Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik-klinik yang dimiliki oleh perusahaan. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.

    Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.

    Bagaimana Psikologi berperan dalam perusahaan, menurut John Miner dalam bukunya Industrial-Organizational Psychology (1992), dapat dirumuskan dalam 4 bagian:

    * Terlibat dalam proses input : melakukan rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan.
    *Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada produktivitas: melakukan pelatihan dan pengembangan, menciptakan manajemen keamanan kerja dan teknik-teknik pengawasan kinerja, meningkatkan motivasi dan moral kerja karyawan, menentukan sikap-sikap kerja yang baik dan mendorong munculnya kreativitas karyawan..
    * Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada pemeliharaan: melakukan hubungan industrial (pengusaha-buruh-pemerintah), memastikan komunikasi internal perusahaan berlangsung dengan baik, ikut terlibat secara aktif dalam penentuan gaji pegawai dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkannya, pelayanan berupa bimbingan, konseling dan therapi bagi karyawan-karyawan yang mengalami masalah-masalah psikologis
    *Terlibat dalam proses output: melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahaan, mengevaluasi jabatan dan kinerja karyawan.
    Pendekatan neurobiologis

    Pendekatan Psikologa:

    Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental.

    Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.

    Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

    Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

    Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

    Psikologi industri dan organisasi

    Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.

    1. Peranan dan Arti Manajemen
    Pada dasarnya setiap manusia adalah manajer, karena dalm kehidupan sehari-hari setiap manusia selalu melakukan manajemen bagi dirinya sendiri ataupun keluarganya untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta merealisasikan tujuan-tujuan yang diinginkan (self management).
    Ada 3 macam Sumber Daya (resources) yang dimanfaatkan oleh manusia untuk meraih tujuan yang diharapkan, yaitu :
    • Sumber daya alam (SDA);
    • Sumber daya capital (SDK) dana/uang/penghasilan yang diperoleh.
    • Sumber daya manusia (SDM).

    Dengan memperhatikan peranan manajemen tersebut, maka pengertian manajemen adalah ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

    2. Fungsi dan Proses Manajemen
    Ada beberapa fungsi manajemen, diantaranya adalah :
    • Perencanaan
    • Pengorganisasian
    • Koordinasi
    • Pengarahan (directing)
    • Motivasi
    • Komunikasi
    • Kepemimpinan
    • Penanggungan resiko
    • Pengambilan keputusan (Decision making)
    • Pengawasan/ pengendalian
    Semua fungsi dalam manajemen tersebut akan dilakukan tergantung dengan kebutuhan, apakah akan dilakukan secara sederhana atau dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dan dapat menggunakan hanya beberapa fungsi saja.

    Proses Manajemen
    Proses manajemen adalah interaksi dan saling keterkaitan antara beberapa fungsi manajemen yang digunakan.
    Menurut Harold Koontz dan Cryril O’Donnell mengatakan bahwa dalam melakukan tugas manajerial seseorang tidak terlepas dari kerjasama dengan orang lain dan dilakukan dengan proses step by step of doing something.

    Model manajemen yang merupakan kegiatan utama manajemen yaitu : Perencanaan, Pengorganisasian, Kepemimpinan, Pengendalian.
    • Perencanaan : Merupakan pemilihan sasaran organisasi atau penentuan organisasi yang kemudian dijabarkan ke dalam bentuk kerja sama dan pembagian tugas;
    • Pengorganisasian : Sebagai wadah atau alat yang dapat digunakan untuk merealisasikan sasaran atau tujuan organisasi yang telah ditetapkan bersama;
    • Kepemimpinan : Dilakukan oleh manajer untuk dapat mengarahkan, mengkoordinasikan dan mempengaruhi kepada bawahan untuk bekerja dengan sadar dan tanpa paksaan untuk mencapai tujuan.
    • Pengendalian : Upaya untuk melancarkan usaha perbaikan dan pengembangan yang menekankan pada penggunaan rencana yang strategic (rencana panjang dengan cakupan yang luas).

    etiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya.

    mungkin seperti itu pa…

  49. bilal muslim on Thu, 25th Sep 2008 08:41
  50. Allah SWT memang telah merencanakan sesuatu dengan sangat sempurna, hal itu dapat kita lihat dari pemaparan diatas yang menunjukan perbedaan manusia dari segi fisik dan psikis. Bayangkan apabila wajah semua manusia sama!,mungkin para suami akan bingung mencari istrinya sendiri, ibu akan pusing mencari anaknya di sekolah atau bayangkan apabila suara semua orang sama!..telepon mungkin hanya jadi sampah. Sekarang mari kita lihat dari segi perbedaan psikis, coba bayangkan sejenak apabila intelegensi orang sama, mungkin sekolah dan kampus-kampus tak akan berderi megah seperti universitas ini,atau minat dan bakat orang sama hanya menyukai musik saja, dunia serasa hambar dan datar.Intinya Perbedaan tersebut membuat manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain karena keterbatasan yang dimilikinya, dengan perbedaan tersebut manusia saling menutupi kekurangan yang dimilikinya dan membantu dengan kelebihannya yang akhirnya timbullah harmoni dalam kehidupan.

    Dipandang dari segi manajemen, perbedaan individu adalah objek yang harus diatur sedemikian rupa agar terbentuk sebuah organisasi yang baik dan berfungsi sesuai dengan tujuan yang diharapkan, perbedaan adalah kekuatan, dimana setiap divisi yang ada dalam sebuah organisasi mengerjakan tugasnya sesuai kemampuan dan minat yang dimilikinya anggotanya. Disinilah peran manager diuji, mereka harus jeli melihat perbedaan yang ada dalam setiap anggotanya.

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!