Pengambilan Keputusan dalam Permasalahan Parkir

Kegiatan parkir kendaraan yang berada di badan jalan dengan penataan yang kurang baik dan tidak pada tempatnya akan menimbulkan terhambatnya arus lalu lintas pada daerah tersebut.

Konsep
Konsep yang dapat diterapkan dalam mengatasi masalah tersebut adalah:

  1. Menentukan pola parkir dan marka petunjuk tempat parkir pada suatu daerah jika dirasa badan jalan cukup untuk dijadikan ruang parkir. Pola parkir yang di tentukan oleh ukuran badan jalan adalah pola parkir paralel dan pola parkir menyudut.
  2. Menempatkan petugas parkir yang bertugas untuk menjaga ketertiban parkir dan melakukan penarikan retribusi yang sesuai dengan aturan pemerintah daerah setempat.
  3. Mendesain rambu larangan berhenti dan parkir dan marka jalan, jika badan jalan dirasa tidak cukup untuk dijadikan ruang parkir.
  4. Membuat ruang khusus parkir atau gedung parkir di sekitar areal keramaian yang terpusat.

Continue reading …

Kasus Sistem Pengambilan Keputusan Permasalahan Lumpur Lapindo

Tujuan: Mengambil keputusan dan solusi terbaik dari luapan Lumpur Lapindo.

Masalah  :

  1. Bencana Lumpur panas Sidoarjo yang lebih dikenal sebagai bencana Lumpur Lapindo bermula dari menyemburnya material lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Barantas Inc di desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
  2. Masalah tiada akhir, derita tidak berujung itulah untuk menggambarkan kasus Luapan lumpur lapindo. “Ditanggul juga ambrol tidak tidanggul malah menggenang ke mana mana.”
  3. Enam tahun Lumpur Lapindindo menyisakan tangis dengan rumah yang terendam, pekerjaan hilang, rumah pun takpunya, keluarga sudahtak ada bahkan uang ganti rugi pun hanya angan-angan belaka. “Saya ingin uang saya dibayar. Ini sudah enam tahun. Kemarin saya ikut demo ke Surabaya, malah dilempari gas air mata.”
  4. Kondisi tanggul lumpur yang kritis.  yang berada di tanggul barat atau berbatasan langsung dengan jalan raya Porong dan jalur rel kereta api.
  5. Pada tiga tahun pertama, semburan material lumpur sekitar 100 ribu meter kubik per harinya. Tiga tahun kemudian tepanya 2012 lumpur menyembur berkisar antara 25 ribu sampai 50 ribu meter kubik per hari. lumpur menenggelamkan empat desa, yakni Siring, Renokenongo, Jatirejo, dan Kedungbendo. Continue reading …

Contoh Kasus Sistem Pengambilan Keputusan

Kasus

Seorang investor ingin membeli salah satu dari tiga jenis perumahaan. Ia harus memutuskan antara sebuah apartemen, sebuah bangunan kantor, dan sebuah gudang. Kondisi dasar di masa yang akan dating yang akan menentukan besar laba yang akan diperoleh investor tersebut adalah keadaan ekonomi yang baik dan keadaan ekonomi yang buruk. Laba  yang dihasilkan dari masing-masing keputusan dalam tiap kondisi dasar yang terjadi ditunjukkan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Tabel Hasil Pertukaran untuk Investasi Perumahaan.

Continue reading …

Sistem Pengambil Keputusan Jenis Tanaman yang Akan Ditanam Melihat dari Jenis Tanah, Suhu dan Cuaca

Pertanian merupakan sektor yang paling penting dalam perekonomian Indonesia. Ini dapat dilihat dari jumlah pemasukan pada kas negara yang berasal dari sektor pertanian. Akan tetapi sering terjadi gagal panen yang diakibatkan kesalahan dalam pemilihan jenis tanaman melihat dari jenis tekstur tanah,suhu maupun cuaca pada daerah tersebut.
Konsep (tujuan) :

Menentukan cara mengatasi masalah gagal panen yang diakibatkan oleh salah dalam pemilihan tanaman dalam suatu daerah.
Prosedur :

  • Pembentukan tim pelaksana,study pustaka.
  • Pengumpulan penyusunan dan data analisis kebutuhan sistem.
  • kemudian perancangan desain, serta menggunakan bahasa pemrograman website terkini untuk mempermudah user dalam hal penggunaan sistem atau aplikasi.
  • Perencanaan sistem yang mempunyai suatu keputusan akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Continue reading …

Definisi Limbah dan Teknik-Teknik Penanganannya

Limbah

Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Limbah mengandung bahan pencemar yang bersifat racun dan bahaya. Limbah ini dikenal dengan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Bahan ini dirumuskan sebagai bahan dalam jumlah relatif sedikit tapi mempunyai potensi mencemarkan/merusakkan lingkungan hidup dan sumber daya.

Beberapa kriteria berbahaya dan beracun telah ditetapkan antara lain mudah terbakar, mudah meledak, korosif, oksidator dan reduktor, iritasi bukan radioaktif, mutagenik, patogenik, mudah membusuk dan lain-lain.

Dalam jumlah tertentu dengan kadar tertentu, kehadirannya dapat merusakkan kesehatan bahkan mematikan manusia atau kehidupan lainnya sehingga perlu ditetapkan batas-batas yang diperkenankan dalam lingkungan pada waktu tertentu.

Adanya batasan kadar dan jumlah bahan beracun dan berbahaya pada suatu ruang dan waktu tertentu dikenal dengan istilah nilai ambang batas, yang artinya dalam jumlah demikian masih dapat ditoleransi oleh lingkungan sehingga tidak membahayakan lingkungan ataupun pemakai.

Continue reading …

Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Teknik Pengendalian Tata Air Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Air

Identifikasi Masalah :
Pemanfaatan hutan dan lahan DAS yang tidak benar menyebabkan sumber daya air menjadi rusak sehingga  tidak dapat memenuhi kebutuhan air baku masyarakat sekitar DAS untuk berbagai keperluan.

Konsep (tujuan) :
Menentukan teknik konservasi air dan pengendalian tata air DAS yang benar didasarkan pada kondisi fisik, sosial ekonomi dan budaya.

Continue reading …

Pemanfaatan Limbah Anorganik

Limbah atau sampah merupakan bahan buangan sebagai dampak dari eksploitasi lingkungan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut golongannya sampah terbagi empat kelompok, yaitu:

Human secreta, yaitu bahan buangan yang dikeluarkan dari dalam tubuh manusia dan hewan, seperti keringat, feses ( kotoran zat padat ), dan urine ( kotoran zat cair ).

Sawage, yaitu air limbah cair yang dibuang oleh industri atau rumah tangga, seperti detergen.

Refuse, yaitu bahan sisa proses industri atau hasil sampingan kegiatan rumah tangga, misalnya plastik, logam, botol, kayu bangunan, sisa sayuran, nasi bekas, daun tanaman atau barang-barang buangan.

Industri waste, merupakan bahan buangan dari sisa-sisa proses industri seperti zat pewarna, pelarut, limbah injeksi, dan lain-lain.

Continue reading …

Teknologi Pengolahan Sampah

Pernah mendengar PLTSa? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah? Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalan utamanya. Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang diperdebatkan. Continue reading …

Sistem Pengambilan Keputusan Berdasarkan Dorongan Pencapaian Tujuan

Studi kasus PT Indolakto Ice Cream Manufacturing

Tujuan Menghasilkan jumlah produk yang sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan oleh pihak marketing (dari manajemen mesin)

Masalah :

  1. Ketika kegiatan produksi sedang berlangsung sering terjadi kerusakan pada mesin pembuatan eskrim.
  2. Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki mesin ketika proses produksi membuat waktu untuk membuat produk berkurang
  3. Ketika waktu produksi berkurang maka tujuan yang akan dicapai dalam jumlah produk tidak berhasil
  4. Kerusakan kecil pada mesin secara terus menerus dapat menyebabkan kerusakan mesin menjadi lebih besar.
  5. Mesin pada perusahaan ini sebagian besar adalah buatan dari luar negeri sehingga ketika suatu mesin rusak maka untuk mendapatkan spare part membutuhkan waktu yang lama dan menghambat kegiatan produksi.

Continue reading …